Liga Arab Tolak Segala Bentuk Perubahan Dalam Status Hukum dan Sejarah Yerusalem

Kaum Muslimah meneriakkan yel-yel saat penganut Yahudi , dibawah perlindungan polisi penjajah Zionis, menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsha di kota Baitul Maqdis pada 02 Juni 2019 – Faiz Abu Rmeleh – Kantor Berita Anadolu


Liga Arab memperbarui penolakannya terhadap perubahan apa pun dalam status hukum dan sejarah Kota Baitul Maqdis (Yerusalem), termasuk relokasi atau pembukaan kantor kedutaan atau perwakilan di Kota Suci tersebut.

Al-Sammak menekankan bahwa perubahan apa pun dalam status hukum dan sejarah Kota Suci ini merupakan bentuk pelanggaran hukum internasional dan berbagai resolusi komunitas internasional.

Dia juga menekankan bahwa Liga Arab telah menegaskan kembali sikapnya ini dalam pertemuan terakhir yang diadakan di Tunisia, yang mengutuk keputusan apa pun terkait hal ini termasuk keputusan AS yang mengakui kota Baitul Maqdis (Yerusalem) sebagai ibu kota negara penjajah Zionis dan memindahkan kedutaan besarnya dari Tel Aviv ke kota ini.

Sementara itu, Al-Sammak mengatakan bahwa kota Baitul Maqdis (Yerusalem) sedang menghadapi “pelanggaran yang terus meningkat dan sistematis terhadap status historis, geografis dan demografisnya”.

Al-Sammak menyoroti pentingnya keberadaan UNESCO secara permanen di kota itu, untuk mengamati pelanggaran penjajah Zionis terhadap status quo dan “kebijakan Yudaisasi yang destruktif yang bertujuan untuk mengubah fakta historis, budaya, dan agama [kota Baitul Maqdis (Yerusalem)]”. (i7)

———–

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 29 Juni 2019 pukul 10:30 pagi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *