B’Tselem: ‘Pelecehan Terhadap Rakyat Palestina Kalahkan Ketakutan COVID-19’

Pasukan negara Zionis menjaga checkpoin di tengah merebaknya ancaman pandemi Covid-19 menjelang pelaksanaan shalat Jumat di kota Al-Aquds tanggal 20 Maret 2020. [Mostafa Alkharouf – Anadolu Agency]

B’Tselem, Lembaga HAM Negara Zionis  menuduh para petugas kepolisian “terus melakukan pelecehan terhadap warga Palestina” di daerah Issawiya kota Al-Qurs Timur yang dijajah,  meskipun di tengah kondisi darurat COVID-19.

“Terlepas dari krisis kesehatan yang belum pernah terjadi sebelumnya yang mengharuskan penduduk negara Zionis dan daerah-daerah yang dibawah jajahannya untuk mengambil langkah-langkah isolasi sosial yang ekstrem, Polisi negara Zionis saat ini telah memilih, seperti di semua waktu lainnya, untuk meningkatkan pelecehan dan hukuman kolektif terhadap warga Palestina [di Issawiya],” demikian seperti dinyatakan oleh B’Tselem.

Pasukan penjajah negara Zionis “menyerbu daerah padat itu setiap hari, bahkan di malam hari, dan terlebih lagi pada akhir pekan, tanpa alasan yang jelas dan memulai gesekan dengan warga,” kata LSM tersebut.

 “Selanjutnya yang terjadi adalah konfrontasi, dimana polisi melakukan tindak kekerasan,  menembakkan spons, tabung gas air mata dan granat setrum”, “menutup pintu masuk menuju daerah itu”, dan “menangkapi warganya, yang sebagian besarnya adalah anak-anak di bawah umur. Menyeret mereka ke kantor polisi dimana mereka diinterogasi sendiri-sendiri ”.

Di saat pihak berwenang negara Zionis membidik Issawiya untuk beberapa waktu, organisasi HAM tersebut mencatat bahwa perilaku semacam itu bahkan lebih memalukan dalam situasi  seperti ini, “yang mengekspos warga masyarakat terhadap risiko kesehatan yang substantif, yang sama sekali tidak diperlukan”.

“Perilaku polisi ini membahayakan keselamatan publik (termasuk kesehatan petugas kepolisian) dan melanggar pedoman medis tentang isolasi sosial,” kata B’Tselem.

Menurut LSM tersebut, otoritas penjajah Zionis yang mengabaikan warga di sekitar lingkungan, “bukanlah hal baru”, tetapi “melanjutkan dan bahkan meningkatkan perilaku seperti itu selama pandemi adalah manifestasi yang sangat mengerikan dari kebijakan ini”.

LSM negara Zionis bernama Ir Amim pekan ini juga mengangkat kekhawatirannya  tentang kondisi terkini di Issawiya, dimana dia menggambarkan situasinya “kembali memburuk dengan peningkatan serangan polisi secara intensif dan berbagai tindak kekerasan”.

“Dibawah kondisi unik terkait Coronavirus, peningkatan yang mencolok dalam kehadiran dan operasi polisi di tempat-tempat yang dekat telah menimbulkan kecemasan dan kekhawatiran yang sangat tinggi di kalangan warga lingkungan sekitar,” kata Ir Amim.

———–

Sumber: www,middleeastmonitor.com, terbit: 20 Maret 2020 pukul 11:22 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *