LSM untuk Palestina di Indonesia Sampaikan Solidaritas untuk Mesir

Bukan saja memiliki perhatian dengan kondisi warga Palestina, LSM Palestina yang ada di Indonesia juga memiliki perhatian yang sama dengan nasib muslim lainnya di beberapa negara. Yang terhangat saat ini adalah Mesir, yang mengalami tragedi berdarah akibat kudeta militer yang dilakukan terhadap presiden terpilih.

Acara yang bertempat di AQL Islamic Center, Jakarta ini mengangkat tema “Solidaritas ulama Indonesia mengutuk pembantaian rezim Junta Militer terhadap Umat Islam di Mesir.” Digagas oleh MIUMI (Majelis Intelektual & Ulama Indonesia).

Sekjend MIUMI, Bachtiar Natsir yang juga Ketua dari Spirit of Aqsa (SoA) memimpin jalannya acara ini dalam pidatonya mengatakan, bahwa bangsa Indonesia memili hutang yang besar dengan Mesir. Karena Mesir menjadi negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia. “Indonesia memiliki utang sejarah yang begitu besar. Oleh sebab itu, saat inilah yang tepat bagi negara kita untuk membayar lunas utang tersebut, tandasnya.

Menemani Bachtiar Natsir sebagai pembicara, hadir pula Dr. Saiful Bahri, Ketua ASPAC for Palestine, Ferry Nur, Ketua KISPA dan Prof. Dr. Marwah Daud, dari ICMI yang juga pendiri dari ASPAC for Palestine.

Ketua ASPAC for Palestine, Dr. Saiful Bahri dalam kesempatan itu menjelaskan dengan detail konstelasi politik yang tengah terjadi di Mesir. Ustadz yang mengenyam pendidikan S1 hingga S3 di Al-Azhar Mesir ini mengatakan, bahwa yang terjadi di Mesir bukanlah perseteruan dengan kubu Islamis yang diwakili oleh Ikhwanul Muslimin, namun ini yang terjadi sekarang adalah pembantaian militer terhadap rakyatnya sendiri yang menuntut hak-hak mereka dikembalikan.

Ia menyayangkan sikap militer yang mengkudeta presiden terpilih secara demokratis, namun tidak menganggap bahwa jutaan rakyat Mesir yang menolak kudeta tersebut adalah rakyatnya sendiri. Dr. Saiful juga melihat bahwa ini semua tidak lepas dari konspirasi, dan sinyal itu terlihat beberapa saat penggulingan terjadi, 6 negara dengan cepat membenarkan tindakan ini dan mengakui pemerintahan ala junta militer. 4 negara berasal dari arab.

Sedangkan Ust. Ferry Nur dalam kesempatan itu menjelaskan, bahwa dalam moment bulan puasa ini kita dilatih bukan saja menahan haus dan lapar, namun juga kepedulian terhadap sesama. Dalam hal ini peduli dengan apa yang terjadi dengan umat Islam di Mesir sudah menjadi sebuah keharusan.

Acara pun ditutup dengan wawancara dari masing-masing media yang hadir dan rencana akan diadakan aksi demonstrasi sebagai wujud dukungan terhadap umat Islam yang terzolimi di Mesir. Rencana aksi tersebut akan digelar pada hari Jum’at (2/8) bertempat di masjid Al-Azhar, Jakarta. (msy/hdt)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *