Amerika Resmi Buka Kedutaan di Yerusalem

Pemerintah Donald Trump telah meresmikan pembukaan kedutaan besar Amerika Serikat di Yerusalem kemarin, Senin (14/5).

Langkah pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel itu menuai kecaman internasional sejak diumumkan Trump pada Desember lalu.

Sebaliknya, Duta Besar AS untuk Israel David Friedman yakin bahwa langkah pemindahan kedutaan itu akan membawa stabilitas di kawasan.

Bruce Riedel, mantan pejabat intelijen AS, CIA, yang kini memimpin Proyek Intelijen di Institusi Brookings menyatakan dengan peningkatan ketegangan antara Iran dan Israel di Suriah, Trump kini sedang ‘melempar gas berisi minyak ke dalam api’ dengan memindahkan kedutaan dari Tel Aviv ke Yerusalem. “Ini sangat berbahaya,” kata Riedel.

Trump tidak hadir untuk meresmikan kedutaan AS di Yerusalem. Dia menunjuk sebuah delegasi kepresidenan, yang dipimpin Wakil Menteri Luar Negeri John Sullivan. Turut dalam rombongan putri Trump, Ivanka bersama suaminya, penasihat Gedung Putih Jared Kushner, serta Menteri Keuangan AS Steven Mnuchin.

Memenuhi janji kampanye, Trump mengumumkan pemindahan kedutaan sebagai pengakuan Yerusalem sebagai Ibu Kota Israel, 6 Desember lalu. “Seperti yang Presiden nyatakan pada 6 Desember 2017, pembukaan bersejarah kedutaan kami mengakui realitas bahwa Yerusalem adalah Ibu Kota Israel dan pemerintahannya,” kata Kementerian Luar Negeri AS dalam sebuah pernyataan.

Pada 1995, Kongres AS mengesahkan undang-undang yang mengharuskan Amerika untuk memindahkan kedutaannya dari Tel Aviv ke Yerusalem. Meski begitu, setiap presiden menolak untuk mengambil langkah tersebut, dengan alasan keamanan nasional. Setiap enam bulan, para presiden AS sejak 1995, menandatangani penundaan pemindahan kedutaan di Israel ke Yerusalem.

Kementerian Luar Negeri AS menyatakan pembukaan kedutaan bertepatan dengan 70 tahun peringatan pengakuan Amerika atas Israel sebagai sebuah negara. Hari berdirinya Israel, yang diperingati Palestina sebagai Hari Bencana atau Hari Nakba. Dimana jutaan warga Palestina terpaksa mengungsi meninggalkan rumah-rumah mereka saat dimulainya penjajahan Israel.

Kota Yerusalem, akibat penjajahan Israel, sejak lama terbagi menjadi wilayah Barat yang banyak dihuni warga Yahudi, dan Yerusalem Timur yang masih tersisa didiami rakyat Palestina.

Langkah sepihak Trump ini menimbulkan kecaman seluruh dunia. Hanya sejumlah negara, terutama yang bergantung pada bantuan Amerika Serikat, mendukung atau tidak berani bersikap soal keputusan AS memindahkan kedutaan ke Yerusalem.

Mengikuti AS, Guatemala dan Paraguay telah menyatakan akan memindahkan kedutaan mereka dari Tel Aviv ke Yerusalem. (LB)

#Nakba70
#GreatReturnMarch
#JerusalemIsTheCapitalOfPalestine

, , , ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *