Badan PBB Yang Membantu Palestina Tolak Usulan AS untuk Melepaskan Mandatnya




Kepala badan PBB yang telah mendukung pengungsi Palestina selama tujuh dekade bereaksi atas usulan Amerika Serikat pada hari Kamis (23/05) yang ingin menjadi negara tuan rumah untuk mengambil alih layanan yang disediakannya di Timur Tengah, lapor Reuters.

Usulan itu datang dari utusan AS untuk Timur Tengah, Jason Greenblatt pada rapat Dewan Keamanan PBB hari Rabu, yang menyatakan bahwa UNRWA harus dinonaktifkan secara efektif ini merupakan serangan terbaru AS terhadap badan PBB yang telah beroperasi sejak tahun 1950.

Bekas donor terbesar UNRWA, Amerika Serikat telah menghentikan pendanaannya kepada badan PBB ini pada tahun 2018, yang menganggap praktik-praktik fiskalnya sebagai “cacat yang tidak dapat diperbaiki” dan memicu ketegangan antara Palestina dan pemerintahan Presiden AS Donald Trump.

“Kita perlu melibatkan pemerintah tuan rumah untuk memulai percakapan tentang rencana transisi layanan UNRWA kepada pemerintah tuan rumah, atau kepada organisasi non-pemerintah internasional atau lokal lainnya, sebagaimana diperlukan,” kata Greenblatt setelah Dewan Keamanan diberi pengarahan oleh kepala UNRWA Pierre Krahenbuhl.

Ditanya dalam sebuah konferensi pers di Gaza hari Kamis lalu (23/05) terkait pernyataan Greenblatt, Krahenbuhl mengatakan bahwa mandat UNRWA adalah masalah yang perlu dipertimbangkankan oleh seluruh anggota Majelis Umum PBB, bukan oleh “satu atau dua negara anggota secara individual”.

“Karena itu, pengungsi Palestina harus ingat bahwa mandat ini dilindungi oleh Majelis Umum PBB, dan tentu saja kita akan terlibat dengan negara-negara anggota untuk memastikan apa yang kita harapkan adalah sebuah pembaruan yang aman bagi mandat tersebut,” kata Krahenbuhl. (i7)

—————-

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 23/05/2019, jam: 06:15 sore.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *