150 Pemukim Yahudi Serbu Al-Aqsa di hari kedua Paskah

Kelompok pemukim Yahudi kembali mengulangi pada hari Ahad pagi (01/04),  hari kedua “Paskah” penyerbuan ke halaman Masjid Al-Aqsha yang diberkahi, dari arah gerbang Al-Maghariba, dengan penjagaan ekstra ketat dari pasukan penjajah.

 

Menurut Dinas Waqf Islam, kelompok pemukim Yahudi itu berjumlah lebih dari 150 orang telah menyerbu halaman Masjid Al-Aqsha di hari kedua “Paskah” Yahudi. Mereka melakukan putaran provokatif dan mencurigakan di masjid, pada saat mereka mendengarkan penjelasan tentang mitos Haikal yang disangkakan sebagai lokasi masjid Al-Aqsha.

Dan pasukan penjajah Israel dan unit pasukan khususnya mengamankan penyerbuan yang dilakukan pemukim dalam bentuk berkelompok-kelompok di masjid pagi ini.

 

 

Setiap hari, para pemukim Israel terus menerobos ke Masjid Al-Aqsha, sementara otoritas penjajah melanjutkan tindak rasis dan kriminal mereka terhadap warga asli Yerusalem, dalam bentuk penghancuran rumah-rumah tinggal dan menghalangi mereka untuk melaksanakan shalat ke dalam Masjid Al-Aqsha.

 

Dan Sabtu malam kepolisian penjajah menindas  Pawai Solidaritas terhadap Pawai Kepulangan Jalur Gaza, yang selenggarakan oleh para aktifis di “Bab Al-Amud” (Gerbang Damaskus), salah satu pintu gerbang Masjid Al-Aqsa dan Kota Tua di pusat kota Yerusalem.

Sejak Kamis, Penjajah telah memobilisasi pasukannya di Kota Tua Yerusalem dan sekitarnya, di mana mereka  mendirikan pos-pos pemeriksaan militer di sumbu-sumbu utama dan di dalam lorong-lorong Kota Tua. Mereka juga mendirikan barikade besi di pintu-pintu Kota Tua Yerusalem dan Masjid Al-Aqsa, Juga mendirikan forboden militer bersama dengan pos-pos pemeriksaan polisi di berbagai jalan-jalan kecil dan jalan-jalan raya dan perkampungan di dalam kota, Pada saat yang sama penjajah mengerahkan pasukan patroli militer pejalan kaki dalam jumlah besar di jalan-jalan dan jalan-jalan Kota Tua yang mengarah ke Masjid Al-Aqsha.

 

 

Penjajah dengan aksi militer dan keamanan semacam itu telah telah merubah Kota Tua Yerusalem dan perkampungan-perkampungan lain yang mengelilinginya, menjadi semacam barak militer. Mereka juga telah  mengumumkan keadaan  siap siaga dan waspada selama berlangsungnya hari-hari Paskah (Arab48/i7).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *