Penjajah Zionis: ‘Hamas Akan Menangkan Pemilu Legislatif’

Negara Penjajah Zionis, Yordania dan Palestina memprediksi Hamas akan memenangkan pemilu legislatif jika saja pemilu diselenggarakan, demikian seperti dilansir oleh Hayom, koran berbahasa Ibrani kemaren.

Seorang pejabat keamanan negara Penjajah Zionis,  serta pejabat Palestina dan Yordania lainnya, mengatakan kepada surat kabar itu bahwa terlepas dari kurangnya kerja sama politik dan perbedaan besar antara pemerintah negara Penjajah Zionis, Palestina dan Yordania, namun kerja sama keamanan antara ketiga pihak  “mirip dengan alroji buatan Swiss.”

Menurut Pusat Informasi Palestina, laporan itu menyebutkan: “Ada konsensus antara Yordania, Otoritas Palestina (PA) dan negara Penjajah Zionis bahwa jika diadakan pemilu legislatif, menurut pernyataan Abbas, itu akan mengarah pada kemenangan bagi Hamas melawan Fatah, yang akan mengarah kepada penguatan kekuasaan Hamas. “

Laporan itu menyebutkan bahwa mereka yang dekat dengan pertahana Presiden Palestina Mahmoud Abbas mengetahui bahwa berbagai jajak pendapat yang belakangan ini dilakukan di Tepi Barat “dengan jelas menunjukkan bahwa jika pemilu legislatif benar-benar dilaksanakan, Hamas akan menang melawan Fatah, dan bahwa Ismail Haniyeh akan mengalahkan Abbas dalam pemilihan presiden dengan selisih yang besar.

Koran Hayom negara Penjajah Zionis memperingatkan bahwa “beberapa peneliti negara Penjajah Zionis di Jerusalem Center for Public Affairs  telah menunjukkan semacam ketidakpuasan di jalan-jalan Palestina terhadap penolakan Abbas akan inisiatif rekonsiliasi yang usulkan oleh berbagai faksi, meskipun Hamas ‘menerima untuk melakukan rekonsiliasi.”

Abbas, terpilih pada Januari 2005 sebagai presiden Otoritas Palestina pasca meninggalnya Yasser Arafat. Dia terus berada di tampuk kekuasaan sejak saat itu meskipun kalah dalam pemilu 2006 yang menyaksikan Fraksi ‘Perubahan dan Reformasi’ Hamas berhasil memenangkan 78 kursi dari 120 kursi di pemerintahan.

Dalam pidatonya di PBB pada akhir September lalu, Abbas mengatakan bahwa ia akan menyerukan pemilihan umum di Tepi Barat, Gaza dan Yerusalem.

Pada awal Oktober Abbas telah memerintahkan Komite Pemilu Pusat Palestina untuk “segera” memulai pertemuan dan diskusi dengan faksi-faksi Palestina dalam rangka persiapan bagi menyelenggarakan pemilu parlemen. (i7)

——————————

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 17 Oktober 2019 , jam: 09:23 pagii.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *