48 Tahun Pembakaran Masjid Al-Aqsha

aspacpalestine.com – Al-Quds. Senin (21/8/2018), peristiwa 48 tahun pembakaran masjid suci Al-Aqsha. Pembakaran tersebut merupakan kejahatan yang menyebabkan kerusakan serius pada berbagai ornamen dan sejarah masjid.

Seorang berkebangsaan Australia bernama Dennis Michael membakar musholla Al-Qibli di masjid Al-Aqsha, pada tanggal 21 Agustus 1969. Malam itu, api membakar sebagian besar masjid, terutama mimbar Shalahuddin Al-Ayyubi.

Disamping itu, kebakaran juga terjadi di masjid Umar mihrab Zakaria di sekitarnya, 48 jendela yang terbuat dari kayu, gipsum, dan kaca berwarna, serta seluruh karpet masjid di musholla tersebut. Selain itu, api juga menyebabkan kerusakan pada kubah kayu, hiasan gipsum berwarna serta emas bersama dengan seluruh buku-buku, ukiran-ukiran baik alami dan arsitektur, dinding selatan, dan laminasi marmer berwarna di dalam masjid tersebut.

Pada saat kejadian itu, para saksi mata memastikan bahwa air terputus dari daerah-daerah di sekitar masjid Al-Aqsha. Mobil-mobil pemadam kebakaran arab dari Ramallah dan Khalil berusaha memadamkan api, sebelum mobil-mobil kebakaran pemadam kebakaran milik pemerintah Israel di Al-Quds datang. Hal tersebut mengindikasikan bahwa terdapat peran Israel secara resmi dalam kejahatan tersebut.

Pembakaran tersebut diikuti dengan gelombang demonstrasi yang besar di Palestina dan yang paling besar di Al-Quds. Perdana Menteri Israel Golda Meir dalam wawancara persnya bahwa Hari terburuk bagi dia adalah hari pembakaran masjid Al-Aqsha, karena kekhawatiran terhadap reaksi yang dilakukan oleh bangsa arab dan Islam. Dan hari terbaik bagi dia adalah hari-hari berikutnya, karena melihat bahwa penduduk bangsa arab tidak bergerak terhadap hal tersebut

 

Sumber: alray.ps

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *