Brasil Dukung Penjajah Zionis Tentang Resolusi UNHCR


Pada 19 Juni, Brasil memberikan suara menentang resolusi Dewan HAM PBB (UNHRC) yang menuntut pertanggungjawaban atas pelanggaran berat hukum internasional di wilayah Palestina yang dijajah. Resolusi itu juga menyerukan penuntutan pidana bagi mereka yang ditemukan bertanggung jawab atas kejahatan dan mengakui yurisdiksi Mahkamah Pidana Internasional (ICC) di wilayah tersebut.

Resolusi itu telah disetujui oleh Dewan dengan 22 suara mendukung dan hanya delapan menentang, termasuk Brasil. 17 negara abstain. Resolusi itu mendapat dukungan dari semua negara Amerika Selatan.

Mengomentari resolusi tersebut, Menteri Luar Negeri Palestina Riyad Al-Maliki menuduh negara-negara yang tidak mendukungnya mempraktikkan “kemunafikan politik, berdiri menentang keadilan dan berada di sisi sejarah yang salah.”

Sejak awal kepresidenan Bolsonaro pada Oktober 2018, Brasil secara drastis mengubah kebijakan luar negerinya dan memperkuat hubungannya dengan Penjajah Zionis. Setelah 15 tahun selalu memberikan suaranya membela Palestina, Brasil mulai memilih mendukung Penjajah Zionis dan menentang Palestina di PBB. Pada November 2018, Bolsonaro meyakinkan surat kabar Israel Hayom, “Kalian dapat mengandalkan suara kami di PBB dalam hampir semua masalah yang berkaitan dengan Penjajah Zionis.”

Pada Desember 2018, Brasil mendukung rancangan Resolusi PBB yang disponsori oleh AS yang mengutuk Gerakan Perlawanan Islam Palestina, Hamas, sebagai organisasi teroris. Itu adalah pertama kalinya Brasil memilih menentang Palestina dan memulai bertransformasi untuk mendukung Penjajah Zioniz di PBB.

Selanjutnya, pada bulan Maret 2019, Brasil memberikan suara menentang resolusi UNHRC yang “mengutuk penggunaan yang tampak disengaja oleh Penjajah Zionis atas pembunuhan yang melanggar hukum dan kekerasan berlebihan lainnya terhadap demonstran sipil di Gaza, dan menyerukan para pelaku pelanggaran itu dibawa menghadap pengadilan.” Menteri luar negeri mengatakan kepada Senat Brasil, “Saya menyadari bahwa selama 15 tahun terakhir, hingga 80 persen keputusan Dewan Hak Asasi Manusia menentang Penjajah Zionis.”

——

Sumber: MEMO, tanggal: 21 Juni 2020 pukul 9:12.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *