USAHA-USAHA ORGANISASI-ORGANISASI ISLAM INDONESIA DALAM MENDUKUNG PERJUANGAN PALESTINA

Bagi kaum Muslimin di Indonesia dukungan bagi Palestina bukan saja kewajiban yang digariskan al-Quran tentang jihad melawan kezaliman dan persaudaraaan Islam akan tetapi juga sesuai dengan pesan yang digariskan dalam kalimat pertama Mukaddimah Undang-undang Dasar 1945 yang secara tegas menyatakan “Bahwa kemerdekaan itu adalah hak segala bangsa dan oleh sebab itu maka penjajahan di atas dunia haruslah dihapuskan, karena tidak sesuai dengan peri kemanusiaan dan peri keadilan.” Kemudian disana dinyatakan pula tentang tugas Pemerintah Negara Indonesia untuk:.. “..ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial”.

Sebagai negara Muslim terbesar di dunia, Indonesia mempunyai banyak organisasi Islam, disamping tentu saja jutaan masjid dan mushalla yang melayani anggota jama’ahnya masing-masing. 0rganisasi-organisasi Islam ini banyak yang berdiri sejak awal abad ke 20, sebelum proklamasi kemerdekaan Republik Indonesia thn 1945. Organisasi-organisasi Islam yang dipimpin oleh para ulama dan intelektual Islam tersebut ini sangat berperan dalam perjuangan kemerdekaan dan pendirian serta kehidupan negara Indonesia sampai saat ini.

Organisasi-organisasi itu bergerak di kalangan grass root ummat dan melayani kebutuhan ummat dalam segala bidang. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah masing-masing dapat disebut sebagai organisasi terbesar dengan jaringan pimpinan hampir di seluruh daerah di Indonesia. Kedua organisasi ini seperti juga organisasi-organisasi Islam lainnya seperti Persatuan Ummat Islam, Jami’ah al-Washliyah, al-Irsyad Islamiyah terutama bergerak dalam bidang pendidikan. Muhammadiyah yang didirikan sejak tahun 1912, misalnya memiliki tidak kurang dari 5700 sekolah dan perguruan tinggi . Sementara ribuan madrasah dan pesantren diselenggarakan oleh para ulama yang bergabung di Nahdlatul Ulama. Organisasi-organisasi tersebut juga bergerak dalam bidang social dan kesejahteraan. Pada saat ini Muhammadiyah memiliki ratusan puskemas dan rumah sakit di berbagai kota di Indonesia.

Meskipun organisasi-organisasi Islam itu bukan partai politik, akan tetapi pengaruh mereka di kalangan masyarakat tidak boleh dipandang enteng. Partai-partai politik dan penguasa pemerintahan yang silih berganti harus selalu memperhatikan sikap dan aspirasi dari pemimpin organisasi masyarakat tersebut. Melalui organisasi-organisasi Islam yang jaringannya terstruktur di berbagai propinsi dan daerah itu, ummat Islam Indonesia dapat terus digalang semangat dan solidaritas mereka terhadap perjuangan rakyat Palestina.

Ummat Islam harus selalu memperoleh informasi, sedikitnya mengenai tiga hal yang berkenaan dengan perjuangan bangsa Palestina yakni: Kesatu: pengusiran bangsa Palestina dari tanah kelahirannya yang merupakan kezaliman dan pelanggaran brutal terhadap hak-hak asasi manusia, Kedua: perjuangan dan pengorbanan bangsa Palestina untuk memperoleh hak-haknya. Tiga: sikap keras kepala Israel dengan dukungan Amerika Serikat untuk terus membangkang resolusi-resolusi PBB dan desakan dunia yang mendukung eksistensi bangsa dan negara Palestina.

Untuk memelihara solidaritas dan dukungan masyarakat luas terhadap perjuangan bangsa Palestina itu, organisasi-organisasi masyarakat di Indonesia khususnya organisasi–organisasi Islam perlu dan dapat melaksanakan berbagai langkah dan kegiatan sebagai berikut secara terus menerus yaitu:
  a. Memasukkan masalah perjuangan bangsa Palestina kedalam mata pelajaran atau sebagai kuliah umum di sekolah-sekolah dasar sampai perguruan tinggi di lingkungan masing-masing organisasi.
  b. Menyampaikan informasi mengenai berbagai aspek perjuangan bangsa Palestina kepada ummat Islam di khutbah-khutbah jum’at dan pertemuan Majlis Ta’lim di masjid-masjid.
  c. Memobilisir pengumpulan dana khusus bagi perjuangan Palestina dari peserta didik, orangtua, dan jamaah masjid.
  d. Setiap tahun diselenggarakan “Hari Palestina” di sekolah, perguruan tinggi, gedung pertemuan, masjid dan tempat-tempat umum.
  e. Melakukan ajakan kepada masyarakat luas untuk melakukan boikot terhadap barang-barang dan jasa buatan Israel dan untuk melakukan bisnis dengan Israel.

Pimpinan organisasi-organisasi Islam harus terus melakukan komunikasi dengan pimpinan partai-partai politik, anggota parlemen, eksekutif pemerintah dan para diplomat untuk lebih vocal dan jangan sering membisu dalam mendukung perjuangan untuk mengakhiri penindasaan dan menegakkan keadilan bagi Palestina.

Tokoh-tokoh organisasi Islam, intelektual dan penulis-penulis Islam harus menyebarkan informasi dan analisa yang benar mengenai akar dari masalah konflik Palestina-Israel dan membangkitkan opini umum guna mendesak penyelesaian yang adil untuk menciptakan perdamaian di wilayah tersebut, melalui surat kabar, majalah, radio, televisi dan media komunitas lainnya.

Pihak KNRP (National Committee for People of Plastine) yang selama ini telah bekerja dengan konsisten dalam upaya-upaya menggalang dukungan mengenai perjuangan bangsa Palestina disarankan untuk memperluas basis dukungan dari kalangan organisasi-organisasi khususnya organisasi Islam dan tokoh-tokoh masyarakat Indonesia lainnya, agar kegiatannya dapat lebih efektif dan meluas ke segenap kalangan masyarakat Indonesia.

Jakarta, 28 Juni 2011.

M.A.RIFAI,
Wakil Ketua Majlis Syuro PUI (Persatuan Ummat Islam).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *