86 Orang Yahudi Serbu dan Kotori Masjid Al-Aqsa

Pada hari Kamis (15/03), puluhan Yahudi menyerbu halaman Masjid Al-Aqsa dari Gerbang Mugharabi dengan pengawalan ketat dari tim khusus kepolisian  penjajah. Kru “Sulthah Al-Thabi’ah” Israel (Otoritas yang membidangi masalah lingkungan)  didampingi pasukan penjajah menyerbu kuburan Bab al-Rahmah yang berdekatan dengan dinding Masjid Al-Aqsha sebelah Timur dan mulai membuat perencanaan dan dan melakukan survei, dan mengambil ukuran di berbagai sisinya.

Menurut Humas dan Pejabat Informasi Wakaf Islam, Firas al-Debs, ada 86 orang pemukim Yahudi, termasuk dua anggota intelijen penjajah, menyerbu Masjid Al-Aqsa dan berkeliling ke berbagai sisi halaman masjid.

Saat berada di sana mereka melakukan presentasi tentang “Haikal yang disangkakan dan titik-titik penting penandanya, dan upaya-upaya bagi diadakannya ritual dan syiar Talmud di halaman Masjid Al-Aqsha, khususnya di bagian sebelah Timur masjid.

Polisi Israel terus memberlakukan pembatasan masuknya jamaah masjid untuk shalat di Masjid al-Aqsa, menahan tanda pengenal pribadi orang yang melewati pintu masjid, di samping mempersempit kerja penjagaan masjid selama serbuan dan berkelilingnya para pemukim Yahudi itu di sekitar masjid.

Selain itu, Makam Bab Al-Rahma baru-baru ini mengalami serangkaian serangan Israel dengan maksud untuk merebutnya. “Sulthah Al-Atsar” (Otoritas Israel yang membidangi peninggalan bersejarah) berusaha memotong 40% tanah yang dikuasainya, yang dianggap sebagai penjaga/pertahanan bagian Timur Masjid Al-Aqsa, dan memasang kawat berduri di atas sebagai darinya, sebagai pendahuluan untuk menjadikannya “Taman Taurat” . Sebagaiaman keluarga orang-orang yang dimakamkan disana dicegah untuk membersihkan pekuburan.

Kepala Komite untuk Pemeliharaan Pemakaman Islam di Yerusalem Mustafa Abu Zahra mengatakan bahwa “para pekerja dan insinyur dari” Shulthah Al-Thabi’ah” menyerbu dengan dikawal pasukan dari kepolisian “Hars Al-Hudud” (Keamanan Perbatasan) Pemakaman. Mereka membuat kerja perencanaan di dalamnya, sebagai persiapan untuk mendirikan pagar-pagar di lokasi tanah-tanah waqaf Al-Husainy dan Al-Anshary, dan beberapa bagian dari pemakaman itu.

Dia mengutuk berlanjutnyan penyerbuan terhadap pemakaman Umat Islam di Yerusalem oleh pasukan penjajah, dimana ini merupakan bentuk pelanggaran yang jelas terhadap kehormatan pemakaman. Dia menjelaskan bahwa tanah-tanah wakaf Umat Islam di kota itu merupakan saksi sejarah Islam, dan bagian dari penanda penting kota itu dan beranda penjaga Masjid Al-Aqsha dan pagar-pagar Yerusalem.

Dia mengatakan bahwa tanah-tanah wakaf Ummat Islam adalah warisan kemanusiaan dan warisan bersejarah kota itu. Dia telah mencatat sejarah penduduknya sejak  1.400 tahun yang lalu. Dia menyatakan bahwa Israel mencoba untuk menghapuskan tana-tanda penting dan bukti-bukti kearaban dan keislaman tanah-tanah tersebut. Lalu meyahudisasi kawasan ini dengan membangun institusi Yahudi dan mencaplok tanah-tanahnya sebagai persiapan untuk meyahudisasi seluruh kota suci ini.

 

Abu Zahra menambahkan, “Kami telah berhubungan dengan pihak berwenang dan pengacara untuk menindaklanjuti serbuan terhadap Pemakaman Arrahmah dan tindakan perencanaan dan survey yang dilakukan di dalamnya.”

Kru dari “Sulthah Al-Thabi’ah”  didampingi penjagaan pasukan penjajah baru-baru ini melakukan pemotongan dan pencabutan pohon-pohon di sana, dalam rangka persiapan pembangunan pagar dan pemasangan kabel untuk mencegah penguburan di bagian-bagian baru di tanah wakaf itu.

Perlu dicatat bahwa penajajah telah mengambil sebidang yang cukup signifikan dari pemakaman itu untuk mendukung pendirian taman Talmud. Sudah sejak bertahun-tahun mereka mencegah  warga Yerusalem untuk menguburkan warga yang  meninggal di sana.  Waqaf ini merupakan situs penting ummat Islam yang tertua di Yerusalem, dan diantara sisi-sisinya terdapat pemakaman sejumlah sahabat Rasul SAW dan termasuk juga  ribuan anggota keluarga warga Yerusalem yang telah meninggal dunia (Arab48/i7).

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *