Rabi ‘Israel’ Minta Tes DNA untuk Bukti Ke-Yahudi-an



Nazareth – Sebuah laporan membenarkan bahwa Pengadilan Agama Yahudi di ‘Israel’ telah meminta para imigran Rusia untuk melakukan tes DNA saat mengajukan permohonan pendaftaran ikatan pernikahan, untuk “membuktikan ke-Yahudi-an mereka.”

Menteri Dalam Negeri ‘Israel’, Aryeh Deri, membantah kejadian tersebut, pekan lalu, sementara anggota Knesset Avigdor Lieberman, Ketua Partai “Yisrael Beiteinu” yang mewakili imigran dari negara-negara eks-Uni Soviet, menggambarkannya sebagai “diskriminasi terang-terangan” oleh lembaga keagamaan tersebut terhadap para imigran ini.

Surat kabar “Yedioth Ahronoth” pada hari Senin (11/03), melaporkan bahwa meskipun bantahan  “Deri”, tetapi Kepala Rabi ‘Israel’ David Lau, mengakui bahwa tes ini sebenarnya memang ada, dan mengklaim bahwa ini dilakukan dalam kasus yang sangat langka, dan bahwa tes ini tidak dilakukan di bawah tekanan.

Menurut laporan surat kabar itu, dalam setidaknya 20 kasus selama tahun lalu, Pengadilan Agama Yahudi telah meminta mereka yang telah mendaftarkan diri untuk melangsungkan pernikahan agar mengikuti tes DNA. Dalam beberapa kasus, anggota keluarga mereka dipanggil untuk melakukan tes tersebut. Dari beberapa orang saksi yang mengalami kasus ini menyatakan bahwa mereka harus mengikuti prosedur yang panjang, berliku-liku dan terkadang memalukan.

Dalam satu kasus, Rabi ‘Israel’ meminta seorang gadis keturunan Rusia yang meminta untuk dinikahkan di bawah hukum Yahudi, untuk membawa tes DNA dari ibunya dan anak perempuan bibinya (dari garis ibu), dengan dalih untuk menutup kemungkinan bahwa gadis itu sebagai anak adopsi ibunya. Itu dilakukan meskipun tidak ada kecurigaan tentang status keyahudian neneknya, dimana itu terjadi karena keterlambatan ibunya dalam membuat akte kelahiran, seperti dilansir oleh surat kabar tersebut.

Dalam kasus lain, Pengadilan Agama Yahudi mempertimbangkan, terkait memasukan permohonan pengajuan pernikahan ke dalam daftar “Pernikahan yang ditunda”. Itu dilakukan setelah pemohon pernikahan menolak untuk mengikuti pemeriksaan DNA untuk memastikan keyahudiannya, dikarenakan adanya kontradiksi dalam dokumen-dokumen tentang status keyahudian dari neneknya. (i7)

——————-

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 11/03/2019, jam: 10: 45: 02.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *