Apa yang Anda ketahui Tentang Gerbang Azab (300) di Jenin?


Makna yang terkandung dalam kata “azab” berbeda-beda dari satu tempat ke tempat lainnya. Menurut warga kota “Zuhru-l-Maleh”, “Toura”, dan “Um Raihan” yang terletak di selatan kota Jenin – sebelah utara Jalur Gaza, disebut demikian karena salah satu sifat yang menempel di gerbang (300) itu.

Penamaan gerbang (300) dengan sebutan “azab”, belakangan ini banyak disebut-sebut bersamaan dengan prosedur birokrasi yang menyulitkan oleh Penjajah. Itu tercermin dalam pembatasan pergerakan petani dan pengiriman hasil-hasil pertanian mereka keluar daerah, dan dilarangnya melintas terhadap orang-orang yang memiliki izin resmi, dan masih banyak lagi “siksaan” lainnya.

Gerbang (300) ini, menurut warga, “Mohammed Zaid,” mengatur kehidupan warga di kota Toura, dan mengatur ritme kehidupan mereka, karena ini adalah satu-satunya gerbang penjara yang masih tersedia sejak dibangunnya tembok apartheid, sebagaimana sejumlah kota-kota yang geografinya telah berubah menjadi kutukan bagi penduduknya.

Anggota dewan desa di Toura,Zaid Yousef Zaid menceritakan kepada koresponden PIP (Pusat Informasi Palestina), bahwa masalah gerbang belakangan ini bertambah parah dengan semakin tingginya tingkat pengetatan, khususnya terhadap keluar masuknya hasil-hasil pertanian, yang menyebabkan kerugian serius bagi petani, terutama karena produk pertanian itu tidak bisa tahan lama.

Dan Gerbang (300) ini memiliki nama Gerbang Toura dan Um Raihan. Dia tunduk pada suasana hati para tentara Israel, menurut warga Abdullah al-Khatib, yang mengatakan bahwa misalnya tentara Zionis penjaga gerbang melarang para petani yang memiliki izin resmi untuk masuk dari Gerang itu. Tentara berdalih bahwa  mereka telah melemparkan batu ke zona militer milik penjajah yang ada di dinding pemisah apartheid.

 

Anak-anak dan Gerbang (300)

Gerbang itu telah memisahkan kota Toura dan kota Zuhru-l-Maleh. Dulu kedua kota itu adalah satu, sampai datang gerbang ini memisahkan rumah-rumah di kedua kota yang saling tumpeng tindih ini. Bahkan sejumlah rumah Zuhru-l-Maleh jadi berada di posisi di luar kota. Sementara pergerakan warga dan para pelajar sekolah menjadi judul penyiksaan harian yang tidak memungkinkan bagi pemisahan ketumpang-tindihan antara mereka.

Seorang pelajar, Amjad al-Khatib yang berasal dari Zuhru-l-Maleh, baru berusia sembilan tahun, setiap hari harus melintasi pintu gerbang itu untuk pergi ke sekolah, dimana pemandangan para siswa dalam antrian beberapa meter dalam suatu kotak pergi dan pulang melewatinya dalam keadaan terprovokasi, baik dengan cara melambat-lambatkan secara disengaja dan provokasi lain yang dilakukan oleh para tentara Zionis.

 

Al-Khatib, pelajar tersebut menggambarkan bagaimana dia bersama teman-temannya setiap hari harus melewati alat-alat pemeriksaan elektronik. Padahal mereka anak-anak, dimana seringkali tentara-tentara itu bersikeras untuk memeriksa mereka bolak-balik.

Pasukan penjajah mengelilingi “Zuhru-l-Maleh” dengan empat pemukiman dari tiga arah yaitu: “Shaked” terletak di sebelah timur desa, jarak tidak lebih dari 350 meter darinya; dan “Hanit” terletak sekitar 500 meter di utara, dan Sekolah pemukiman (Zionis) “Omer”; Lalu sejauh 1000 meter ke barat desa, ada “Tel Menashe”.

Warga Berdesak-desakan

Adapun luas yang diperuntukan bagi para penunggu gerbang (300) tidak lebih dari lima meter kotak sempit khusus bagi lewatnya pelajar dan pekerja dan keluarga. Ini artinya terciptanya sebuah antrian berdesak-desakan dan memperlambat tibanya para pelajar dan karyawan ke sekolah dan tempat kerja mereka dan ini belum termasuk penghinaan yang mereka terima.

Gerbang itu dibuka pukul tujuh pagi dan tutup pukul tujuh malam dan tutup juga di pertengahan hari sekitar  dua jam, dari jam 10-12 siang. Warga harus mematuhi jam-jam tersebut jika tidak mereka harus bermalam di luar rumah mereka, berdasarkan hukum penjajahan yang tidak adil.

————————–

Sumber: www.palinfo.com, terbit: 31/05/2018 – 02:55:27 siang.

, , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *