Rakyat Palestina Peringati Tahun Kedua Pertukaran Tawanan “Wafa Ahrar”

Rakyat Palestina, Jumat (18/10) memperingati pertukaran tawanan tahap pertama “Wafa Ahrar” antara Hamas dan penjajah zionis tahun 2011.

Pertukaran tawanan yang disebut para pengamat sebagai pertukaran monumental, dimana sebanyak 1074 tawanan Palestina dari beragam afiliasi politik dan wilayah masuk dalam daftar yang dibebaskan.

Pada 11/10/2011 Hamas dan penjajah zionis menyepakati pertukaran tawanan yang akan direalisir beberapa hari setelahnya.

Sementara itu PM Zionis, Benyamin Netanyahu menyebutkan, pertukaran tawanan yang membebaskan Gilad Shalit sebagai keputusan sulit. Sementara jubir Brigade Al-Qassam, sayap militer Hamas, Abu Ubaidah menyebutnya sebagai capain bersejarah perlawanan Palestina, dan kemenangan rakyat Palestina atas penjajah Israel.

Netanyahu dalam suratnya tertanggal 17/10 kepada segenap keluarga zionis yang puteranya terbunuh dalam operasi yang dilakukan para tawanan, menyebutkan bahwa pembebasan tawanan Palestina untuk mengembalikan Shalit sebagai kebijakan tersulit yang pernah dibuatnya.

Ketua Biro Politik Hamas, Khalid Misy’al saat itu menyatakan, penjajah zionis akan membebaskan 1027 tawanan Palestina untuk mendapatkan seorang tentara Israel yang ditawan, Ghilad Shalit, yang disponsori Mesir.

Dalam konferensi persnya di Damaskus, Misy’al menambahkan, ada 315 tawanan yang divonis penjara seumur hidup yang dibebaskan, pertukaran tawanan bersejarah tersebut juga mencakup pembebasan 27 tawanan wanita Palestina.

Proses pembebasan tawanan dilakukan 2 tahap, pertama pembebasan 450 tawanan dan 27 tawanan wanita dari penjara zionis selama satu pekan, dan tahap kedua dua bulan berikutnya pembebasan 550 tawanan Palestina.

Dan pada 18 Oktober 2011, penjajah zionis mulai membawa para tawanan dalam beberapa bis menuju kawasan pembebasan.

Usai penyerahan Shalit dan dilakukan cek kesehatan oleh tim medis zionis, TV Mesir melakukan wawancara pendek dengan Shalit.

Sementara itu di Gaza, para pejabat pemerintahan termasuk PM Ismail Haniyah bersiap melakukan penyambutan bagi para tawanan yang dibebaskan.

Kemudian Shalit dibawa dengan pesawat militer zionis menuju pangkalan Tel Noav dekat Tel Aviv, yang disambut langsung oleh PM Zionis dan kemudian diserahkan kepada kedua orang tuanya yang telah menunggu.

Dari bandara Aris, 40 tawanan yang dideportasi keluar dari Palestina 48 dibawa menuju bandara Kairo yang saat itu telah disambut oleh delegasi Palestina yang dipimpin Musa Abu Marzuq, wakil ketua biro politik Hamas. Dari bandara Kairo telah disiapkan 3 pesawat Qatar, Turki dan Suriah yang akan membawa para deportan menuju sejumlah negara yang telah disetujui menerima mereka.

Para 15/12/2011, pihak penjara zionis mengirimkan daftar para tawanan sebanyak 550 orang yang akan dibebaskan pada tahap kedua.

Pada 18/12/2011, penjara zionis membebaskan 550 tawanan Palestina yang kemudian dibawa menuju Tepi Barat, dan beberapa lainnya menuju Gaza. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *