Angkatan Laut Turki Cegat Kapal Penjajah Zionis Menuju Siprus


Beberapa hari yang lalu, pasukan penjaga perairan Turki mencegat sebuah kapal riset negara Penjajah Zionis yang berlayar menuju lepas pantai Siprus, demikian seperti dilansir Saluran-13 Penjajah Zionis, Sabtu siang (14/12).

Saluran itu mengutip sumber-sumber tingkat tinggi Penjajah Zionis yang terlibat dalam perincian kejadian itu yang mengatakan bahwa “sekitar dua pekan lalu, kapal-kapal angkatan laut Turki mencegat dan mengusir sebuah kapal riset Penjajah Zionis, yang berlayar di lepas pantai Siprus.”

Koresponden politik saluran itu, Barak Ravid, menyatakan bahwa kapal-kapal dari Angkatan Laut Turki mencegat kapal riset “Bat Galim” yang berafiliasi kepada “Pusat Penelitian Laut dan Samudera”, yang berada dalam kendali Kementerian Energi negara Penjajah Zionis.

Sumber-sumber tersebut menjelaskan bahwa kapal Penjajah Zionis sedang dalam misi yang tujuannya tidak diungkapkan, saat dicegat dan diusir oleh angkatan laut Turki saat berlayar di perairan teritorial Siprus.

Saluran-13 melaporkan bahwa para peneliti dari Universitas Ben Gurion di Beersheba berada di atas kapal penelitian Penjajah Zionis itu, didampingi oleh seorang ahli geologi Siprus yang melakukan studi gabungan dengan persetujuan dari pemerintah Siprus, tanpa mengungkapkan rincian dan jenis studi tersebut.

Selama pelayaran di perairan Siprus, kapal-kapal angkatan laut Turki mendekati kapal penelitian Penjajah Zionis, menurut para pejabat negara Penjajah Zionis, tiba-tiba para perwira angkatan laut Turki menghubungi kapten kapal riset Penjajah Zionis melalui jaringan komunikasi dan mulai mempertanyakan aktivitas yang sedang dilakukan di wilayah itu, meskipun kapal itu sedang berada di wilayah Laut Mediterania, dimana menurut pihak Penjajah Zionis, Turki tidak memiliki otoritas di sana.

Sementara itu, perwira angkatan laut Turki meminta kapten kapal riset Penjajah Zionis untuk segera meninggalkan tempat itu dan tidak melanjutkan penelitian, dan kapal Penjajah Zionis itu terpaksa menghentikan operasinya dan berlayar ke daerah lain.

Insiden intersepsi kapal Penjajah Zionis terjadi pada saat hubungan antara Turki, Yunani, dan Siprus berada dalam kondisi tegang terkait kontrol ladang gas di Laut Mediterania. Tahun lalu, Turki mengirim kapal-kapal militer, dan kapal-kapal berikut peralatan untuk pengeboran dan eksplorasi minyak dan gas di perairan arah lepas pantai Siprus.

Turki, beberapa pekan yang lalu, telah menandatangani dengan Libya, sebuah kesepakatan kontroversial yang mendefinisikan perbatasan perairan ekonomi antara Libya dan Turki di Mediterania. Perjanjian tersebut mengabaikan keberadaan Siprus dan hak ekonomi Siprus dan Yunani di Laut Mediterania. Dimana faktanya perjanjian tersebut mengalihkan sebagian besar hak-hak tersebut kepada Turki.

Saluran 13 mengklaim bahwa perjanjian antara Turki dan Libya dapat memiliki dampak besar bagi negara Penjajah Zionis. Itu dikarenakan rencana negara Zionis untuk memasok pipa dari ladang gas di wilayah ini di perairan ekonomi Penjajah Zionis ke Siprus dan Yunani dan mencapai Italia. Negara Penjajah Zionis bermaksud menggunakan jaringan pipa ini untuk mengekspor gas ke seluruh Eropa.

Awal pekan ini, Konjen Kedutaan negara Penjajah Zionis di Ankara dipanggil ke dalam sebuah sesi minta penjelasan dihadapan para petinggi Turki Turki yang telah menyampaikan pesan peringatan kepada negara Penjajah Zionis pasca perjanjian dengan Libya.

Menurut para petinggi negara Penjajah Zionis, Turki telah memperjelas posisinya bahwa setiap langkah oleh Penjajah Zionis terkait pipa gas ke Eropa harus mendapatkan persetujuan Turki, karena pipa tersebut seharusnya melewati perairan ekonomi Turki.(i7)

———–

Sumber: www.arab48.com, terbit: 14/12/2019 – 22:27

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *