100.000 Pelajar Palestina di Bait Al-Maqdis Terancam Kehilangan Hak Belajar

Wakil Kementerian Pendidikan Palestina, Basri Saleh, memperingatkan bahwa terdapat 100.000 pelajar di Kota Bait Al-Maqdis yang dijajah terancam kehilangan hak belajar mereka karena kebijakan penjajah.

Menurut Saleh dalam Pertemuan Gabungan ke-29 Dewan Pendidikan untuk Anak-anak Palestina dalam sesi ke-81 dan para pejabat yang bertanggung jawab bidang pendidikan di Badan Bantuan dan Pekerjaan PBB untuk Pengungsi Palestina di Timur Dekat (UNRWA), yang berlangsung Ahad (20/10)  bahwa ada 100 ribu siswa dan siswi di kota Bait Al-Maqdis dan sekitarnya yang terancam tidak dapat mengenyam hak pendidikan karena identitas mereka sebagai rakyat Palestina. Penjajah Zionis mencoba mempengaruhi kurikulum,  membuang, melenyapkan dan membelokkannya ke dalam kurikulum negara penjajah Zionis.

Ditambahkannya bahwa “kota Bait Al-Maqdis masih menanti kita untuk berjuang gigih  demi memenangkan perjuangan kita.”

Dia menyerukan Liga Arab agar menyampaikan kepada penyandang dana dan lembaga-lembaga Arab untuk menyediakan kebutuhan pendidikan yang mendesak dan kebutuhan untuk mengusir serangan negara Penjajah Zionis yang terus-menerus terhadap kota Bait Al-Maqdis, terutama terhadap sistem pendidikan, khususnya yang berkaitan dengan kurikulum Palestina.

Saleh mengatakan bahwa  “Penjajah Zionis  masih menjadikan sekolah dan guru-gurunya sebagai target penangkapan dan pembunuhan.”

Dia menambahkan: “Ini terjadi tiap pagi dan di mana-mana, tidak hanya di Zona yang disebut Zona-C, dan tidak hanya di Jalur Gaza dan di kota Bait Al-Maqdis, tetapi di semua lokasi rakyat Palestina dari sekolah-sekolah negeri dan swasta; sehingga ini menjadi hambatan dari sekian hambatan dalam pertempuran perlawanan dan ketahanan.”

Dia menyerukan agar dilakukan upaya ekstra pada tahap ini, untuk mempertahankan badan “UNRWA” dan keberlanjutannya, yang berarti keberlanjutan bagi masalah pengungsi Palestina, sambil menunjukkan bahwa pengabaian atau mundur dari pemenangan ini berarti menggugurkan masalah pengungsi. (i7)


—————————-
Diterbitkan: 20 Oktober 2019, jam: 09: 52 sore.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *