200 Ribu Pucuk Senjata di Pemukiman Yahudi Ancam Nyawa Rakyat Palestina

 

Ramallah – “Dinas Nasional” untuk Pertahanan dan Perlawanan Penjajahan mengatakan: Kemendagri “Israel” telah memperluas kebijakan pemberian izin senjata bagi para pemukim (Yahudi).

“Dinas Nasional” dalam pernyataan pada hari Sabtu (25/08), memperingatkan bahwa Menteri Keamanan Dalam Negeri Gilad Arad, telah mengesahkan amandemen terkait pemberian izin membawa senjata bagi satu juta pemukim “Israel”.

Dia menjelaskan bahwa instruksi ini “meraih momentumnya setelah dorongan dari Pemerintah “Israel” yang meringankan persyaratan untuk memperoleh izin senjata api, dimana diantara syarat yang paling menonjolnya adalah tinggal di pemukiman (Yahudi) yang berdekatan dengan tembok pemisah rasis.”

“Dinas Nasional” memandang bahwa “Ini merupakan perkembangan berbahaya, yang berarti pemberian izin bagi siapa saja dari kalangan pemukim “Israel” yang telah mengikuti pelatihan infanteri di bidang senjata api memenuhi syarat untuk mendapatkan izin memperoleh senjata, yang tidak dipergunakan pada kebiasaannya kecuali untuk membunuh rakyat Palestina dan menakut-nakuti mereka.”

Dijelaskan pula bahwa “Fasilitas perizinan ini akan memungkinkan bagi para pemukim (Yahudi) dari usia kecil, yang sebagian besar terafiliasi kepada organisas-organisasi teroris seperti Shabibit AlTilal‘, dan gangster “Tadfi’ Al-thaman” atau “Price Tag Group” untuk memperoleh senjata hanya semata-mata karena mereka tinggal di pemukiman (Yahudi) yang berdekatan dengan tembok pemisah rasis.”

Lembaga itu melaporkan bahwa saat ini ada sekitar 145 ribu “warga Israel” yang berada di wilayah Palestina yang dijajah sejak agresi tahun 1967 yang memiliki izin untuk membawa senjata, dan ini tidak termasuk tentara dan polisi.

Lembaga itu memandang bahwa pelonggaran standar pemberian izin senjata ini akan meningkatkan jumlah pemukim yang memegang lisensi senjata sekitar 35.000 hingga 40.000 orang. Ini artinya bahwa langkah itu akan mengarah pada peningkatan jumlah pemukim yang membawa senjata menjadi sekitar 200.000 orang.

“Dinas Nasional” meminta agar permasalahan izin mengangkat senjata ini dibawa ke forum internasional untuk memperingatkan bahaya dari peraturan ini, dan menyerukan perlunya perlindungan internasional terhadap rakyat Palestina (i7)

——————–

Sumber: www.palinfo.com, terbit 25/08/2018, jam: 10:50:25.

, ,

About Kholid Abdullah

Kholid Abdullah bekerja sebagai tutor Bahasa Inggris dan Bahasa Arab di beberapa lembaga swasta. Selain mengajar, aktifitas harian yang rutin dilakukannya adalah melakukan alih bahasa dari media berbahasa Inggris dan Bahasa Arab untuk mengisi konten situs ASPAC (Asia Pacific Community for Palestine). Saat ini Kholid sedang menyusun sebuah ebook “Antologi Puisi & Nyanyian Perlawanan Palestina”. Untuk mengirim pesan kepadanya, bisa melalui email: interiorasap@gmail.com.
View all posts by Kholid Abdullah →

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *