10 Luka-luka, 3 Ditangkap Saat Pasukan Zionis Serang Masjid Al-Aqsha

Kota Baitul Maqdis – 31/01/2020 Jumat pasca shalat subuh berjamaah  setidaknya ada 10 jamaah Masjid Al-Aqsha yang menderita luka-luka, dan 3 orang lainnya ditangkap, saat pasukan penjajah Zionis menyerbu Masjid Al-Aqsha di kota Baitul Maqdis yang terjajah, demikian seperti dilansir oleh situs Palinfo.

Situs tersebut mengutip beberapa sumber lokal dan sumber medis yang mengatakan bahwa sekelompok besar pasukan penjajah Zionis menyerbu Masjid Al-Aqsa yang diberkahi. Mereka menyerang para jamaah yang hendak keluar setelah menunaikan sholat subuh hari itu.  Para jamaah  meneriakkan  yel-yel “dengan jiwa dan darah kami tebus engkau, wahai, Al-Aqsha “.  10 diantara mereka menderita luka akibat tertembak peluru karet, salah satunya di bagian kepala.

Pasukan penjajah juga menyerang jamaah masjid yang berada di pintu-pintu  masjid, dan menangkap tiga pemuda setelah menyerangnya terlebih dahulu di dekat Pintu Hettah. Mereka teridentifikasi bernama: Muhammad Abu Shousha, Mahmoud al-Triaki dan Ahmad al-Kiswani

Pasukan penjajah dimobilisasi dalam jumlah besar, dimana mereka dikerahkan dan disebar di jalan Al-Mujahidin.

Kerumunan massa dari puteri-puteri bangsa Palestina terus berdatangan ke Al-Aqsha kota Baitul Maqdis yang dijajah dan juga Masjid Al-Ibrahimi di kota Hebron untuk menunaikan shalat subuh berjamaah dalam gerakan ‘Fajar Agung’ dan Jumat kemarahan menentang ‘Kesepakatan Trump.’

Pasukan penjajah mencoba menghalangi kedatangan jamaah, dan mencegat bus yang membawa jamaah agar tidak mencapai Masjid Al-Aqsa pada hari Jumat ketiga dari gerakan ‘Fajar Agung.’

Meskipun cuaca dingin dan mobilisasi besar-besaran pasukan Zionis di dalam Masjid Suci Al-Aqsha, namun warga Palestina tetap berhasil sampai ke sana, dan memenuhi berbagai sudut-sudutnya.

Masjid-masjid di Tepi Barat yang dijajah juga menyaksikan kehadiran besar-besaran jamaah sholat subuh. Keramaian sholat subuh itu terjadi di beberapa masjid di beberapa negara Islam, dan beberapa ibu kota yang mengadakan demonstrasi menentang ‘Kesepakatan Trump’ pasca shalat Jumat kemaren.

Dan berbagai organisasi nasional dan organisasi Islam serta serikat kerja juga turut menyerukan mobilisasi massa pada Jumat kemaren di Palestina jajahan, dan ikut serta dalam berbagai aksi untuk menentang ‘Kesepakatan Trump’ yang dimulai sejak shalat subuh dalam rangkaian acara ‘Fajar Agung”.

Ini adalah hari Jumat ketiga berturut-turut dimana polisi penjajah menyerbu masjid Al-Aqsha dan menyerang jamaah pasca shalat Subuh.

Ada ribuan jamaah yang ambil bagian dalam shalat Subuh sebagai tanggapan atas seruan kaula muda untuk memprotes meningkatnya jumlah serangan ke Masjid Al-Aqsa. (i7).

———————

 Sumber: mugtama.com, terbit: 31/01/2020, jam 10:43.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *