April 2013

02 April 2013 – Selama Maret Zionis Tangkap 330 Palestina 90 Anak-Anak 

Pusat HAM Palestina menyebutkan, selama bulan Maret kemarin, serdadu Zionis melakukan lebih dari 295 operasi penyerbuan terhadap sejumlah kota dan daerah, kamp pengungsian dan tempat perlindungan warga Palestina, baik yang ada di Tepi Barat, Al-Quds maupun Jalur Gaza.

Pusat kajian tawanan Palestina dalam laporan bulananya Senin (1/4) mengatakan, penjajah Zionis menangkap 330 warga Palestina selama bulan kemarin. Sebagian besar hingga kini masih berada di dalam penjara dan sebagian lagi sudah dibebaskan, setelah mengalami penyidikan dan interogasi, selama beberapa jam sampai beberapa hari.

Diantara yang ditangkap tersebut, 90 orang adalah anak-anak, serta enam wanita, satu aleg dan sejumlah mantan tawanan Israel.

Selain itu, Zionis Zionis mendevortasi Aiman Syarawanah ke Gaza, setelah ia melakukan aksi mogok makan selama delapan bulan lebih. Sementara Pengadilan Over mengeluarkan vonis terhadap Ishaq Arafah dengan hukuman seumur hidup ditambah 60 tahun.

 

03 April 2013 – Khaled Meshaal Kembali Pimpin Hamas 

Tokoh Hamas di pelarian, Khaled Meshaal, Senin (1/4/2013), kembali terpilih memimpin Hamas untuk masa jabatan baru. Demikian pernyataan seorang petinggi Hamas di Kairo, Mesir.

“Para pemimpin Hamas memilih Meshaal,” kata seorang petinggi Hamas yang tak ingin disebutkan namanya lewat telepon kepada AFP.

Sebelumnya, sejumlah tokoh Hamas mengatakan bahwa Dewan Syura Hamas diyakini akan memperbarui masa jabatan Meshaal untuk empat tahun lagi. Salah seorang petinggi Hamas bahkan mengatakan bahwa kembali terpilihnya Meshaal “sudah banyak diketahui” bahkan sebelum pemilihan digelar.

Sebelum pemilihan ini, muncul spekulasi bahwa Meshaal akan disingkirkan para tokoh kuat di Jalur Gaza, sejak Hamas menguasai wilayah itu pada 2007. Terlebih lagi, tahun lalu Meshaal mengatakan tidak berniat memperpanjang masa kepemimpinannya.

“Namun, perkembangan di Timur Tengah, terutama sejak ‘Arab Spring’ pada 2011, membuat Hamas harus memilih kembali Meshaal yang sudah memberi Hamas wajah dan hubungan baik dengan dunia Arab,” ujar petinggi lain Hamas.

Meshaal (56) adalah seorang politisi veteran yang memiliki hubungan dekat dengan negara-negara berpengaruh di Timur Tengah seperti Qatar, Mesir, dan Turki.

 

04 April 2013 – Analis: Serangan Gaza untuk Menutupi Gerakan Tepi Barat 

Penjajah Zionis berusaha melarikan diri ke depan dan menutupi kejahatannya terhadap para tawanan, terakhir adalah meninggalnya tawanan Abu Hamdiya, dengan melancarkan serangan ke Jalur Gaza dan mengalihkan pandangan dari gerakan rakyat di Tepi Barat. Demikian menurut dua analis politik Palestina.

Secara terpisah, dua analis politik Palestina menjelaskan bahwa tindakan penjajah Zionis menggempur Jalur Gaza, untuk pertama kalinya sejak penandatanganan gencatan senjata, adalah untuk menutupi gerakan dan kemarahan rakyat menyusul kematian tawanan Palestina Abu Hamdiyah.

Ketua Pusat Kajian Masa Depan, Ibarhim Madhun mengatakan bahwa eskalasi Zionis ini bukanlah tiba-tiba namun dalam kgerangka ketegangan yang terjadi akibat kematian tawanan Palestina Abu Hamdiyah, terlebih di sana ada seruan-seruan dari Jalur Gaza untuk menembakkan roket ke wilayah penjajah Zionis.

Dia menegaskan bahwa pemerintah Zionis yang baru memiliki strategi yang lebih jahat dalam menghadapi Jalur Gaza. Terlebih Menteri Militer Moshe Ya’alon mengusung teori permusuhan terhadap Jalur Gaza dan dulua dia menolak keluar dari Jalur Gaza.

Menurut Madhun, penjajah Zionis memprovokasi Jalur Gaza dan membiarkan terjadi ketegangan tetap ada terisolasi dari Tepi Barat. Sementara di Tepi Barat Zionis melakukan yahudisasi dan perluasan permukiman di tengah-tengah koordinasi keamanan antara OP dan militer Zionis. Dan benar, penjajah Zionis cemas dengan gerakan rakyat yang kembali meletus di Tepi Barat, yang dinilai bisa memicu meletusnya intifadhah Palestina ketiga. Karena itu Zionis sangat waspada dan melakukan kajian atas kebijakannya.

Analis politik Hamzah Abu Shanab berpendapat bahawa penjajah Zionis berusaha mengembalikan situasi kepada sebelum agresi terakhir ke Jalur Gaza. Dengan melancarkan serangan-serangan lapangan ke perlawanan tanpa menimbulkan korban jiwa dengan alasan sebagai reaksi atas serangan roket dari Jalur Gaza. Zionis sengaja melakukan serangan-serangan pemboman tanpa melakukan konfrontasi langsung dengan perlawanan.

 

08 April 2013 – Serangan Elektronik Menjadi Senjata Perang Baru Melawan Zionis 

Sejak Ahad (7/4) entitas Zionis mengalami serangan elektonik yang belum pernah terjadi sebelumnya di seluruh situs-situs berita dan militer serta situs-situs vital dan keuangan, yang oleh para penyerang disebut “hari penghapusan Israel dari internet”.

Situs-situs Zionis mengungkapkan bahwa negara penjajah benar-benar mengalami serangan elektronik yang berbahasa dan belum pernah terjadi sebelumnya, yang membuat entitas Zionis mengalami kerugian besar hingga melumpuhkan sistem pertahanan elektronik, kubah besi dan situs-situs intelijen militer lainnya.

Para analis menegaskan bahwa serangan ini akan membuat Israel harus membayar mahal. Dalam beberapa jam ‘Israel’ akan mengungkap seberapa besar kerugian yang dialaminya. Analis politik Hasan Abdu menegaskan bahwa perang ini merupakan salah satu senjata perang baru, karena itu senjata ini tidak bisa diremehkan. Dia mengatakan, “Jumlah besar dari para pendukung isu Palestina dari timur dan barat bersatu melancarkan sebuah serangan dengan koordinasi dan keberhasilan yang luas dan besar, ini membuktikan bahwa perang ini akan menuai buahnya.”

Sumber-sumber Zionis menyebutkan bahwa ribuan situs internet entitas Zionis lumpuh, terutama adalah situs bursa, situs departemen keamanan dalam negeri, situs-situs berita dan situs-situs vital lainnya.

 

09 April 2013 – Hari Ini Peringatan 65 Tahun Pembantaian Deir Yasin 

Hari ini, Selasa (9/4) adalah peringatan 65 tahun pembantaian Deir Yasin yang mengakibatkan sejumlah besar warga desa tersebut gugur, menyusul serangan yang dilakukan geng-geng Zionis Argon dan Stern pada April 1948.

Data Palestina menyebutkan bahwa antara 250 hingga 360 warga Palestina gugur dibunuh dengan darah dingin selama pembantaian. Kelompok-kelompok Yahudi melancarkan serangan ke desa Deir Yasin yang terletak di barat kota al Quds. Mereka berharap warga desa yang jumlahnya sekitar 750 jiwa, kala itu melarikan diri dari desa, karena takut akan nyawa mereka, itulah yang menjadi sebab utama serangan, agar memungkinkan mereka menguasai desa tersebut.

Anggota geng Argon dan Stern melancarkan serangan ke desa Deir Yasin sekitar pukul dua pagi. Namun mereka dikejutkan dengan tembakan warga yang membunuh 4 Zionis dan melukai 32 lainnya.

Setelah itu geng-geng Zionis tersebut meminta bantuan dari pimpinan Hagana di al Quds dan datang bantuan kekuatan. Mereka pun berhasil memulihkan lukanya dan menembaki orang-orang desa tanpa membedakan laki-laki atau anak-anak atau wanita.

Anggota geng-geng Yahudi tersebut tidak hanya menumpahkan darah di desa. Namun mereka mengambil sejumlah orang desa dengan mobil dan menunjukkan mereka di jalan-jalan perkampungan Yahudi di tengah yel-yel Yahudi. Kemudian para korban kembali ke desa Deir Yasin dengan pelanggaran seluruh piagam dan konvensi internasional karena telah terjadi berbagai macam penyiksaan paling biadab. Koresponden wartawan yang menjadi saksi hidup pembantaian Deir Yasin menuturkan, binatang buas saja enggan melakukannya. Mereka mendatangan seorang gadis dan memerkosa di depan keluarganya, kemudian setelah selesai mereka menyiksanya dan memotong kedua payudaranya dan melempar korban ke dalam api.

Pembantaian Deir Yasin merupakan faktor penting migrasi warga Palestina ke wilayah lain di Palestina dan negara-negara Arab sekitar. Pembantaian telah menyebabkan kondisi ketakutan pada warga sipil. Sebagian orang menyatakan bahwa pembantaian Deir Yasin merupakan pemantik yang memicu perang Arab Zionis pada tahun 1948.

 

10 April 2013 – Keputusan UNRWA Sangat Merugikan Hak Pengungsi Palestina 

Sejumlah pengungsi Palestina, Senin kemarin (8/4) di kota Gaza menggelar aksi unjuk rasa di kota Gaza, di depan kantor badan PBB urusan pengungsi Palestina (UNRWA) memprotes berlanjutnya penutupan kantor dan menghentikan bantuan keuangan dan layanan, di samping menghentikan bantuan keuangan bagi keluarga mislik setiap 3 bulan sekali senilai 10 USD bagi setiap anggota keluarga.

Salah seorang peserta aksi, Abu Muhammad menyatakan, tindakan UNRWA merupakan kejahatan terhadap pengungsi yang terblokade di Gaza. Ia menuntut agar UNRWA membatalkan keputusan penghentian layanan dan bantuan bagi keluarga miskin pengungsi Palestina.

Ummu Aiman, seorang pengungsi Palestina dari kamp Syati, yang berjarak beberapa ratus meter dari kantor UNRWA di Gaza, menyatakan seharusnya UNRWA meningkatkan bantuan dan bukan justru mengurangi layanannya.

Sementara itu Ketua Komite Rakyat Peduli Pengungsi, Muin Abu Aukal mengecam tindakan UNRWA mengurangi layanan yang menjadi tugas pokoknya terhadap pengungsi Palestina di Gaza. Terutama di tengah situasi sulit yang dihadapi para pengungsi di Gaza.

Abu Aukal menggelar pertemuan dengan Mr. Terner di kantor UNRWA di Gaza untuk membahas perkembangan terakhir seputar persoalan ini. Terner menyebutkan pengurangan disebabkan berkurangnya anggaran UNRWA, alasan ini senantiasa diulang-ulang pihak UNRWA.

 

 

15 April 2013 – Zionis Tutup Tepi Barat Takut Terjadi Aksi Perlawanan 

Otoritas penjajah Zionis meningkatkan status siaga di Tepi Barat dan melakukan penutupan penuh yang dimulai hari Ahad (14/4) karena datangnya “Hari Kemerdekaan” untuk memperingati perampasan tanah Palestina dan pendeklarasian berdirinya entitas Zionis di atas tanah Palestina.

Surat kabar Zionis Ma’arev menyebutkan bahwa kepolisian Zionis akan ditempatkan di seluruh kota Zionis dan di titik sensitif takut terjadi aksi-aksi berani dari perlawanan Palestina.

Menurut sumber militer Zionis, penutup Tepi Barat akan memberikan andil dalam mencegah terjadinya aksi-aksi perlawanan dan mencari para pekerja Palestina yang berada di dalam wilayah Zionis yang tidak memiliki zin masuk. Militer Zionis juga takur kemungkinan kelompok-kelompok perlawanan di Jalur Gaza menembakkan roket-roket mereka khususnya peluncuran mortir.

 

18 April 2013 – Mogok Masal Di Seluruh Penjara Zionis Peringati Hari Tawanan 

Memperingati Hari Tawanan Palestina, sekitar 5000 tawanan melakukan mogok makan serentak di penjara zionis, Rabu (17/4).

Para tawanan menggelar sejumlah acara, mengembalikan makan pagi dan menyampaikan mogok makan secara masal kepada pihak penjara, sebagai pesan terakhir bagi pimpinan penjara supaya merespon tuntutan mereka, terutama terkait perlakuan terhadap mereka sebagai tawanan perang. Pihak penjara zionis mengisolasi para tawanan, menerapkan sanksi dan melarang kunjungan keluarga ke penjara Ofer.

Sementara itu Menteri Urusan Tawanan menyampaikan bahwa jumlah tawanan Palestina hampir mencapai 5000 orang yang terbagi di sejumlah penjara zionis, 1400 tawanan mengalami sejumlah penyakit, sebanyak 170 tawanan perlu dilakukan operasi segera. Sementara 80 tawanan mengalami penyakit yang berbeda, 16 tawanan secara permanen ditempatkan di RS penjara Ramlah, dan 25 orang tawanan mengalami penyakit kanker.

 

 

22 April 2013 – Haniyah Bertemu Putra Mahkota Qatar Bahas Rekonsiliasi dan Rekonstruksi Gaza 

PM Palestina Ismail Haniyah, Ahad (21/4) bertemu dengan putra mahkota negara Qatar, Syaikh Yamim bin Hamad Ali Tsani di ibukota Qatar, Doha. Jurubicara pemerintah Palestina Thaher Nunu menegaskan Haniyah bersama putra mahkota membahas isu rekonsiliasi, al Quds, tawanan dan rekonstruksi Jalur Gaza.

Haniyah meninggalkan Jalur Gaza menuju Qatar untuk bertemu dengan Amir Qatar Hamad bin Khalifa Ali Tsani dan membahas sejumlah hal penting. Nunu menyebutkan, putra mahkota Qatar mengumumkan sumbangan negaranya untuk membangun istana kehakiman di Gaza senilai 11 juta dolar, di samping bantuan untuk rekonstruksi.

Syaikh Hamad bin Khalifa Ali Tsani mengusulkan diadakannya KTT Arab mini di Kairo, yang melibatkan gerakan Fatah dan Hamas. Tugas KTT ini adalah merealisasikan rekonsiliasi sesuai jadwa waktu tertentu, juga pembentukan pemerintah transisi dari kalangan independen serta kesepakatan waktu pemilu.

Dia juga menyatakan bahwa Qatar mendanai telah rekonstruksi Jalur Gaza dan memberikan bantuan senilai 407 juta dolar selama kunjungan yang dia lakukan ke Jalur Gaza.

Haniyah juga berbicara tentang al Quds dan bahaya yang mengancamnya dan apa yang harus dilakukan bangsa Arab dan umat Islam. Dia sangat mengapresiasi inisiatif Qatar untuk mendirikan dana bantuan untuk al Quds dan sumbangan yang dia berikan senilai 250 juta dolar untuk dana bantuan ini. Dia berharap langkah Qatar ini diikuti oleh negara-negara Arab agar dananya cukup untuk melindungi al Quds, masjid al Aqsha dan mendukung perjuangan warganya serta menggagalkan rencana-rencana Zionis.

Haniyah juga memaparkan penderitaan yang dialami para tawanan Palestina di penjara-penjara Zionis khususnya tawanan Sami Isawi. Dia menegaskan pentingnya langkah negara Qatar bersama seluruh negara yang konsen dengan isu ini untuk menghentikan penderitaan tawanan.

 

 

29 April 2013 – Pesawat Zionis Terbang Intensif di Langit Gaza 

Sejak pagi, Ahad (28/4), pesawat-pesawat tempur Zionis terbang secara intensif di langit Jalur Gaza. Setelah sebelumnya melancarkan rentetan serangan ke selatan Jalur Gaza.

Pemantau lapangan mengatakan, pesawat tempur Zionis jenis F16 sejak pagi-pagi terbang secara intensif dan cukup rendah di atas udara Jalur Gaza. Demikian juga pesawat helikopter tempur jenis Apache, terbang di sepanjang perbatasan timur Jalur Gaza, di tengah aktivitas tidak biasa kendaraan-kendaraan penjajah Zionis di dalam zona isolasi.

Sebelumnya pesawat tempur Zionis telah melancarkan rentetan serangan ke dua lokasi di selatan Jalur Gaza namun tidak ada korban jiwa. Mereka menarget daerah kosong dan tempat latihan di Khan Yunis dan Rafah, wilayah selatan Jalur Gaza.

Sumber-sumber militer Zionis mengklaim sebuah roket Palestina telah jatuh pada Sabtu (27/4) malam yang ditembakan dari Jalur Gaza, ke daerah Nagev barat, di dalam wilayah Palestina terjajah 1948. Serangan ini tidak menimbulkan korban jiwa dan kerusakan, demikian klaim sumber keamanan Zionis.

 

 

30 April 2013 – Khudri Tuntut Menlu Arab Tolak Dukungan Amerika Terhadap Penjajah Zionis 

Anggota parlemen Palestina, Jamal Khudri, menuntut Menlu Arab untuk menyatukan sikap menentang dukungan Amerika terhadap penjajah zionis.

Khudri menegaskan, agenda Menlu-menlu Arab bertemu dengan Menlu Amerika, Jhon Kerry, supaya dioptimalkan untuk menentang keputusan Amerika mendukung penjajah zionis ‘Israel’.

Khudri menegaskan pentingnya upaya mengakhiri penjajajah zionis terhadap wilayah Palestina. menurutnya blockade yang saat ini dihadapi rakyat Palestina dan kejahatan pembangunan dinding rasial, pemukiman zionis, dan penyitaan lahan serta yahudisasi Al-Quds terus berlanjut.

Kejahatan zionis tersebut perlu sikap internasional untuk menghentikannya, sikap internasional yang bisa menjamin realisasi perdamaian dan juga membawa stabilitas di kawasan.

Khudri menjelaskan, rakyat Palestina hidup di bawah penjajahan, mereka adalah pemilik hak yang harus meraih kemerdekaan dan tidak bisa diabaikan.

Kekuatan sikap Arab harus bersumber dari hak Palestina, Menlu-menlu Arab adalah pihak yang memiliki kekuatan di lapangan tanpa dapat diragukan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *