Proyek Pemukiman Akan Ubah Silwan Al-Quds Jadi David City

Al-Quds – Ketua Pusat Informasi Wadi Silwan, Jawwad Shayyam memperingatkan bahaya proses yahudisasi yang dilakukan Israel  di baldah Silwan dan kampung Wadi Halwah di kota Al-Quds. Pembangunan pemukiman Yahudi kali ini sebagai bagian dari penyempurnaan proses penguasaan terhadap Masjid Al-Aqsha. Posisi baldah Silwan berada di sisi selatan masjid Al-Aqsha yang sebenarnya sebagai pelindung.
 
Shayyam menegaskan kepada Pusat Informasi Palestina, lembaga-lembaga gabungan pemukiman Yahudi El’ad dan Ateret Cohanim mengklaim bahwa baldah Silwan adalah desa Yahudi sejak 3000 tahun lalu. Namun sebenarnya Silwan sudah ada sejak 5000 tahun lalu sebagai bagian dari kota Al-Quds.
 
Shayyam juga menegaskan, yahudisasi Silwan terkait langsung dengan proyek yahudi di Masjid Al-Aqsha sebab penggalian di bawah tanah bermula dari Silwan hingga masjid. Tujuan besar Israel  adalah membangun wacana “telaga (situ)” suci dan menguasai Silwan. Sebagai konsewensinya, Yahudi akan menyita sejumlah tanah milik warga Palestina di sekitar Al-Quds dan menarik sejumlah warga Yahudi ke wilayah itu untuk tinggal sampai jumlah mereka meningkat sampai 10 persen. Sehingga warga Israel  akan mayoritas di wilayah kota Tua dan wilayah sekitarnya di Silwan.
 
Yayasan Yahudi El’ad dan Ateret Cohanim bekerja sejak tahun 1967 untuk yahudisasi dan mengubah simbol-simbol kota Al-Quds, baldah Silwan dan kampung Wadi Halwah. Mereka akan membangun kota besar yang mereka sebut David City yang mereka klaim itu ada sejak 3000 tahun lalu dan mereka berhak tinggal di sana. Dalam proyek besar ini, mereka ingin mengubah kampung Bustan Palestina menjadi taman King David.
 
Shayyam mengisyaratkan, saat ini sudah ada 29 titik (cluster) konsentrasi pemukiman Yahudi di Silwan yang berisi 80 unit hunian Yahudi. Ia menilai, lembaga El’ad dan Aterat Cohanim berhasil dengan bantuan negara Israel  menguasai 35 persen lahan Wadi Halwa. Meski pun mereka tidak memenuhi target menambah jumlah warga Yahudi di Silwan sampai 65 persen di tahun 2012. Hal itu dikarekankan warga Palestina terus melakukan proses dan perlawanan setiap hari sehingga terlibat bentrok dengan pasukan Israel .
 
Selain itu, kedua lembaga Yahudi itu sebulan lalu berhasil menguasai 30 flat apartemen di kampung Wadi Halwah. Hal itu dilakukan dengan undang-undang Israel  yang menyita aset warga yang tidak ada di tempat. (palinfo)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *