Tersangka pembunuhan insinyur Hamas ditangkap di Kroasia  

Tunisia mengatakan Bosnia menolak untuk mengizinkan Kroasia menyerahkan tersangka yang dituduh membunuh anggota Hamas Mohammed al-Zawari.

Tunisia mengumumkan penangkapan seorang tersangka dalam pembunuhan Mohammed al-Zawari, seorang insinyur penerbangan yang kelompok Palestina Hamas klaim adalah anggota dari tim pesawat tak berawaknya.

Al-Zawari, 49 tahun, tewas dalam deraan hujan peluru di roda mobilnya di luar rumahnya di kota Sfax, 270km tenggara Tunis, pada bulan Desember 2016.

“Dua orang yang melakukan pembunuhan itu diidentifikasi – keduanya adalah warga negara Bosnia,” “Juru bicara penuntut Tunisia Sofiene Sliti mengatakan pada hari Rabu.

Salah satu tersangka ditangkap pada 13 Maret di Kroasia, katanya, tanpa memberikan rincian di sisi lain.

Bosnia, yang ditanyai oleh Kroasia, menolak mengizinkan tetangga Balkannya untuk menyerahkan tersangka, kata Sliti.

“Kami sedang berdiskusi dengan pihak berwenang Bosnia [untuk meyakinkan mereka] agar menyetujui untuk menyerahkan orang ini, yang masih berada di Kroasia,” katanya.

 

Jenazah anggota Hamas, Fadi Al-Batsh yang dibunuh di Malaysia, tiba di Gaza April [Ali Jadallah/Anadolu]

Bagaimana Mossad melakukan pembunuhan


“Bagaimanapun, kami terkejut menemukan, bahwa pemerintah Bosnia menolak menyerahkan orang yang ditangkap itu kepada Tunisia.”

Dihubungi oleh Al Jazeera, Kementerian Dalam Negeri Bosnia masih belum memberikan tanggapan.

Kementerian Urusan Dalam Negeri Kroasia membenarkan penangkapan itu.
“Setelah penangkapannya, ia diperintahkan untuk berada di penahanan ektradisi. Sedangkan prosedur ektradisi berada di bawah yurisdiksi Badan Peradilan Republik Kroasia,” kata juru bicara Kemendagri Kroasia kepada media setempat.

Tak lama setelah kematiannya, Hamas mengatakan Al-Zawari adalah seorang ahli drone yang telah bekerja untuk “perlawanan” selama satu dekade.

Gerakan ini memberinya kepercayaan untuk mengembangkan drone Ababeel yang digunakan melawan serangan Israel terakhir di Jalur Gaza pada musim panas 2014.
Mossad Jadi Tersangka

 

Para pemimpin dari Hamas dan kelompok Hezbollah Libanon menuduh Agen Intelejen Israel, Mossad, yang membunuh al-Zawari.

November lalu, saat konferensi pers di Beirut, Hamas mengklaim agen Mossad yang membawa paspor Bosnia bertanggung jawab atas pembunuhannya.

Menurut penyelidikan mereka, al-Zawari diawasi ketat oleh Mossad selama empat bulan sebelum pembunuhannya.

Laporan investigasi lengkap, yang dipublikasikan di situs Hamas, termasuk rincian tentang bagaimana pembunuhan itu direncanakan secara cermat selama tiga tahap pada tahun 2015 dan melibatkan 12 orang.

Israel tidak membenarkan ataupun membantah aktivitas yang dilakukannya di luar negeri.

Israel telah membunuh beberapa anggota gerakan Hamas di masa lalu.

Israel juga dituduh berada di balik pembunuhan Fadi al-Batsh bulan lalu di Malaysia; dia adalah seorang ilmuwan Hamas yang dikatakan sebagai ahli membuat roket.

Pada bulan November 2017, keluarga al-Zawari mengecam “kebisuan” oleh pihak pemerintah dan meminta mereka untuk memberikan rincian lebih lanjut tentang penyelidikan atas kasus pembunuhannya.

Israel juga dituduhkan berada di belakang kasus pembunuhan Fadi Al-Batsh bulan lalu di Malaysia. Dia adalah seorang ilmuwan Hamas yang dikatakan sebagai seorang ahli pembuat roket.

Keluarga dan teman-teman Al-Batsh menuduh Mossad melakukan pembunuhan terhadap ilmuwan itu di Kuala Lumpur

pada tanggal 2 April (i7).

——————–

Sumber: Aljazeera.com, terbit: 03/05/2018.

, ,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *