PBB: Situasi Kemanusiaan di Gaza Masih Kritis

 Ketua Majlis Umum PBB Sam Kutesa pada hari Senin (24/11) menyerukan pencabutan blokade atas Jalur Gaza. Dia mengatakan, “Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih kritis.”
 
Hal tersebut disampaikan Kutesa dalam peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina di kantor tetap Majlus Umum PBB di New York, yang dihadiri Sekjen PBB Ban Ki-mon, Ketua DK PBB Garafrancis Quilan, Ketua Komite Pemerhati Pelaksanaan Hak-hak Mutlak Rakyat Palestina Foday Sik dan para tokoh internasional lainnya.
 
Kutesa mengatakan, “Situasi kemanusiaan di Jalur Gaza masih kritis, bersamaan dengan bertambahnya tingkat kemiskinan dan pengangguran.” Dia menegaskan pentingnya pencabutan blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza.
 
Dia menjelaskan, “Blokade yang diberlakukan terhadap Jalur Gaza harus dicabut. Berlanjutnya pembatasan aktivitas manusia dan barang dari dank e Jalur Gaza, memperburuk kondisi hidup sekitar 1,7 juta orang Palestina.”
 
Dia menyatakan bahwa jalan menuju realisasi perndamaian antara Palestina dan “Israel” masih belum pasti. Dia menyerukan kedua belah pihak untuk mengatasi perselisihan antar mereka dan kembali kepada pembicaraan langsung antar kedua belah pihak, dalam kerangka yang jelas dan atas dasar standar yang diakui internasional.
 
Pejabat PBB memperingatkan terus memburuknya situasi di lapangan, khususnya di al Quds dan Tepi Barat.
 
Setiap tanggap 29 November PBB mengadakan peringatan Hari Solidaritas Internasional untuk Rakyat Palestina. 29 November adalah tanggal di mana pada tahun 1947 Majlis Umum PBB mengeluarkan resolusi 181, yang kemudian dikenal dengan nama resolusi pembagian. (asw/infopalestina.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *