Ulama Muslim: Seret Penormalisasi Hubungan dengan Israel Karena Berkhianat

Rabitah Ulama Muslim menyerukan kepada bangsa Arab dan agar memasukkan semua orang yang menyerukan atau melakukan normalisasi dengan zionis dalam daftar orang yang dituntut ke pengadilan karena dakwaan berkhianat.

Normalisasi dengan zionis adalah pengakuan langsung terhadap negara zionis dan mengakui hilangnya tempat suci serta pelanggaran terhadap tempat-tempat suci Allah.

Rabithah ulama menegaskan, sebagian pihak berusaha menyiapkan sebuah delegasi yang akan ikut dalam konferensi normalisasi di Turki yang diikuti oleh rabi-rabi zionis. Bagian kedua dari konferensi akan digelar di wilayah Palestina jajahan 1948 dengan digelar langsung oleh zionis. Di tengah aksi pelecahan terhadap masjid Al-Aqsha dan seruan Yahudi agar membagi masjid itu menjadi dua, maka Ikatan Ulama Palestina menegaskan bahwa tidak ada seorang pun Muslim di muka bumi yang rela melakukan normalisasi dengan Yahudi yang pernah membunuhi para nabi.

Perundingan yang selama ini digelar antara Palestina dan Israel sudah berlangsung selama 20 tahun namun sama sekali tidak memberikan keuntungan kepada bangsa Palestina. Bahkan pencaplokan dan pencurian tanah warga Palestina di Tepi Barat untuk kepentingan pembangunan pemukiman Yahudi semakin parah. Lantas atas dasar apa bangsa Palestina dan umat Islam melakukan hubungan normalisasi dengan Yahudi dan rabi-rabinya? Apa lantas manfaatnya?

Ikatan Ulama Palestina menegaskan, Yahudi sudah menyadari bahwa mereka tidak akan tenang selama Islam turun dalam pertempuran meleawan mereka. Dan bahwa mereka yang duduk bersama dengan para zionis yahudi adalah pengkhianat dari bangsa Palestina ini.

Rabithah Ulama Islam ini menegaskan bahwa umat sudah ijma tentang keharaman normalisasi dengan Yahudi dan haramnya berkunjung ke kota Al-Quds bagi non Palestina yang saat ini dikuasai oleh Yahudi. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *