Abbas Gerak Lawan “Shafqat Al-Qarn” di DK PBB

Presiden Palestina Mahmoud Abbas telah menyerukan diadakan sebuah konferensi perdamaian internasional antara Palestina dan Israel pada pertengahan tahun ini berdasarkan resolusi legitimasi internasional. Itu disampaikannya dalam sidang DK-PBB yang membahas situasi di Timur Tengah. Masih dalam sidang yag sama dia menyerang Amerika dan Israel. Dia menuntut dibekukannya pengakuan Yerusalem sebagai ibukota Israel selama masa perundingan. Dia juga menyerukan pembentukan mekanisme internasional yang terdiri dari berbagai pihak bagi penyelesaian isu Palestina.
 
Abbas berharap semua negara yang belum mengakui Palestina agar mengakuinya (sebagai negara berdaulat) dan diberikannya keanggotaan penuh kepada Palestina di dalam PBB. Dia juga meminta perlindungan internasional bagi warga Palestina, yang berjumlah lebih dari 13 juta orang, dan memberikan ketegasan bagi hak mereka atas tanah air mereka sendiri.
 
Dia menekankan bahwa ada rintangan dalam proses perdamaian karena keputusan Amerika, yang menganggap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan juga karena kekerasan sikap Israel.
 
Dalam pidatonya, Abbas menuduh PBB sejauh ini telah gagal menerapkan ratusan resolusi terkait isu Palestina. Abas menjelaskan bahwa Israel bertingkah bagaikan kebal dari hukum internasional dan Penjajah ini telah mengubah situasinya jadi permanen dan bermukim (di tanah Palestina).
 
Dalam pidatonya, Abbas menyerang Amerika Serikat, dengan mengatakan bahwa AS melakukan kontradiksi dengan dirinya sendiri, membatalkan komitmennya sendiri dan melanggar legitimasi internasional melalui keputusannya pada tanggal 6 Desember, yang menganggap Yerusalem sebagai ibu kota Israel.
 
Serangan Terhadap Abbas
 
Setelah dia mengakhiri pidatonya, Abbas meninggalkan ruangan dan kesempatan diberikan kepada perwakilan Israel untuk PBB Danny Danon, yang melancarkan serangan keras terhadap Abbas. 
 
Dia menggambarkan Abbas sebagai bagian dari masalah tersebut. Menurutnya Abbas biasa berbicara di forum internasional tentang komitmennya terhadap perdamaian, namun ketika berbicara kepada rakyat Palestina, dia menyampaikan pesan yang amat berbeda.
 
Danone mengatakan bahwa presiden Palestina telah menolak beberapa tawaran untuk bernegosiasi dan lebih memilih untuk pergi dan “melarikan diri”.
 
Perwakilan  AS untuk  PBB Nikky Halley meminta kepemimpinan Palestina untuk memilih antara apa yang disebutnya tuntutan mutlak dan hasutan kebencian dan kekerasan yang hanya menambah penderitaan bagi rakyat Palestina atau jalan negosiasi dan penyelesaian.
 
Dia mengatakan bahwa keputusan untuk memindahkan kedutaan AS ke Yerusalem tidak akan berubah dan tidak membutuhkan penerimaan dari para pimpinan Palestina.
 
Bocoran  sidang ini juga membahas tentang visi Amerika yang baru bagi  menyelesaikan isu Palestina melaui berkonsultasi dengan pihak (negara-negara) Arab yang disebut “Shafqat Al-Qarn”. Visi yang akan diresmikan oleh presiden AS tersebut dalam beberapa bulan mendatang akan  membahas semua masalah besar, termasuk masalah Yerusalem, perbatasan dan pengungsi, dan akan didukung oleh pendanaan dari Arab Saudi dan negara-negara Teluk lainnya untuk kepentingan Palestina.
 
Pada pertemuan yang sama, Sekjen PBB Antonio Guterres, menegaskan kembali komitmen masyarakat internasional untuk mendukung upaya mencapai solusi dua negara dalam batas-batas yang aman berdasarkan resolusi internasional dan kesepakatan bersama.
(Aljazeera/i7)
———-
Keterangan Foto:
Abbas di DK-PBB serukan pembentukan mekanisme internasional yang yang terdiri dari berbagai pihak bagi penyelesaikan isu Palestina (Reuters)
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *