Analis: Serangan Gaza untuk Menutupi Gerakan Tepi Barat

Penjajah Zionis berusaha melarikan diri ke depan dan menutupi kejahatannya terhadap para tawanan, terakhir adalah meninggalnya tawanan Abu Hamdiya, dengan melancarkan serangan ke Jalur Gaza dan mengalihkan pandangan dari gerakan rakyat di Tepi Barat. Demikian menurut dua analis politik Palestina.

Secara terpisah, dua analis politik Palestina menjelaskan bahwa tindakan penjajah Zionis menggempur Jalur Gaza, untuk pertama kalinya sejak penandatanganan gencatan senjata, adalah untuk menutupi gerakan dan kemarahan rakyat menyusul kematian tawanan Palestina Abu Hamdiyah.

Ketua Pusat Kajian Masa Depan, Ibarhim Madhun mengatakan bahwa eskalasi Zionis ini bukanlah tiba-tiba namun dalam kgerangka ketegangan yang terjadi akibat kematian tawanan Palestina Abu Hamdiyah, terlebih di sana ada seruan-seruan dari Jalur Gaza untuk menembakkan roket ke wilayah penjajah Zionis.

Dia menegaskan bahwa pemerintah Zionis yang baru memiliki strategi yang lebih jahat dalam menghadapi Jalur Gaza. Terlebih Menteri Militer Moshe Ya’alon mengusung teori permusuhan terhadap Jalur Gaza dan dulua dia menolak keluar dari Jalur Gaza.

Menurut Madhun, penjajah Zionis memprovokasi Jalur Gaza dan membiarkan terjadi ketegangan tetap ada terisolasi dari Tepi Barat. Sementara di Tepi Barat Zionis melakukan yahudisasi dan perluasan permukiman di tengah-tengah koordinasi keamanan antara OP dan militer Zionis. Dan benar, penjajah Zionis cemas dengan gerakan rakyat yang kembali meletus di Tepi Barat, yang dinilai bisa memicu meletusnya intifadhah Palestina ketiga. Karena itu Zionis sangat waspada dan melakukan kajian atas kebijakannya.  

Analis politik Hamzah Abu Shanab berpendapat bahawa penjajah Zionis berusaha mengembalikan situasi kepada sebelum agresi terakhir ke Jalur Gaza. Dengan melancarkan serangan-serangan lapangan ke perlawanan tanpa menimbulkan korban jiwa dengan alasan sebagai reaksi atas serangan roket dari Jalur Gaza.  Zionis sengaja melakukan serangan-serangan pemboman tanpa melakukan konfrontasi langsung dengan perlawanan.

Menurutnya, penjajah Zionis sadar bahwa gerakan rakyat di Tepi Barat akan semakit kuat. Karena itu Zionis memiliki kekhawatiran lebih di Tepi Barat dibandingkan Jalur Gaza. Karena Zionis tidak ingin terseret dalam konfrontasi baru dengan perlawanan di Tepi Barat. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *