Aksi Jumat ke-14 di Gaza: 2 Syahid dan 415 Luka-luka

 

Gaza, 29/06/2018 – Dua warga syahid dan puluhan lainnya menderita luka-luka, Jumat (29/06), oleh tembakan peluru Penjajah dan gas air mata, saat mereka ikut serta dalam aksi hari Jumat yang mengusung tema “Dari Gaza ke Tepi Barat” di perbatasan bagian timur Gaza.

Kemenkes Palestina mengumumkan syahidnya Muhammad Fauzi Muhammad Al-Humayidah, usia 24 tahun, akibat luka ditembak oleh Penjajah di bagian perut dan betis di timur Rafah Jumat sore. Syahid pula seorang anak berusia 13 tahun akibat luka di bagian kepalanya.

Anak syahid ini bernama Yasir Amjad Abu Al-Naja, putra tertua dari seorang Komandan di Brigade Al-Qassam, Amjad Abu Al-Naja.

Kementerian juga melaporkan 415 orang warga telah menderita beragam luka-luka dan tercekik gas, sebagiannya telah masuk ke beberapa rumah sakit di Jalur Gaza.

Jumat ke-14 dari aksi Pawai Kepulangan Akbar di Gaza kali ini mengusung nama  lengkap “Dari Gaza ke Tepi Barat Kesatuan Darah dan Nasib Bersama.”

Laporan yang dinukil oleh “Pusat Informasi Palestina” disingkat PIP ini merupakan bagian reportase intensif terhadap berbagai aksi pawai, dengan update terus menerus dari Kemenkes Palestina, untuk menghitung jumlah syuhada dan korban luka-luka.

Kemekes menjelaskan dalam informasi terbarunya bahwa Penjajah telah membidik beberapa mobil ambulan di timur Kota Gaza, yang mengakibatkan 3 orang kru ambulan tersebut menderita luka dari tercekik gas.

Menurut koresponden PIP bahwa ada ribuan warga yang berkerumun sejak Jumat siang di tenda-tenda kepulangan, untuk ikut serta dalam aksi Jumat tersebut.

Begitu para demonstran itu tiba di lokasi, pasukan Penjajah mulai menembakan senjata dan bom-bom gasnya ke arah para peserta. Para pemuda mulai membakar ban-ban mobil untuk mencoba menghalangi penglihatan para penembak jitu pasukan Penjajah.

Dijelaskannya bahwa para pemuda juga terus menerbangkan balon-balon pembakar ke arah tanah-tanah yang dijajah di timur Gaza, dimana media Penjajah melaporkan pecahnya 5 titik kebakaran di tengah aksi tersebut.

Komite Nasional untuk Perkemahan Pawai Kepulangan dan Pemecah Blokade dalam pernyataannya menyerukan penduduk Gaza untuk turut serta secara besar-besaran dalam aksi jumat ke-14 itu.

Komite meminta penduduk untuk menuju ke perkemahan kepulangan di timur Jalur Gaza, dengan menegaskan aksinya yang damai dan tabiatnya yang kerakyatan dan kontinyuitasnya hingga tercapai tujuan yang diinginkannya yaitu dijaminnya hak kepulangan ke Palestina dan dicabutnya blokade yang tidak adil dari Gaza, dan menolak “Kesepakatan Abad Ini”  oleh Amerika yang disebutnya sebagai tanah pengganti Palestina.

Komite itu menyatakan: “Sesungguhnya aksi hari ini akan dimulai langsung dengan shalat Ashar hingga berakhirnya hari Jumat jam 07.30 malam.”

Rentetan Pawai Kepulangan Akbar ini diluncurkan pertama kali pada tanggal 30 Maret lalu, yang diikuti oleh lapisan masyarakat dalam jumlah besar melalui demonstrasi damai di 5 perkemahan kepulangan timur Jalur Gaza, dan aksi ini terus-menerus berlanjut dengan puncak keramaiannya pada setiap hari Jumat.

Aksi ini menyerukan agar diterapkan dan di laksanakannya hak kepulangan bagi Bangsa Palestina ke tanah airnya dimana mereka telah diusir dari sana. Ini seiring dan sesuai dengan berbagai resolusi internasional dan PBB khususnya terkait kepulangan para pengungsi Palestina. Diantaranya adalah resolusi no. 194 yang menyebutkan tentang kepulangan dan kompensasi, disamping tuntutan dicabutnya blokade dari Gaza.

Sejak diluncurkannya aksi Pawai Kepulangan Akbar ini, lebih dari 140 warga yang telah syahid, dan 15 .000 warga lainnya menderita luka-luka akibat penindasan yang dilakukan Penjajah terhadap para peserta aksi, dan juga aksi-aksi pengeboman lainnya dalam berbagai kesempatan di Jalur Gaza.

——-

Sumber: www.palinfo.com, terbit 29/06/2018 – 03:38:35 siang.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *