Zionis Gunakan Gerbang Beit Hanun Sebagai Perangkap

Yayasan HAM “Mizan” Center mengecam keras tindakan penjajah Zionis yang melakukan penangkapan terhadap para pasien dan pendamping mereka serta orang-orang Palestina lainnya, yang karena kebutuhan kemanusian mendorong mereka untuk melakukan bepergian melalui gerbang perlintasan Beit Hanun “Erez” yang terletak di utara Jalur Gaza, yang dikuasai penuh oleh pasukan penjajah Zionis.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan kemarin, Rabu (24/7), Mizan Center berpendapat bahwa penangkapan ini sebagai kelanjutan dari kebijakan memprovokasi para pasien Palestina dan memanfaatkan penderitaan mereka karena sakit. Pelanggaran yang terus dilakukan pasukan penjajah Zionis ini menjelaskan sejauh mana tidak adanya komitmen hukum pasukan Zionis tersebut terhadap prinsip-prinsip hukum kemanusiaan internasional khususnya adalah perjanjian Jenewa IV.

Mizan Center memaparkan penangkapan yang dilakukan pasukan penjajah Zionis terhadap sejumlah pasien Palestina yang lewat gerbang perlintasan Beit Hanun dan bertambahnya kasus-kasus penangkapan selama bulan Juli ini.

Gerbang Beit Hanun, hampir menjadi satu-satunya jalan bagi para pasien Palestina dari Jalur Gaza yang tidak bisa mendapatkan perawatan di rumah sakit-rumah sakit di Jalur Gaza, terutama setelah berulangnya penutupan gerbang Rafah, serta setelah prosedur dan pembatasan yang diberlakukan oleh otoritas Mesir pada operasional kerja gerbang Rafah dan pada kadar jumlah orang-orang Palestina untuk pergi melalui bandara-bandara Mesir dan berbagai perlintasannya.

Mizan Center minta masyarakat internasional turun tangan segera dan aktif untuk menghentikan pelanggaran yang telak dan secara sistematis dilakukan penjajah Zionis terhadap kaedah-kaedah dan prinsip-prinsip hukum kemanusiaan internasional dan prinsip-prinsip HAM.

Mizan Center juga minta masyarakat internasional turun tangan segera dan aktif untuk menjamin segera sampainya para pasien dan warga Jalur Gaza lainnya untuk mendapatkan perawatan kesehatan dan kebutuhan utama lainnya, untuk melindungi warga sipil Palestina yang berada di bawah pendudukan dan blokade di Jalur Gaza dan di tanah Palestina terjajah secara umum. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *