Amir Qatar Harapkan Persatuan Terwujud di Palestina

Amir Qatar Syaikh Hamad bin Khalifa Ali Tsani menyerukan orang-orang Palestina untuk mengakhiri perpecahan, merealisasikan rekonsiliasi dan bersatu untuk menghadapi isu-isu  nasional mereka. Dia menegaskan pentingnya mengakhiri perpecahan dan menghimpun barisan untuk menghadapi tantangan bersama. “Karena perpecahan lebih berbahaya dari agresi Zionis Israel,” ungkapnya.

Hal tersebut disampaikan Hamad dalam sambutan, Selasa (23/10) petang di Universitas Islam Gaza. Dia mengatakan, “Sekarang saatnya orang-orang Palestina menghapus lembaga perselisihan sesuai apa yang disepakati di Doha dan Kairo yang diikuti oleh Presiden Palestina Mahmud Abbas dan Kepala Biro Politik Gerakan Hamas Khaled Misy’al.”

Dia mengatakan, “Angin perubahan kuat yang menerpa tanah Arab barangkali meminggirkan isu Palestina secara media dan politik. Hal ini menuntut agar orang-orang Palestina bekerja secara bersatu untuk mengukuhkan keadilan isu Palestina dengan mengatasi semua pengelompokan yang sempit. Kedzaliman sejarah yang dialami saudara-saudara di Palestina masih menjadi bencana kemanusiaan yang belum bisa dihentikan oleh masyarakat internasional.”

 

Hamad memuji keteguhan dan perjuangan Gaza dan rakyatnya dalam menghadapi agresi (Israel). Dia mengatakan bahwa keteguhan dan perjuangan ini merupakan sumber harga diri Arab.  “Keteguhan perjuangan Gaza merupakan faktor penentu dan memberi pelajaran kepada orang yang berilusi tentang keteguhan orang yang yakin ada kebenaran. Kesabaran Gaza menjadi pelajaran bagi orang-orang yang menghinakan diri dan sebab meletusnya Arab spring,” imbuhnya.

Dia menyatakan bahwa Qatar bersama dengan Palestina sebelum dan sesudah agresi. Qatar termasuk di antara negara-negara yang bertama membuka konsulatnya di Gaza. Dia menegaskan, “Membantu warga Gaza dan Palestina adalah kewajiban saudara pada saudanya.”

Syaikh Hamad menegaskan, “Rekonstruksi Gaza harus memberi prioritas pelaksanaan bagi keputusan Arab yang diambil setelah agresi Israel sejak 5 tahun lalu dan sejumlah negara Arab dan non Arab telah berjanji untuk merekonstruksi Gaza.”

Dia menyerukan kepada semua pihak menepati janjinya agar tidak melupakan rekonstruksi Gaza dan meringankan penderitaan warga Gaza. Dia juga berteima kasih kepada Mesir dan rakyatnya, juga pada revolusi dan presiden barunya, Dr. Muhammad Mursi, atas peran mereka dirinya bisa bersama warga Gaza hari ini. (infopalestina.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *