Para Dokter Palestina Desak Mesir Buka Perbatasan Rafah

Puluhan dokter dan pasien Palestina menggelar aksi duduk di pintu perbatasan Rafah di wilayah selatan Jalur Gaza, Kamis (6/11/2014), menuntut pemerintah Mesir membuka pintu perbatasan untuk mereka yang membutuhkan perawatan medis.
 
Pintu perbatasan Rafah, adalah satu-satunya pintu perbatasan yang tidak dikendalikan Israel. Namun, pintu perbatasan Rafah ditutup sejak 25 Oktober lalu menyusul aksi bom bunuh diri di Sinai utara yang menewaskan 30 prajurit Mesir.
 
“Buka terminal” demikian bunyi salah satu spanduku yang dibawa para pengunjuk rasa yang beberapa di antara mereka tergeletak di atas tandu berwarna jingga. Spanduk lain berbunyi “Penutupan mengancam pasien kanker”.
 
“Pintu perbatasan harus segera dibuka untuk memungkinkan para pasien di Gaza menyeberang untuk mendapatkan perawatan di rumah sakit yang lebih baik di Mesir atau negara Arab lainnya,” kata Ashraf al-Qudra, juru bicara Kementerian Kesehatan Gaza.
 
Pekan lalu, Mesir menghancurkan permukiman di sepanjang perbatasan negeri itu dengan Jalur Gaza untuk membangun zona penyangga yang dapat mencegah infiltrasi militer dan penyelundupan senjata.
 
Langkah itu dilakukan setelah gelombang serangan maut mengincar pasukan Mesir di Sinai terus berlanjut.
 
Pemerintah Kairo menuding kelompok-kelompok militan Palestina yang membantu meningkatnya serangan militan sejak tergulingnya Mohamed Mursi yang adalah sekutu dekat Hamas dari kursi presiden tahun lalu.
 
Penutupan pintu perbatasan Rafah yang dilakukan sejak tergulingnya Mursi mengakibatkan penurunan drastis jumlah warga Gaza yang keluar melewati Mesir.
 
Pada paruh pertama 2013 tercatat 20.000 orang menggunakan pintu perbatasan Rafah. Angka itu menurun drastis dalam periode yang sama pada 2014 hanya mencatat 4.350 orang yang melintasi Rafah.
 
Jumlah pelintas batas meningkat pesat ketika perang 50 hari antara Israel dan Hamas berkecamuk. Saat itu Kairo membuka pintu perbatasan Rafah agar korban luka bisa dilarikan ke rumah-rumah sakit di Mesir. (kompas.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *