Laporan: 1/3 Warga Palestina Rawan Pangan

Keterangan dari dinas catatan sipil Palestina menyebutkan, menurut laporan dari FAO, Senin (2/6) menunjukan 33% keluarga Palestina mengalami rawan pangan sejak tahun 2013.

Sementara menurut laporan yang dilansir pusat Infopalestina menjelaskan, Jalur Gaza mengalami rawan pangan lebih lebih dari sepertiga. Laporan mengisyaratkan adanya peningkatan jumlwah keluarga rawan pangan dibanding dengan tahun sebelumnya yaitu tahun 2012. Pada tahun tersebut jumlah keluarga yang mengalami rawan pangan sebesar 27 %. Pada tahun 2013 meningkat 6 % menjadi 33 %. Hal itu diakibatkan meningkatnya pengangguran serta buruknya kondisi perpolitikan serta melejitnya harga-harga kebutuhan pokok.

Pengangguran

Pengangguran Palestina terus merangkak naik hingga mencapai 29,3 %. Dalam triwulan pertama meningkat 0,7 %, akibat sejumlah peraturan Zionis terhadap pergerakan warga, disamping melejitnya harga-harga bahan pokok dan goncangan ekonomi yang menimpa Palestina.

Kesepakatan Paris

Sejumlah pakar ekonomi Palestina menganggap kesepakatan perekonomian Paris yang menerapkan pajak mencapai 16 % terhadap barang-barang ekspor Palestina yang datang dari Zionis. Karena memang perekonomian Palestina belum lepas dari sistem ekonomi Zionis dan secara langsung berkaitan dengan ekonomi negara tersebut. Bila pemerintahan Netanyahu naik pajaknya, maka bangsa Palestina terpaksa meningkatkan harganya, agar pajaknya tak meningkat bagi Palestina dari 2 %.

Sementara itu, bangsa Palestina mengalami penurunan gaji bulananya, menyusul mahalnya biaya hidup dan harga. Dimana gaji UMR sebesar 1450 shekel atau 410 dollar perbulan. Tapi undang-undang ini tak bisa diterapkan. Pada kenyataanya, UMR di kebanyakan instansi sebesar 110 dollar. Baik yang berada di Tepi Barat maupun Jalur Gaza. (infopalestina)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *