200 Lebih Tahanan di Penjara Penjajah Zionis Mulai Aksi Mogok Makan

Lebih dari 200 orang warga Palestina yang ditahan di penjara Rimon negara Penjajah Zionis telah memulai aksi mogok makan terbuka sejak kemarin. Itu mereka lakukan untuk memprotes alat pengacau sinyal yang sangat berbahaya dimana alat itu telah dipasang di penjara tersebut, demikian seperti dilansir oleh Quds Press.

Menurut pernyataan yang dikeluarkan oleh Komite Tahanan dan Pembebasan Tahanan PLO, para pemogok makan juga menyerukan perbaikan kondisi para tahanan wanita di Penjara Al-Damoun.

Pernyataan itu menjelaskan bahwa para tahanan memutuskan untuk memulai mogok makan mereka setelah pembicaraan gagal antara Layanan Penjara Israel (IPS) dan perwakilan dari tahanan Palestina.

Sebagai reaksi atas kasus mogok makan ini, IPS telah menutup departemen satu dan departemen empat di Penjara Rimon.

Komite Tahanan tersebut mengutuk kebijakan penundaan oleh negara Penjajah Zionis terkait janji yang telah dibuat untuk memperbaiki kondisi penjara. Perlu dicatat bahwa para tahanan Palestina yang mendekam di dalam penjara negara Penjajah Zionis sangat menderita dengan perlakuan dan keadaan yang sangat burut.

Menutup pernyataannya, Komite Tahanan menyerukan bagi dukungan terhadap perjuangan oleh para pemogok makan dan mengungkap aksi-aksi kriminal Penjajah Zionis, yang melakukan pelanggaran HAM dan berbagai pelanggaran terhadap perjanjian internasional.  (i7)

————-

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 03 September 2019, jam 09:37 pagi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *