Anggota Dewan Inggris Debatkan Deklarasi Balfour 1917

aspacpalestine.com – London. Anggota Dewan Inggris mendesak pemerintah untuk menghormati deklarasi Balfour tahun 1917. Deklarasi yang telah berusia 100 tahun ini merupakan dukungan inggris untuk berdirinya sebuah negara yahudi di Palestina. Namun, pekan ini deklarasi ini diperdebatkan di kalangan parlemen inggris, Rabu (25/10/2017).

Perdebatan tersebut terjadi beberapa jam setelah Perdana Menteri Inggris, Theresa May mengulangi bahwa pemerintahannya akan memperingati 100 tahun deklarasi Balfour dengan “penuh kebanggaan”.

Anggota Parlemen dari Partai Nasionalis Skotlandia, Joanna Cherry menggarisbawahi bahwa banyak dari konstituennya “yang telah menunjukkan bahwa deklarasi Balfour mengabaikan hak asasi manusia, harapan dan hak hampir 90 persen orang-orang Palestina pada tahun 1917, di Palestina.

“Deklarasi Balfour dan tindakan Inggris selanjutnya saat palestina berada di bawah kontrol Inggris, telah menciptakan kerangka perampasan orang-orang Palestina. Selain itu dibawah kontrolnya, Inggris membangun sebuah negara dengan basis hukum dan kebijakan yang selanjutnya memiliki hak istimewa atas orang-orang Yahudi, di atas tanah Palestina”, ujarnya.

Anggota parlemen dari golongan buruh, Jullie Eliot mengatakan seabad deklarasi Balfour tidak harus dirayakan dengan cara apapun. Namun, harus menjadi sebuah waktu kita berhenti sejenak, memikirkan situasi saat ini, karena pernyataan anggota-anggota parlemen sebelumnya dan perhatikan baik-baik dampak deklarasi itu terhadap situasi saat ini.

“Ini waktunya pemerintah Inggris bertanggungjawab atas tindakan Balfour dan pemerintah 1917. Pemerintah Inggris harus mengakui negara Palestina. Hal ini untuk memenuhi kewajiban moral kita terhadap rakyat Palestina, termasuk 5 juta pengungsi yang memiliki hak untuk kembali”, desaknya.

 

Sumber: aa.com.tr

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *