Netanyahu Menang, Israel Lanjut Caplok Wilayah Palestina?

Benyamin Netanyahu akhirnya dinyatakan menang dalam Pemilu Parlemen Israel. Dalam hitung cepat, Selasa 22 Januari 2013, Partai Yisrael Beitenu yang beraliran ultranasionalis, Likud mempertahankan dominasi di parlemen dengan perolehan suara terbanyak dibanding 31 partai lainnya, yakni 31 kursi dari jumlah 120 kursi parlemen.

Sementara, rival berat Netanyahu Partai Rumah Yahudi pimpinan Bennet memperoleh sekitar 18 sampai 19 kursi. Dengan hasil ini, Netanyahu kembali menjadi Perdana Menteri Israel untuk masa jabatan ketiga kalinya.

“Terima kasih atas dukungannya dan memberikan kepercayaan kepada saya untuk memimpin Israel untuk ketiga kalinya. Besok, kita mulai pemerintahan baru,” kata Netanyahu, seperti dilansir BBC, Rabu (23/1/2013).

Pemimpin Partai Yisrael Beitenu Avigdor Lieberman juga menyatakan rasa bahagianya atas kemenangan partai. “Saya senang 2 misi kami tercapai. Kami pastikan pemerintahan Netanyahu berlanjut,” tuturnya.

Suara pemilu parlemen Israel baru dihitung hari ini dan pengumuman pemenang secara resmi dilakukan pada 30 Januari 2013 mendatang.

Semasa kampanye, Netanyahu bertekad akan menuntaskan pembangunan untuk para pemukim Yahudi di wilayah yang dikuasai sejak berakhir Perang 1967 bila terpilih kembali memimpin Israel. 

Di mata Netanyahu, wilayah pembangunan yang masih dipersengketakan dengan Palestina itu sah-sah saja, karena masuk dalam bagian Tepi Barat.

Dengan demikian, Netanyahu diprediksi besar akan melanjutkan rencana pembangunan permukiman di wilayah yang diakui Internasional sebagai miliki Palestina.

Usai dinyatakan menang dalam hitung cepat, Netanyahu menyatakan bahwa kebijakan luar negeri Israel yang pertama di masa jabatan ketiga ini adalah mengantisipasi ancaman nuklir Iran. Menurutnya, pembangunan nuklir Iran adalah masalah serius.

“Tantangan pertama dari dulu dan sekarang adalah mencegah Iran memiliki senjata nuklir,” tegas Netanyahu.

Iran selama ini dikenal selalu menggembar-gemborkan teknologi nuklir. Hal ini membuat AS dan sekutunya, Israel meradang. Sehingga, AS dan Israel berusaha untuk menggagalkan pembangunan nuklir Iran dengan meminta pihak internasional menegur negara pimpinan Ahmadinejad itu.

AS dan Israel menuding nuklir Iran mengancam perdamaian dunia. Namun, Iran berkilah bahwa pembangunan nuklir negaranya hanya untuk tujuan perdamaian. (liputan6.com)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *