Nabi Muhammad Bertemu dengan Para Nabi di Baitul Maqdis

 عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ , أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ : ” لَيْلَةَ أُسْرِيَ بِي وَضَعْتُ قَدَمَيَّ حَيْثُ تُوضَعُ أَقْدَامُ الْأَنْبِيَاءِ مِنْ بَيْتِ الْمَقْدِسِ , فَعُرِضَ عَلَيَّ عِيسَى بْنُ مَرْيَمَ , قَالَ : فَإِذَا أَقْرَبُ النَّاسِ بِهِ شَبَهًا عُرْوَةُ بْنُ مَسْعُودٍ , وَعُرِضَ عَلَيَّ مُوسَى ، فَإِذَا رَجُلٌ ضَرْبٌ مِنَ الرِّجَالِ , كَأَنَّهُ مِنْ رِجَالِ شَنُوأَةَ , وَعُرِضَ عَلَيَّ إِبْرَاهِيمُ , قَالَ : فَإِذَا أَقْرَبُ النَّاسِ شَبَهًا بِصَاحِبِكُمْ “
 
Dari Abu Hurairah ra. bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Di malam dimana aku diisra’kan aku menginjakkan kakiku di tempat dimana kaki-kaki para nabi diinjakkan di suatu tempat di Baitul Maqdis. Kemudian diperlihatkan kepadaku Isa bin Maryam.” Rasulullah saw berkata, “Ternyata sangat mirip dengan Urwah bin Mas’ud. Kemudian diperlihatkan kepadaku Musa, ternyata dia seorang lelaki yang sempurna. Kemudian diperlihatkan kepadaku Ibrahim, ternyata ia paling mirip dengan sahabat kalian ini (Rasulullah saw.).”
 
Hadits ini diriwayatkan Ahmad di Al-Mausu’ah (10830) dan Ibnu Mardawaih Beliau berkata, “Hadits ini  shahih, sanadnya hasan. Muslim (172, 278), An-Nasa’i di Al-Kubra (11480), Atthabrani di Musykil Al’Atsar (5011), Al-Baihaqi di Ad-Dalail (2/358, 7789). Hadits shahih.
 
Ini adalah hadits yang kesekian yang menunjukkan kemuliaan Baitul Maqdis. Berita dari Nabi Muhammad saw. tentang pertemuannya dengan nabi-nabi lain adalah kebenaran yang harus kita imani. Termasuk mengimani gambaran fisik tentang nabi-nabi itu meskipun kita, ummat Muhammad di zaman kini, tidak melihat beberapa sosok sahabat yang menyerupai sosok para nabi itu, termasuk sosok Rasulullah saw. Yang menyerupai Khalilullah Ibrahim as.
 
Pertemuan Nabi Muhammad saw. dengan para nabi yang mulia menunjukkan kesatuan risalah dan kesinambungannya. Bahwa semua nabi diutus oleh Rabb yang sama, membawa risalah yang sama, yaitu menegakkan tauhid dan menghasung kesyirikan. Dan risalah baginda Rasulullah adalah penyempurna dari semua risalah para nabi sebelumnya. Setelah risalah Nabi Muhammad tidak ada lagi risalah baru sampai hari Kiamat, sebab setelah beliau tidak ada lagi nabi yang diutus Allah kepada manusia.
 
Pertemuan mereka di Baitul Maqdis menunjukkan kemuliaan negeri itu, keberkahan negeri itu, keistimewaan negeri itu, kesucian negeri itu. Keistimewaan dan kesuciannya pun akan terus terjaga hingga hari Kiamat. Kendatipun manusia berusaha menodai dan mengotorinya. Keberkahannya akan terus ada semenjak Allah menciptakan bumi ini sampai mewarisinya kembali di akhir zaman nanti. Baitul Maqdis, Masjid Al-Quds, dan Palestina adalah tempat mulia yang hanya layak ditempati oleh hamba-hamba Allah yang mulia. Orang-orang nista yang mengotorinya cepat atau lambat akan dilindas zaman dan meninggalkan tempat itu kelak dengan izin Allah.
 
Pelajaran Dari Hadits:
 
1. Kesatuan risalah dan kesinambungan misi antara Rasulullah dan nabi-nabi sebelumnya; Isa, Musa, Ibrahim as. dan nabi-nabi sebelumnya
2. Wajib beriman kepada semua yang disampaikan oleh baginda Rasulullah saw. melalui hadits yang shahih sesuai dengan penilaian ahli hadits. Karena Rasulullah saw. tidak mungkin berdusta.
3. Beriman kepada nabi-nabi Allah dan tidak membeda-bedakan antar mereka
4. Kesucian dan keberkahan Baitul Maqdis dan Masjidil Aqsha berlaku hingga akhir zaman, oleh karenanya ia hanya layak ditempati oleh orang-orang yang mulia dan diberkahi Allah. Para penista risalah Allah akan segera hengkang darinya, cepat atau lambat. (AB).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *