Pemerintah Palestina Peringatkan Tragedi Kemanusiaan Jika Perlintasan Rafah Ditutup Terus

Pemerintah Palestina di Gaza memperingatkan berlanjutnya penutupan perlintasan Rafah darat yang akan menyebabkan tragedy kemanusiaan di Jalur Gaza, terutama di rumah sakit-rumah sakit serta layanan pemerintah kepada warga.

Hal itu disampaikan dalam pernyataan yang dikirim oleh Kementerian Urusan Luar Negeri kepada organisasi-organiasi internasional dan HAM serta hukum dan tokoh politik penting dunia.

Kementerian meminta kepada seluruh pihak terkait dengan perlintasan Rafah untuk segera membuka kembali perlintasan itu untuk memberikan kesempatan lalu lintas manusia dan barang yang dibutuhkan Jalur Gaza.

Pemerintah mengisyaratkan, dua truk bahan bakar industry untuk pembangkit listrik di Gaza tidak cukup untuk mengoperasikan kebutuhan energy. Akibatnya, listrik di Jalur Gaza mati selama lebih dari 10 jam setiap hari.

Kementerian luar negeri Palestina menegaskan pentingnya membuka semua perlintasan Rafah dan menekan penjajah zionis mengakhiri blokade zhalim yang sudah berlangsung selama tujuh tahun.

Pemerintah menyebutkan, warga Jalur Gaza hidup dalam keadaan kemanusiaan yang sangat sulit sejak blokade. Penutupan Mesir terhadap Rafah pada 5 Juli lalu menyebabkan kondisi warga Gaza sangat sulit. Karena Rafah menjadi pintu gerbang satu-satunya menghubungkan Jalur Gaza dan dunia luar setelah penjajah zionis menutup seluruh perlintasannya untuk Jalur Gaza.

Jam operasi pembukaan Rafah dikurangi dari 9 jam menjadi 4 jam setiap hari. Padahal setiap harinya setiap hari ada 150 orang yang meninggalkan Jalur Gaza. Mereka yang diizinkan juga hanya warga Arab, asing dan Palestina yang membawa paspor asing serta sejumlah pasien yang sakit. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *