Penjajah Zionis Siksa 3 Warga Palestina sebelum Menangkapnya

Menurut Komisi yang membidangi Narapidana dan Eks-Tahanan, militer Penjajah Zionis menyerang Akram Al-Atrash, 23 tahun, berasal dari kamp pengungsi Duheisheh di Bethlehem, setelah mereka menyerbu rumah kerabatnya di malam hari.

Tentara Israel membanting kepala Al-Atrash ke dinding dan wastafel dapur hingga membuatnya berdarah-darah. Dia merasakan sakit yang luar biasa di pundaknya akibat dari pemukulan tersebut. Sejak saat itu dia mendekam di dalam Penjara Ofer.

Sekitar enam bulan yang lalu, Al-Atrash ditembak senjata api oleh Penjajah Zionis yang  menyebabkannya menderita sakit di dada, paru-paru kiri, perut dan bahu.

Narapidana ini telah menjalani pemeriksaan medis di Rumah Sakit Penjajah Zionis “Hadassah Ein Kerem” tetapi tidak mendapatkan perawatan medis yang layak.

Pasukan Penjajah Zionis juga telah menyerang Ahmed Al-Amour, dari kota Tekou, setelah mereka menerobos masuk ke rumah keluarganya di tengah malam. Dia kemudian dibawa ke Penjara Etzion di mana dia diserang secara verbal dan fisik oleh tentara Israel sementara kedua tangannya diborgol dan matanya ditutup dalam upaya untuk memaksanya mengakui kejahatan yang dituduhkan kepadanya.

Mohamed Jarrar, tiga puluh tiga tahun, dari Jenin, dipukuli selama lebih dari 18 jam saat diinterogasi di Penjara Al-Jalama sebelum dia dipindahkan ke Penjara Meggido (i7).

———

Sumber: www.middleeastmonitor.com, terbit: 27/04/2018 jam 10:17 pagi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *