LANDMARK MASJID AL-AQSHA (Bagian 6 – Masthabah)

LANDMARK MASJID AL-AQSHA
(Bagian 6 – Masthabah)
 
Salman Al-Farisi, Lc
 
Masthabah (Pelataran)
Secara bahasa masthabah berarti teras. Yang dimaksud Masthabah di masjid al-Aqsha adalah pelataran datar yang terbuat dari batu, yang tingginya kurang dari satu meter, untuk menaikinya diperlukan beberapa tangga (undak-undak), difungsikan untuk talaqqi (menuntut ilmu). Biasanya di depan masthabah terdapat mihrab berbentuk rongga, sebagai penentu arah kiblat. Di masjid al-Aqsha terdapat banyak sekali masthabah, berjumlah lebih dari 40 buah, dua diantaranya baru dibangun pada masa modern. Tersebar di berbagai tempat khususnya dekat dengan saluran air dan pintu masjid. Kebanyakan dibangun pada masa kesultanan Mameluk dan Utsmani. Berikut nama-nama masthabah tersebut: 
 
1. Masthabah Al-Bashiri
Masthabah Al-Bashiri terletak diantara dua saluran air al-Bashiri dan Syeikh Budair di sebelah barat halaman masjid al-Aqsha. Atau di sebelah timur dari pintu An-Nazir. Dibangun pada masa Az-Zahir Baibars tahun 658 H./1260 M. oleh Amir ‘Alauddin al-Bashir yang menjadi pengawas masjid al-Aqsha. Oleh karenanya, nama masthabah ini dinisbatkan kepadanya. 
Masthabah ini mempunyai mihrab di tengahnya yang dibangun pada tahun 800 H./1397 M. Bentuknya persegi panjang dengan membentuk rongga di dalam dan dua tiang di sisi mihrab tersebut. Di atas mihrab terdapat batu yang bertuliskan sejarah mihrab tersebut. 
 
2. Masthabah Az-Zahir
Berada di pojok barat laut halaman masjid al-Aqsha. Dibangun oleh Amir Balwi Az-Zahiri pada masa Mameluk tahun 795 H./1392 M. 
Bentuknya persegi panjang dan sejajar dengan arah kiblat. Di tengah tepi selatan masthabah terdapat mihrab dengan dua rongga lengkungan setengah lingkaran. Di atas mihrab terdapat dekorasi modern dan di bawahnya terdapat beberapa lengkungan setengah lingkaran. 
 
3. Masthabah Sabil Qaitbay
Berada di sisi barat halaman masjid al-Aqsha dan sebelah tenggara pintu Al-Mitharah. Diatasnya terdapat pula saluran air Qaitbay. Selesai dibangun pada masa Mameluk tahun 860 H./1455 M pada masa Al-Malik Al-Asyraf Saifuddin Inal. 
Bentuknya persegi panjang sejajar dengan arah kiblat. Mihrabnya berada agak sedikit ke kiri dari dinding selatan, bukan di tengah-tengah masthabah. Mihrabnya berbentuk lengkungan, diatasnya terdapat beberapa stalaktit yang berada di pinggir. 
 
 
4. Masthabah Sabil Syeikh Al-Budairi
Berada di sebelah barat halaman masjid al-Aqsha, yaitu sebelah tenggara dari pintu An-Nazir. Selesai dibangun pada masa Utsmani, yaitu pada masa pemerintahan Sultan Mahmud Pertama pada tahun 1153 H./1740 M. oleh Musthafa Agha. Gubernur al-Quds ketika itu adalah Utsman Beik. 
Bentuknya persegi panjang dan orthogonal dengan arah kiblat. Di sisi selatannya terdapat lis (bingkai) dari batu yang mengelilingi masthabah selain mihrab. Mihrab berbentuk melengkung yang dibangun diatas dua tiang. Setiap tiang terdapat pondasi dan bentuk mahkota di atasnya. Di sisi utaranya juga terdapat lis dari batu dan terdapat saluran air. Saluran air ini dinamakan sabil Syeikh Al-Budairi. 
 
5. Masthabah Sabil Sulaiman
Berada di sebelah utara halaman masjid al-Aqsha. Selesai dibangun pada masa Sultan Sulaiman al-Qanuni dari kesultanan Utsmaniyah tahun 943 H./ 1536 M. 
Bentuknya persegi panjang dan orthogonal dengan arah kiblat. Terdapat mihrab di dalamnya dengan posisi di depan. Mihrab berbentuk rongga agak melengkung. Di atas mihrab terdapat batu dengan tulisan nama Sultan. Di sisi lain dari mihrab digunakan untuk saluran air. Saluran air ini dikenal dengan nama Sabil Sulaiman. 
 
6. Masthabah Ali Basya
Berada di sebelah barat masjid al-Aqsha berhadapan dengan pintu al-Qathanin. Selesai dibangun pada tahun 1047 H./1637 M. oleh Ali Basya. Oleh karenanya, nama masthabah ini dinisbatkan kepadanya. 
Bentuknya persegi panjang dan orthogonal dengan arah kiblat. Terdapat mihrab dengan bentuk rongga di depan, dan diatasnya terdapat batu prasasti khusus untuk mihrab. Batu-batu yang dipakai untuk membangun mihrab ini berwarna putih, merah dan biru. 
 
7. Masthabah Kubah Musa
Masthabah Kubah Musa berada di sebelah barat halaman masjid al-Aqsha berhadapan dengan pintu As-Silsilah. Dibangun pada masa kesultanan Utsmaniyah, yaitu pada tahun 674 H./ 1275 M. 
Bentuknya persegi panjang dan vertical sejajar dengan arah kiblat. Terdapat mihrab di dinding selatan kubah, yang dibangun khusus untuk mihrab. Juga ada mihrab lainnya di dinding utara, tampak jelas di depannya berbentuk lengkungan. 
Mihrab ini berfungsi sebagai arah kiblat, baik ketika sedang berada di atas masthabah atau berada di dalam kubah. 
 
8. Masthabah at-Thin
Berada di sisi barat halaman masjid al-Aqsha berhadapan dengan madrasah al-Asyrafiyah, sebelah utaranya saluran air Qasim Basya, sebelah timurnya tangga menuju lengkung barat daya. 
Dibangun pada masa kesultanan Utsmaniyah tahun 1147 H./1760 M. Bentuknya persegi panjang pararel dengan arah kiblat. Di dalamnya terdapat mihrab dengan bentuk lengkungan di depannya. 
 
9. Masthabah Kubah Sulaiman
Berada di sebelah utara halaman masjid al-Aqsha, tepatnya di barat daya pintu Faisal (Atam). Dibangun pada masa kesultanan Utsmaniyah, walaupun ada yang berpendapat masthabah ini dibangun pada masa Mamalik karena dilihat dari sejarah kubah Sulaiman. 
Dinamakan seperti ini karena letaknya berada di sekeliling kubah Sulaiman. Bentuknya persegi panjang sejajar ke arah kiblat. Terdapat mihrab di tengah sisi selatan berbentuk persegi panjang. Mihrabnya melengkung kedalam. Tidak ada dekorasi di mihrabnya. Masthabah ini juga tidak memiliki anak tangga sebagaimana lazimnya masthabah lain. 
 
10. Masthabah Al-Karak
Masthabah Al-Karak adalah salah satu mashtabah yang berada di sisi tenggara pelataran kubah ash-Shakhrah. Masthabah ini memiliki mihrab dan dibangun pada masa kesultanan Utsmaniyah, sekitar tahun 1845 M. 
Dinamakan seperti ini karena orang yang berdiri di sana dapat melihat kota dan pegunungan di sebelah timur sungai Yordania, diantaranya kota dan gunung Al-Karak. Walaupun saat ini tidak dapat melihat ke sana sebagaimana dahulu. Oleh karena itu, lebih tepat dikatakan bahwa dari tempat ini dapat mengarahkan ke kota dan pegunungan Al-Karak. 
 
11. Masthabah Pintu Magharibah
Berada di sisi selatan masjid al-Aqsha berhadapan dengan pintu al-Magharibah. Pembangunannya dilakukan pada masa kesultanan Utsmaniyah. Bentuknya persegi panjang dan orthogonal sesuai arah kiblat. Mempunyai mihrab dengan bentuk rongga dengan ujung meruncing. 
 
12. Masthabah Pintu Al-Qathanin
Berada di sebelah barat dari masjid al-Aqsha berhadapan dengan pintu al-Qathanin. Dibangun pada masa kesultanan Utsmaniyah. Bentuknya persegi panjang dan vertical sesuai arah kiblat. Masthabah ini memiliki mihrab dengan bentuk pagar besi. 
 
13. Masthabah di Utara Pintu Al-Qathanin
Berada di sebelah barat halaman masjid al-Aqsha ke arah utara dari pintu al-Qathanin. Dibangun pada masa kesultanan Utsmaniyah. Masthabah ini memiliki mihrab sebagai arah kiblat. 
 
14. Masthabah Pintu al-Hadid
Berada di sebelah barat halaman masjid dan berhadapan dengan pintu al-Hadid. Pembangunannya dilakukan pada masa kesultanan Ustmani. Bentuknya persegi empat tanpa mimbar. 
 
15. Masthabah Az-Zawiyah Al-Fakhriyah
Masthabah ini berada di sebelah barat daya masjid al-Aqsha, tepatnya di depan pintu masjid Al-Magharibah sisi utara yang tertutup. 
Pembangunan masthabah dilakukan pada masa pemerintahan kesultanan Utsmani. Masthabah ini berukuran kecil, dibagi menjadi dua: Pertama yang berhimpitan langsung dengan pintu masjid dan kedua mengarah ke masthabah masjid Al-Magharibah di sebelah timur. Masthabah ini mempunyai mihrab. 
 
16. Masthabah Masjid Magharibah
Berada di sebelah barat daya halaman masjid al-Aqsha, sepanjang masjid al-Magharibah sisi timur. Masjid ini sudah berubah menjadi museum. Masthabah ini sangat luas, dibangun pada masa Mameluk. Di atas masthabah ini terdapat beberapa bekas peninggalan renovasi masjid Al-Aqsha pada tahun 1930an. Mempunyai mihrab yang terukir di utara masjid al-Magharibah. 
 
17. Masthabah al-Janaiz
Berada di sebelah selatan halaman masjid al-Aqsha dan di depan pintu utama masjid Al-Qibli ke kiri sedikit. Pembangunannya dilakukan pada masa kesultanan Utsmani. 
Dinamakan Janaiz, karena masthabah ini dekat dengan mushalla al-Janaiz. Masthabah ini tidak memiliki mimbar kecuali beberapa rangkai besi berada di arah kiblat.
 
18. Masthabah al-Mutawadha’
Berada di sebelah selatan halaman masjid al-Aqsha, sebelah kanan saluran air Ka’s. Berhadapan dengan pintu utama masjid Al-Qibli. Bentuknya persegi panjang dan vertical dengan arah kiblat. Tidak mempunyai mihrab, dan dibangun pada masa kesultanan Utsmani. 
 
19. Masthabah al-Ka’s
Berada di sebelah selatan halaman masjid al-Aqsha, di kiri saluran air Ka’s. atau tepat di hadapan bangunan masjid Al-Qibli. Dibangun pada masa kesultanan Utsmani. Bentuknya persegi panjang dan orthogonal dengan arah kiblat. 
 
20. Masthabah Kursi Sulaiman
Berada di sebelah timur laut halaman masjid al-Aqsha. Selesai dibangun pada masa kesultanan Utsmani. Masthabah ini tidak mempunyai mihrab. 
 
21. Masthabah as-Shanubar
Berada di sebelah barat daya halaman masjid al-Aqsha, berhadapan dengan kubah Yusuf Agha dan pintu Magharibah. Pembangunannya pada masa Kesultanan Utsmani. Bentuknya persegi panjang dan orthogonal sesuai arah kiblat. Mempunyai mihrab berbentuk busur, diatasnya terdapat motif bunga dan geometris. Di depan mihrabnya, terdapat sebagian besar stalaktit platform kayu. 
 
22. Masthabah az-Zuhur
Berada di sebelah selatan halaman masjid al-Aqsha dan persis di depan bangunan masjid Al-Qibli agak kebarat sedikit. Selesai dibangun pada masa kesultanan Utsmani. Mempunyai mihrab yang tempatnya terpisah dari masthabah dengan bingkai batu, agak pendek. Bentuk mihrabnya seperti busur dengan ujungnya setengah lingkaran. 
 
23. Masthabah Sabil Sya’lan
Terdapat di sebelah barat halaman masjid al-Aqsha dan di sebelah timur dari saluran air Sya’lan. Selesai dibangun pada masa Kesultanan Utsmani. Bentuknya persegi empat, terdapat mihrab berbentuk rongga
 
24. Masthabah Qasim Basya
Berada di sebelah barat halaman masjid al-Aqsha dan di arah timur dari saluran air Qasim Basya. Dibangun pada masa Kesultanan Utsmani. Di depan masthabah ini terdapat mihrab. 
 
25. Masthabah Shabra Syatilla
Berada di sebelah timur dari pelataran tenggara ash-Shakhrah. Masthabah ini dibangun pada tahun 1403 H./1982 M. memperingati arwah syuhada yang jatuh di dua kota: Shabra dan Shatilla, Lebanon. 
Masthabah ini tidak mempunyai mihrab, hanya beberapa besi dipasang di arah kiblat yang menyerupai mihrab. Di pojok barat daya dari masthabah ini terdapat tiang pondasi yang terbuat dari marmer berbentuk tabung silinder. Di tiang tersebut tertulis ayat Al-Qur’an: 
 
26. Masthabah di Timur Baikah Syarqiyah
Berada di sebelah timur dari Baikah Syarqiyah (Lengkung Timur), sejajar dengan jalan menuju ke Jami’ Al-Qibli. Masthabah ini baru dibangun, di depannya terdapat mihrab. 
 
27. Masthabah Masjid Al-Buraq
Berada di sebelah timur dari masjid Al-Buraq, salah satu masjid yang berada di kawasan masjid Al-Aqsha. Masthabah ini sangat luas, di depannya terdapat mihrab yang terbuat dari batu. 
 
28. Masthabah Al-Ghazali
Masthabah ini berada di sebelah selatan dari pintu Ar-Rahmah dan pintu At-Taubah. Masthabah ini baru dibangun dan tidak mempunyai mihrab. 
 
29. Masthabah di Timur Khalwah Syarqiyah
Masthabah ini lebih tinggi dibanding masthabah lainnya. Berada di sebelah timur dari tempat ibadah di timur masjid Al-Aqsha (khalwah syarqiyah). Tempat khalwah ini berada di sebelah timur dari pinggiran pelataran ash-Shakhrah. Biasanya, di atas masthabah ini diberikan makanan burung. Oleh karena ini, masthabah ini terlihat agak kotor. 
 
30. Masthabah di Timur Laut Khalwah Syarqiyah
Nama masthabah ini menandakan tempat lokasinya. Berada di tepi pelataran ash-Shakhrah sebelah timur. Mempunyai mihrab dengan lengkungan yang besar.  
 
31. Masthabah di Barat Daya Pintu Ar-Rahmah
Nama masthabah ini juga menandakan tempat lokasinya. Dibangun pada masa kini. Di atas masthabah ini terdapat setengah mihrab yang terbuat dari beton, dengan bentuk yang agak lebar. 
 
32. Masthabah di Madrasah Al-As’ardiyah
Berada di sebelah barat daya dari madrasah Al-As’ardiyah, dibangun pada masa akhir dari kesultanan Utsmaniyah. 
 
33. Masthabah di Selatan Kantor Zakat
Masthabah ini berada di selatan kantor zakat yang berada di masjid al-Aqsha. Bersebelahan dengan pagar barat pelataran ash-Shakhrah. Bentuknya memanjang dan lebarnya kecil. 
 
34. Masthabah Antara Dua Baikah: Barat dan Barat Daya
Berada di sebelah barat pelataran ash-Shakhrah dan bersebelahan dengannya. Dinamakan dengan nama ini karena letaknya diantara dua baikah yang berada di barat, yaitu baikah barat dan barat daya. Tumbuh di masthabah tersebut tiga pohon zaitun. 
 
35. Masthabah di Madrasah At-Tankaziyah
Masthabah ini berada di sebelah timur dari madrasah at-Tankaziyah, tidak jauh darinya. Madrasah At-Tankaziyah berada diantara pintu As-Silsilah di utara dan Dinding al-Buraq di selatan. Bentuk masthabah kecil, baru didirikan pada masa kini. Di dalamnya pernah tumbuh pohon yang tinggi tapi sudah ditebang. 
 
36. Masthabah At-Thumar
Berada di sebelah timur dari baikah tenggara. Nama ini dinisbatkan kepada Hakurat Thumar (yang berarti gulungan) yang terdapat di masthabah tersebut. Ukurannya luas tapi tidak terdapat mihrab, hanya rangkaian besi yang menyerupai mihrab. Di sebelah timur laut dari masthabah ini terdapat pohon besar yang dapat menutupi sebagian dari masthabah. 
 
37. Masthabah Pintu Masuk At-Taswiyah Asy-Syarqiyah (Pemerataan Timur)
Kawasan masjid al-Aqsha bagian timur dulunya adalah dataran rendah hingga ada proyek pemerataan di bagian ini. Pemerataan ini dinamakan at-Taswiyah asy-Syarqiyah. Dan masthabah ini berada di sebelah utara pintu masuk ke kawasan pemerataan di timur masjid al-Aqsha. 
Masthabah ini terbagi menjadi dua, sisi utara dan selatan. Di sekeliling masthabah ini terdapat tempat duduk terbuat dari batu, dan banyak digunakan kebanyakan orang. Baik sisi utara maupun selatan dari masthabah ini terdapat pohon besar yang rindang. 
 
38. Masthabah Al-Janubiyah Asy-Syarqiyah (Tenggara)
Masthabah ini dekat dengan pagar timur masjid Al-Aqsha dan ia adalah masthabah terakhir yang berada di sebelah selatan. Di sekeliling masthabah terdapat puluhan pohon zaitun yang tumbuh rindang. Masthabah ini tidak memiliki mihrab. 
 
39. Masthabah Al-Kubra Asy-Syarqiyah
Artinya, masthabah besar di arah timur. Posisinya berada di sebelah timur dari masthabah Shabra dan Syatilla. Di sebelah selatannya ada masthabah Tenggara. Sebelah timurnya terdapat pagar masjid Al-Aqsha. Masthabah ini mempunyai sandaran dari besi dengan ukuran pendek, menutupi sisi selatan. 
 
40. Masthabah Syibhu Al-Usthuwaniyah (Menyerupai Lingkaran)
Masthabah ini berada di sebelah barat dari kantor Dar Al-Hadits Asy-Syarif. Masthabah ini mengarah ke selatan. Posisinya juga berada di sebelah timur sudut pelataran Ash-Shakhrah sisi timur laut. Masthabah berbentuk menyerupai lingkaran, dan posisinya agak tinggi. Pelatarannya sempit dan baru dibangun di era modern. 
 
41. Masthabah di Pintu Al-Asbat
Masthabah ini berada pojok timur laut dari masjid Al-Aqsha, atau di tenggara pintu Al-Asbat. Dinamakan dengan nama ini karena posisinya yang berdekatan dengan pintu tersebut. Masthabah ini dibangun pada abad modern dan sangat ramai ketika hari Jum’at. 
 
42. Masthabah di Timur Laut (Masthabah At-Tarjamah)
Masthabah ini bentuknya kecil, berada di garis pelataran ash-Shakhrah sisi utara. Di lantai masthabah, terdapat bekas pondasi dari sebuah bangunan yang terbuat dari alumunium. Ruangan ini diperuntukan bagi penjaga kawasan masjid Al-Aqsha. Tapi ruangan ini sudah dihancurkan dan hanya menyisakan bekasnya saja. 
 
43. Masthabah Kubah Al-Khidhr
Masthabah ini berada di sebelah utara kantor zakat, berhadapan dengan pelataran ash-Shakhrah dari sisi barat. Bentuknya memanjang tidak melebar. 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *