Lebih dari 1000 Tawanan Palestina Menderita Penyakit Serius

Laporan bulanan yang dikeluarga Pusat Kajian Tawanan dan HAM “Ahrar Center” menyebutkan kasus penangkapan yang terjadi terhadap rakyat Palestina selama bulan Maret. Ahrar Center menyebutkan bahwa di antara kasus penangkapan yang terjadi adalah lima dari Jalur Gaza di kalangan nelayan dan sisanya, 231 kasus, terjadi di Tepi Barat.

Ahrar Center menyoroti penangkapa yang dilakukan pasukan penjajah Zionis terhadap sejumlah orang sakit. Seperti Jihad Bassam (20) dari kota Tulkarem. Yang menderita sakit jantung. Pasukan Zionis juga menangkap Mu’taz Abidu (320 dari Hebron, mantan tawanan yang menderita cacat bergerak. Korban berhasil selamat dari kematian dua tahun lalu setelah serdadu Zionis menembaknya secara langsung. Pasukan Zionis juga menangkap mantan tawanan Iwadullah Eshteh dari pinggiran Nablus. Korban menderita sakit jantung dan ditangkap beberapa kali.

Sedangkan di kalangan wartawan, pasukan penjajah menangkap 3 wartawan. Mereka adalah Thareq Abu Zaid yang bekerja sebagai koresponden televisi al Aqsha, Walid Khaled (direktur koran Palestina di Tepi Barat) dan Bakar Utaili. Selama bulan Maret pasukan penjajah Zionis juga menangkap anggota dewan legislatfi Muhammad Jamal Netsha dari kota Hebron.

Adapun jumlah syuhada yang gugur selama bulan Maret di Tepi Barat, mereka adalah Muhammad Samih Ashfur (22) dari pinggiran kota Ramallah yang gugur dalam konfrontasi yang terjadi dalam aksi unjuk rasa untuk membela tawanan di penjara Zionis, Mahmud Titi (19) dari kamp pengungsi Fawat di Hebron yang gugur dalam konfrontasi dengan pasukan Zionis di kota Hebron.

Korban lain yang gugur adalah Muayyid Ghazawina (35) dari kota Ramallah. Korban gugur setelah dtembak pasukan Zionis dengan bom gas ke arah mobil yang dikendarainya saat bekerja mencari makan untuk keluarganya. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *