Ahmad Jarrar, Pemuda Buruan Israel

Tepi Barat| Sabtu lalu (3/2), tentara Israel memburu Ahmad Jarrar untuk ketiga kalinya. Mereka membuat kerusakan di desa Wadi Burqin, Jenin, Tepi Barat. Akibat dari serangan itu banyak warga sipil menjadi korban, sejumlah fasilitas dan rumah mengalami kerusakan.

 

Sebenarnya, siapa Ahmad Jarrar hingga membuat Si Penjajah kalang-kabut mencarinya? Pemuda asal Wadi Burqin ini bernama lengkap Ahmad Nashr Jarrar. Baru berusia 24 tahun dan merupakan putra dari seorang Komandan Brigade Al-Qassam, yakni Nasr Jarrar. Ia dijadikan simbol perlawanan di Palestina, bersama dengan Ahed Tamimi, pejuang putri asal desa Nabi Saleh. Ahmad Jarrar berhasil membuat Zionis Israel murka dan kocar-kacir memburu dirinya.

 

Pemuda Jenin ini berhasil melakukan operasi pembunuhan terhadap petinggi Zionis di dekat wilayah Nablus. Tak ada seorang pun yang mengira, bahwa Ahmad Jarrar secara individu sibuk berdagang, tetapi di saat yang sama ia adalah seorang pejuang. Setelah operasi itu, dirinya kembali ke pekerjaan rutin dengan menjual kain dan gorden. Ia mampu mengelabui intelijen Israel.

 

Muawiyah Musa, seorang pengamat urusan Zionis, mengatakan bahwa apa yang dikhawatirkan penjajah itu adalah lahirnya tokoh perjuangan yang menginspirasi, yakni Ahmad Jarrar. Oleh karena itu, mereka ingin mengakhiri fenomena dan memburu Ahmad Jarrar hingga tiga kali. Para penjajah itu tahu bahaya dari eksistensi Ahmad Jarrar.

 

Maka sejak saat itu, Jenin tidak pernah tertidur karena serangan brutal Zionis Israel. Mereka mencari Ahmad Jarrar, tetapi melakukan penangkapan terhadap rekan-rekan dari Ahmad Jarrar juga. Akan tetapi, keributan di Jenin tidak membuat warganya kesal terhadap Ahmad Jarrar.

 

Dalam konfrontasi yang terjadi baru-baru ini, para pemuda melantunkan seruan untuk mengapresiasi Ahmad Jarrar: “Senjata dibalas senjata, tembakan dibalas tembakan.” Meski Ahmad Jarrar bisa saja menjadi syuhada, korban luka, ataupun ditangkap Israel kapan saja, pesan penting yang ingin diberitahukan Ahmad Jarrar telah sampai, bahwa “Sikap diam di Tepi Barat telah berakhir dan tak akan pernah terulang kembali!”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *