AL Israel Klaim Gagalkan Serangan Rudal ke Kapal Perangnya

Amin Saadi Jum’ah pada hari Rabu pagi (04/04), diajukan dakwaan terhadapnya atas “rencana melakukan operasi penyerangan kapal unit penyerang milik AL Israel, dan rencana penculikan tentara Israel,” dan itu berada di bawah perintah Gerakan Al-Jihad Al-Islami di Jalur Gaza.

Pasukan AL Israel 12 Maret lalu, telah mencegat sebuah perahu, yang diklaim telah telah melampaui area penangkapan ikan yang diizinkan di sepanjang pantai Jalur Gaza dan melakukan pemantauan pergerakan tentara Israel. Perahu itu terdiri dari sembilan nelayan Palestina lainnya yang telah menjalani interogasi dan dibebaskan, kecuali Jum’ah, tanpa ditemukan satupun senjata tempur di perahu itu.

Menurut dinas keamanan Israel (Shin Bet), bahwa Amin Jum’ah, 24 tahun, adalah seorang aktivis Jihad Islam, ia bekerja di bawah perintah pimpinan gerakan itu di Rafah, dan dia turut serta dalam rencana operasi penyerangan kapal unit penyerang milik AL Israel, dan untuk tujuan itu dia menggunakan beberapa perahu.

investigasi Shin Bet mengklaim bahwa pelaksanaan rencana operasi itu melibatkan penggunaan perahu untuk menyesatkan, dan ketika AL Israel mengarah ke perahu itu, maka perahu lain menyerang kapal Israel dengan menggunakan rudal anti-tank tipe “Cornet”, sementara perahu yang ketiga diasumsikan akan mendekati kapal Israel kemudian dalam upayanya menculik tentara Israel untuk ditukarkan dengan tahanan Palestina.

Shin Bet juga mengklaim bahwa sebagai bagian dari persiapan operasi, Jum’ah melakukan pemantauan kapal unit penyerang AL Israel dan mengumpulkan informasi terkait titik-titik lokasi kapal, jumlah tentara di kapal masing-masing, dan persenjataan yang mereka miliki di atas kapal.

Atas nama (Otoritas) Distrik Selatan Israel, telah melayangkan surat dakwaan kemaren (04/04), terhadap Jum’ah, ke Pengadilan Negeri Beer Sheva. Dia didakwa dengan tuduhan “melakukan banyak pelanggaran keamanan melawan negara, termasuk perencanaan dan pengumpulan bahan untuk tujuan menargetkan kapal unit penyerang AL Israel.”

Menurut surat dakwaan, seorang pemimpin gerakan Jihad Islam diklaim bernama Ahmad Mekdad, telah menemui Jum’ah pada bulan Agustus 2017 dan menawarkannya ikut berpartisipasi bersama beberapa orang lainnya untuk melaksanakan operasi itu. Dan antara bulan Agustus sampai Maret lalu Jum’ah telah melakukan beberapa tur pemancingan ikan laut menggunakan beberapa perahu pribadi milik keluarganya dan milik keluarga Mekdad, dimana saat itu mereka melakukan operasi pemantauan, termasuk memfoto kapal-kapal unit penyerang milik AL dengan perangkat seluler, mentransfer foto-foto itu kepada Mekdad, yang telah memintanya informasi lain terkait kapal unit penyerang AL dan titik-titik lokasinya dan berbagai senjata penyerang yang ada di atasnya, ditambah lagi jumlah tentara yang ada di masing-masing kapal itu.

Menurut informasi yang dia berikan, dia mengatakan bahwa ada 12 tentara di masing-masing kapal, enam dari mereka tetap berjaga-jaga, dan tujuh orang berada di dekat senapan mesin. Dia juga memperkirakan bahwa kapal nelayan membutuhkan sekitar seperempat jam untuk bisa sampai dari tepi pantai ke lokasi kapal unit penyerang AL Israel.

Dalam surat dakwaan itu juga disebutkan bahwa Jum’ah telah berhasil mengirimkan 500 kilogram bahan peledak, lima tahun yang lalu dari Mesir ke Jalur Gaza atas permintaan seorang aktivis Hamas.

Dalam pernyataan yang diterbitkan oleh dinas keamanan Shin Bet mengatakan bahwa “pembicaraan tentang perangkat lain di dalam rangkaian operasi terencana itu dan diprakarsai oleh Gerakan Al-Jihad Al-Islami di Jalur Gaza dalam beberapa bulan terakhir, termasuk diantaranya adalah terowongan ofensif yang berhasil digagalkan pada 30 Oktober 2017, penembakan mortar ke arah Israel pada tanggal 30 November 2017, dan penembakan mortar ke arah beberapa perkampungan Yahudi di sekitar Jalur Gaza pada 28 Desember 2017, dan lainnya.” (i7)

Sumber: www.arab48.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *