Terungkap Rencana Baru Pembangunan 200 Unit Hunian Yahudi di Al-Gaur

Sebuah rencana penjajah zionis yahudi terungkap. Militer penjajah mengumumkan rencana pemukiman baru bernomer 322 di pemukiman Rotem yang terletak di wilayah distrik Thubas, Tepi Barat utara atau di wilayah lembah Jodania untuk membangun 200 unit hunian baru disamping 84 unit tambahan berikutnya yang mencakup permukiman-pemukiman di lembah tersebut.

Pakar dan pengamat urusan wilayah Palestina dan pemukiman Yahudi Khalil Tafkuji mengatakan kepada PIP bahwa rencana itu terbagi menjadi dua; pengusiran warga dan petani Palestina dan desa-desa baduwi di sepanjang wilayah lembah secara sistematis. Kedua, pengusiran dengan mengatas namakan berbagai alasan terutama dengan alasan wilayah militer tertutup, wilayah latihan militer atau wilayah atau tanah milik negara dan alasan-alasan lainnya. Kemudian setelah itu tanah itu diserahkan kepada Founding Nasional Yahudi untuk mengambil alih dan digunakan untuk pemukiman yahudi.

Tafkuji menyebutkan, proyek pemukiman Rotam dibangun 1984 di atas 50 acre wilayah pertanian semi militer.

Luas wilayah lembah ini adalah sekitar 400 km persegi yang dihuni oleh lebih dari 47 ribu warga Palestina. Atau 2% dari seluruh penduduk Tepi Barat. Perbatasan wilayah ini dengan Jordania menjadi titik penting bagi perdagangan dan perjalanan dengan wilayah-wilayah negara kawasan. Sejak perang kekalahan Arab di tahun 1967, pemerintah penjajah zionis yahudi menganggap wilayah lembah Jordania sebagai perbatasan timur ‘Israel’ dan berusaha mereka ambil.

Untuk menguasai wilayah itu pemerintah penjajah zionis sejak tahun 70-an, membangun 26 pemukiman yang dihuni oleh 7500 warga yahudi hingga hari ini. Lima tahun terakhir terjadi jumlah pemukim yahudi berlipat karena pemerintah penjajah dikuasai oleh kanan ekstrim yahudi.

Sejak tahun 2005, pemerintah menerapkan politik pengekangan lalu lintas warga Palestina sampai dibangun tembok pemisah dan perlintasan militer permanen. Yang bisa masuk ke sana hanya warga lembah Jordania saja.

Tafkuji memperkirakan, wilayah lembah Jordania akan berada di dalam kekuasaan Israel dalam waktu cukup lama sampai negara Palestina berdiri. (infopalesitina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *