Apakah Israel Mentarget Pesawat Tanpa Awak Iran di T4?

Koresponden militer situs Koran “Yediot Ahronot” melaporkan, bahwa target pemboman pangkalan militer “T4” di Suriah, saat fajar hari Senin (09/04), adalah pesawat tanpa awak milik pasukan Iran.

Laporan resmi hari ini (10/04) mengatakan 14 orang tewas, termasuk empat penasihat militer Iran.

Rusia, Suriah, Amerika Serikat dan Iran semua menghubungkan serangan itu kepada Angkatan Udara Israel, tetapi Israel tidak secara resmi meresponnya.

Dikatakan bahwa telah terjadi konfrontasi militer, dua bulan yang lalu, dan berlangsung selama beberapa jam antara Israel dan Suriah, di pangkalan militer yang sama dan dimana pesawat tanpa awak milik Iran berputar di sana. Pesawat F-16 milik regu penyerang AU Israel yang jatuh tanggal 10 Februari lalu oleh tembakan rudal darat anti pesawat, saat itu telah mentarget pangkalan militer T4 dengan dalih bahwa pesawat tanpa awak milik Iran telah bertolak dari pangkalan itu dan memasuki wilayah udara Israel.

Amerika Serikat dengan cepat menyangkal bahwa bukan mereka yang telah mentarget pangkalan militer tersebut. Sangkalan itu disampaikan pasca tudingan yang dilontarkan Suriah kepadanya. Setelah itu, jari tudingan mengarah kepada Israel.

Di sisi lain, Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov, mengungkapkan bahwa  serangan pagi kemaren, sebagai “perkembangan yang berbahaya”.

Dmitry Peskov, juru bicara Kremlin, mengatakan bahwa Rusia tidak menerima peringatan apapun sebelumnya bahwa Israel akan meluncurkan serangan. Ini adalah hal yang membangkitkan keprihatinan, dan dia menambahkan bahwa sikap Israel ini telah dicatat.

Dalam konteks ini perlu disebutkan, bahwa Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu telah berpartisipasi dalam upacara di “Sderot”, dan mengeluarkan pernyataan, tanpa kata menyangkal atau membenarkan serangan Israel tersebut. Dia berujar bahwa “ada sebuah prinsip sederhana: siapa yang datang menyentuhmu, maka saya akan lebih dulu menyentuhnya. Dan saat itu juga.”  Menteri Perumahan Yoav Galant mengatakan, “Suriah tidak akan mungkin berubah menjadi panggung untuk pengiriman senjata ke Lebanon.” (i7)

Sumber: www.arab48.com

Terbit: 09/04/2018 – 22:50

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *