Israel Langgar Kebebasan Pers 29 Kali Selama Februari

Pusat Perkembangan dan Kemerdekaan Media Palestina (MADA) memantau ada 29 pelanggaran terhadap kebebasan media di wilayah Palestina yang dijajah Februari lalu.

Lembaga tersebut melaporkan dalam sebuah pernyataan pada hari Kamis (01/03) bahwa pasukan penjajah Israel telah melakukan 27 kali serangan (dari asalnya 29 kali), sementara kelompok Palestina di Tepi Barat dan Jalur Gaza hanya melakukan dua kali pelanggaran.

Pelanggaran Israel terbagi antara empat hal: dua kasus penyetopan dan penangkapan wartawan, delapan kasus penyerangan fisik dan mengakibatkan luka-luka, dan tidak kurang dari dua belas kasus wartawan  dan wartawati yang ditahan dan dicegah untuk meliput dalam insiden terpisah.

MADA menjabaarkan bahwa pasukan penjajah telah mencegah pertemuan sosial tidak kurang dari 18 orang wartawan yang diorganisir untuk makan malam di kota Yerusalem yang dijajah, termasuk di dalamnya dilakukana tindak penangkapan dan serangan fisik.

Dia menjelaskan bahwa pelanggaran yang dilakukan Palestina adalah pencegahan pihak keamanan Otoritas Palestina terhadap koresponden channel “Ru’ya” Yordania untuk masuk ke di Ramallah, karena disangkakan telah menghina pimpinan Palestina melalui terbitannya di situs jejaring sosial “Facebook”.

Dia menjelaskan Dewan Pers Pemerintah di Gaza telah mencegah penyelenggaraan upacara peluncuran channel “Taif” yang fokus pada isu-isu wanita di Internet (di YouTube dan Facebook), dengan alasan bahwa mereka tidak belum mendapatkan izin untuk itu.

MADA mengamati bahwa perusahaan Facebook telah memblokir dan menutup puluhan halaman milik penduduk Palestina, “sebagai tanggapan atas tuntutan dan tekanan dari pihak Israel,” dengan alasan halaman-halaman tersebut menerbitkan konten “hasutan” (Mugtama/i7).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *