Tawanan Al-Quds Terancam Kehilangan Penglihatan

 

Lembaga solidaritas HAM menegaskan, seorang tawanan Al-Quds di penjara Israel kini terancam kehilangan penglihatannya akibat penyia-nyiaan medis yang dialaminya.

 

Peneliti di lembaga ini Ahmad Baitawi menegaskan, tawanan Al-Quds bernama Haitsam Ibrahim Salhab dari baldah Sa’fat, Al-Quds tengah menegaskan sendiri kepada kuasa hukumnya saat berkunjung ke dalam penjara Nafhah bahwa dirinya mengalami masalah kesulitan dalam penglihatan dan tidak bisa melihat lebih dari jarak dua meter.

Baitawi menyebutkan, Salhab juga tidak bisa melihat di sekelilingnya dan tidak bisa membedakan antara manusia dan benda. Sejak setahun kira-kira, Salhab juga mulai melihat titik hitam besar yang mengganggu penglihatannya meski mengenakan kaca mata. Kini ia merasakan bahwa dirinya akan kehilangan penglihatannya secara pelan-pelan.

Baitawi mengisyaratkan bahwa tawanan Palestina ini sudah mengajukan kepada dinas tahanan Israel untuk memeriksakan matanya dan mengganti kaca matanya yang dikenakan sejak lebih dari 3 tahun namun Israel menolak dan hanya memberinya obat.

Sementara itu, istrinya menyebutkan bahwa sebelum ditahan Israel, suaminya tidak merasakan apapun. Suaminya dulu bekerja sebagai sopir kendaraan berat. Penglihatannya menurun setelah ia mendapatkan siksaan selama masa pemeriksaan Israel di Maskobiah selama 50 hari berturut-turut.

Pasukan Israel menangkap Salhab di rumahnya pada 28 Februari 2007 dan divonis 7 tahun. Ia memiliki tiga orang anak dan mengalami sakit panas laut meditrania. (infopalestina.com)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *