Ahed Tamimi akan Diberi Penghargaan di Afrika Selatan oleh Cucu Mandela

Seniman Italia sedang melukis gambar Ahed Tamimi di tembok pemisah di Betlehem yang dijajah.

 

Aktivis remaja Palestina Ahed Tamimi – yang bebas pada hari Ahad dari penjara Zionis setelah menjalani masa tahanan delapan bulan karena menampar seorang tentara “Israel” – akan diundang ke Afrika Selatan untuk menerima sebuah penghargaan khusus atas keberaniannya, perlawanannya dan kapasitasnya sebagai simbol harapan bagi jutaan orang, seperti dilansir oleh Afro-Palestine Newswire Service.

Ini seperti disampaikan oleh Zwelivelile “Mandla” Mandela, kepala Dewan Adat Mvezo dan cucu Nelson Mandela. Dalam perayaan seratus tahun kelahiran kakeknya, Mandela telah menjanjikan Tamimi bahwa dia akan “terus mendukung dan menggalang dukungan orang lain untuk bergabung ke dalam gerakan BDS (Boikot, Divestasi dan Sanksi) untuk mengisolasi Apartheid Israel hingga Palestina merdeka.” Mandela memberikan penghormatan kepada Tamimi sebagai “Simbol perlawanan Palestina.”

Nariman, Ibu Ahed Tamimi juga dibebaskan pada hari Ahad setelah dipenjara atas tuduhan melakukan hasutan karena membagikan rekaman puteri remajanya yang bangkit menantang tentara “Israel” yang bersenjata lengkap pada Desember lalu.

Dari rumahnya di Nabi Shaleh Tepi Barat yang dijajah, langsung pasca kebebasannya Ahed Tamimi mengatakan bahwa saat dia merasa bahagia bisa bersatu kembali dengan anggota keluarganya, dia masih belum bisa melupakan anak-anak Palestina lain yang masih menderita di dalam penjara-penjara Israel – termasuk saudara kandungnya dan dua sepupunya.

Amnesty International telah memperingatkan bahwa pembebasan Tamimi tidak boleh menyamarkan praktek kebijakan diskriminatif oleh militer “Israel” yang mengurung anak-anak Palestina. “Di saat pembebasan Ahed merupakan sesuatu yang disambut dan memang sudah lama ditunggu, ini juga harus diikuti dengan dibebaskannya anak-anak Palestina lain yang dipenjarakan secarah tidak sah oleh pengadilan militer “Israel,” kata Saleh Higazi, kepala kantor Yerusalem Amnesty.

Menurut kelompok pendukung tahanan Addameer, ada sekitar 5.900 tahanan politik Palestina yang saat ini ditahan di penjara Israel, 291 adalah anak-anak.

Ahed, 17 tahun, yang sejak itu telah menjadi ikon global perlawanan, juga menyampaikan pesan dari pihak tahanan politik perempuan Palestina, dia menyerukan agar rakyat Palestina untuk tetap kuat dan bersatu dalam perlawanan mereka terhadap menghadapai penjajahan “Israel”.

Husam Badran, juru bicara Hamas mengatakan bahwa bebasnya Ahed dan Nariman merupakan “kemenangan” dan  menjadi sebuah insentif bagi upaya lebih lanjut untuk membongkar kejahatan Penjajahan “Israel” dan menyebarkan semangat perjuangan Palestina yang sah ke seluruh dunia … Kami tekankan bahwa kami akan terus mengambil jalan perlawanan sampai kebebasan bagi semua tahanan Palestina terwujud.”

Menyambut berita pembebasan mereka, Hanan Ashrawi, anggota eksekutif PLO (Organisasi Pembebasan Palestina) menyatakan bahwa penangkapan Ahed dan ibunya “adalah bukti lebih lanjut dari pelanggaran dan kejahatan “Israel” yang dilakukan terhadap anak-anak dan perempuan Palestina yang tidak bersenjata.” Ashrawi berkomitmen untuk “terus menempuh proses politik dan hukum untuk mencari jalan kebebasan dan keadilan bagi semua tahanan Palestina, keluarga mereka dan orang-orang terkasih.”

Tamimi dan ibunya ditangkap oleh pasukan Israel pada Desember 2017 setelah video viral yang menunjukkan gadis, yang saat itu berusia 16 tahun, memukul dan menampar dua tentara bersenjata “Israel” di luar rumahnya di Nabi Saleh. Pada saat itu, gadis itu sedang menanggapi berita bahwa sepupunya Mohammed, 15 tahun, telah ditembak tepat di wajahnya oleh pasukan “Israel” dengan peluru baja berlapis karet pada hari sebelumnya, yang membuatnya berada dalam kondisi kritis.

Penangkapan gadis remaja ini telah menarik kecaman internasional dan menjadikan praktek penangkapan dan pemenjaraan “Israel” terhadap warga Palestina, terutama anak-anak Palestina dalam sorotan. (i7)

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 30/07/2018, jam 03:48 pagi.

, ,

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *