Aksi Kepulangan Akbar Jumat ke-16: Empati Untuk Khan Ahmar

Oleh: Lulu Basmah

Seorang bocah syahid dan ratusan luka-luka, Jum’at (13/7) sore akibat tembakan peluru tajam dan gas air mata yang ditembakan pasukan penjajah Israel, menyasar para peserta aksi Jum’at ke-16 aksi kepulangan akbar, yang bertemakan “Empati untuk Khan Ahmar.”

Seorang bocah, Usman Romi Halas (15) syahid akibat tembakan peluru Israel di Gaza Timur, dan 220 lainnya luka-luka, termasuk 2 orang petugas medis.

Koresponden kami menginformasikan, ribuan warga berdatangan ke kemah kepulangan akbar di Gaza Timur, untuk berpartisipasi dalam aksi Jum’at, sebagai ungkapan empati kepada warga Khan Ahmar yang tengah menghadapi pengusiran oleh pihak penjajah Israel.

Sementara itu pasukan Israel melancarkan tembakan dari waktu ke waktu, dan gas air mata ke kemah-kemah kepulangan di Gaza Timur, dan direspon dengan pembakaran ban oleh para pemuda Palestina, untuk menutupi pandangan para sniper Zionis.

Dalam konteks ini, para pemuda Palestina melanjutkan pengiriman balon-balon api, yang memicu kebakaran di sejumlah kawasan berbeda di wilayah jajahan Israel di sekitar Gaza.

Komite nasional pawai kepulangan akbar dalam keterangannya menyerukan segenap elemen Palestina untuk barpartisipasi luas dalam aksi Jum’at Empati untuk Khan Ahmar.

Komite mengajak warga untuk hadir ke kemah kepulangan, dan menegaskan aksi bersifat damai dan akan terus berlanjut sampai meraih tujuan, yaitu melindungi hak kepulangan bagi pengungsi ke Palestina, dan pencabutan blokade dzalim terhadap Gaza. Serta menolak deal of century yang digagas Amerika, yang dikenal “Negeri Alternatif Untuk Palestina”.

Komite menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada warga Khan Ahmar di Al-Quds, atas keteguhan mereka melawan penjajah Israel.

Ditegaskan, bertolak dari kesatuan darah, kesatuan tujuan dan perjuangan, maka mereka menyatakan Jum’at ini sebagai Jum’at empati dan setia untuk warga Palestina di Khan Ahmar.

Aksi dimulai usai shalat Ashar sampai pukul 19:30 petang.

Pengadilan tinggi Israel menerbitkan putusan sela yang melarang otoritas Israel menggusur Khan Ahmar, dan menunda persidangan sampai Senin depan, untuk merespon putusan ini dalam beberapa hari kedepan.

Pada Mei lalu, pengadilan yang sama menerbitkan putusan penggusuran Khan Ahmar, yang dihuni 190 warga Palestina, terdapat satu sekolah yang memberikan pendidikan kepada 170 siswa dari berbagai tempat di kawasan.

Penduduk di kawasan Khan Ahmar berasal dari padang pasir Negev, mereka tinggal di pinggiran Al-Quds tahun 1953, pasca pengusiran paksa oleh otoritas Israel. Kawasan Khan Ahmar dikelilingi permukiman Israel dan menjadi sasaran penggusuran untuk proyek perluasan permukiman Israel, yang dikenal dengan kawasan E1.

Penyitaan terhadap 12 ribu acer (1 acre = 1000 meter persegi) berlanjut di sepanjang wilayah Timur Al-Quds sampai laut mati.

Rencana proyek ini bertujuan mengosongkan kawasan dari eksistensi Palestina, termasuk pemisahan Tepi Barat dengan bagian tengah, dan isolasi Al-Quds Timur dari Tepi Barat. (LB)

#16thFriday
#GreatReturnMarch
#FreeGaza
#FreeQuds
#FreePalestine

, ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *