LANDMARK MASJID AL-AQSHA (Bagian 4 – Ruwak dan Baikah)

LANDMARK MASJID AL-AQSHA
(Bagian 4 – Ruwak dan Baikah)
 
Salman Al-Farisi, Lc. 
 
A. Ruwak (Lorong) di Masjid al-Aqsha
 
Ruwak adalah jalan panjang yang terletak antara dua barisan tiang disisi masjid Al-Aqsha. Fungsi ruwak adalah untuk membantu jama’ah yang akan melaksanakan shalat di masjid al-Aqsha dengan melewati jalan ini sehingga dapat terhindar dari teriknya sinar matahari atau cuaca buruk lainnya. Ruwak berada di sepanjang pagar masjid al-Aqsha. Karena bentuk masjid al-Aqsha persegi panjang, maka seharusnya terdapat empat ruwak, namun berhubung sisi sebelah selatan masjid al-Aqsha sudah terdapat masjid Al-Qibli, maka tidak ada ruwak di sana.  
Secara umum dimasjid Al-Aqsha terdapat dua ruwak: Pertama, Ruwak Syamali (Utara) dan kedua, Ruwak Gharbi (Barat). Walaupun pernah ada salah seorang traveler dunia bernama Nashir Khasru mengatakan telah menemukan ruwak syarqi qadim (lorong timur kuno) di pagar timur masjid al-Aqsha pada masa Fathimiyah, tapi ruwak ini tidak terlihat peninggalannya. 
 
1. Ruwaq Syamali (Lorong Utara)
Ruwaq Syamali: Lorong (Koridor) tertutup sepanjang sisi utara al-Aqsha. Dimulai dari pintu Al-Asbat di sisi timur laut masjid al-Aqsha hingga madrasah Al-Umariyah di sisi barat. Tidak diketahui siapa yang pertama kali membangun ruwak ini. Ada yang menyebutkan sudah dibangun ketika masa Umawiyah. Tapi kalau dilihat dari bentuk bangunan sekarang, ruwak tersebut dibangun secara bertahap pada masa Ayyubiyah dan Mameluk antara tahun 610-769 H./1213-1367 M. Ruwak syamali saat ini terdiri dari beberapa madrasah yang tersebar di sisi utara masjid al-Aqsha. Diantaranya, madrasah tsanawiyah Al-Aqsha Asy-Syar’iyah khusus putra dan madrasah Riyadhu Al-Aqsha. 
 
2. Ruwaq Gharbi (Lorong Barat)
Ruwaq Gharbi: Koridor tertutup terdiri dari 55 kubah sepanjang sisi barat al-Aqsha. Dimulai dari pintu Al-Ghawanimah di barat laut masjid al-Aqsha hingga pintu Al-Magharibah di barat daya masjid. 
Dibangun secara bertahap selama 30 tahun pada masa Mameluk antara tahun 707-737 H./1307-1336 M. Tujuan dibangunnya ruwak ini adalah untuk memudahkan pejalan kaki menyisiri sisi barat masjid. Karena letak ruwaknya disepanjang pagar barat masjid al-Aqsha, jalanan di ruwak gharbi ini diselingi dengan beberapa landmark lainnya diantaranya: pintu-pintu, madrasah dan menara yang berada di sisi barat. 
Disebabkan oleh faktor pembangunan terowongan bawah tanah oleh penjajah zionis sepanjang pagar barat masjid al-Aqsha, maka ada beberapa landmark di sekitar ruwak menjadi retak dan hancur. 
 
B. Baikah (Lengkung) di Masjid al-Aqsha
Baikah yang berarti lengkung bagaikan pintu gerbang menuju pelataran kubah ash-Shakhrah. Karena letak kubah ash-Shakhrah berada pada tempat yang paling tinggi di kawasan masjid al-Aqsha, maka untuk menujunya harus melewati tangga. Para budayawan dan seniman muslim zaman pemerintahan Islam dulu tidak meninggalkan dan membiarkan tangga menuju kubah ini begitu saja, tapi mereka mendirikan bangunan berbentuk lengkung (baikah) setelah menaiki anak tangga. 
Sejarah pembangunannya yang paling lama kembali pada zaman Fathimiyah. Walaupun kebanyakan dibangun pada masa Mameluk. Telah berulang kali direnovasi pada masa-masa selanjutnya. Jumlah lengkung di masing-masing baikah berbeda-beda. Ada yang tiga, empat dan lima lengkung. Makna filosofinya, ada yang mengatakan kalau lengkung tiga menandakan ada tiga masjid suci di dunia ini. Kalau lengkung empat berarti ada empat musim di dunia, dan kalau lengkung lima menandakan shalat lima waktu. Walaupun jumlah lengkung tidak mempunyai arti apa-apa terhadap bangunan tersebut. 
Berikut denah lokasi baikah yang mengelilingi kubah ash-Shakhrah yang berjumlah delapan: 
 
 
Keterangan gambar:  
1. Baikah Syamaliyah (Lengkung Utara)
2. Baikah Syamaliyah Syarqiyah (Lengkung Timur Laut)
3. Baikah Syarqiyah (Lengkung Timur)
4. Baikah Janubiyah Syarqiyah (Lengkung Tenggara)
5. Baikah Janubiyah (Lengkung Selatan)
6. Baikah Janubiyah Gharbiyah (Lengkung Barat Daya)
7. Baikah Gharbiyah (Lengkung Barat)
8. Baikah Syamaliyah Gharbiyah (Lengkung Barat Laut)
 
1. Baikah Syamaliyah (Lengkung Utara)
Berada di tengah sisi utara dari pelataran kubah ash-shakhrah. Didirikan pada masa Mameluk tahun 721 H./1321 M. Tingginya mencapai 7,5 meter. Terdiri dari dua tiang besar sebagai penyangga utama di sisi kanan kirinya dan dua tiang kecil berbentuk tabung silinder di tengahnya. Untuk menuju kubah ash-shakhrah melalui baikah ini dengan menggunakan anak tangga yang berjumlah sembilan. 
 
2. Baikah Syamaliyah Syarqiyah (Lengkung Timur Laut)
Berada di sisi timur laut dari pelataran kubah ash-Shakhrah. Didirikan pada masa Mameluk tahun 726 H./1325 M. ketika Al-Malik Muhammad bin Qalawun Ash-Shalihi berkuasa. Sejarah pembangunan baikah tertulis di papan nama pada baikah ini.Terdiri dari dua tiang besar sebagai penyangga utama di kedua sisinya dan dua tiang kecil berbentuk tabung silinder di tengahnya. Tingginya mencapai 7 meter. Jumlah lengkungannya ada tiga. Untuk menuju kubah ash-shakhrah melalui baikah ini dengan menggunakan anak tangga yang berjumlah sebelas. 
 
3. Baikah Syarqiyah (Lengkung Timur)
Ini adalah satu-satunya baikah yang berada di sisi timur dari kubah ash-Shakhrah. Didirikan pada masa Bani Umayyah dan dibangun kembali pada masa Abbasiyah, tepatnya pada abad ke-10 masehi. 
Baikah ini terkenal karena yang paling besar diantara baikah lainnya. Mempunyai dua tiang besar disisi kanan kirinya dan empat tiang di tengah-tengah berbentuk tabung silinder. Tingginya mencapai 6,5 meter. Jumlah lengkungannya ada lima. Untuk menuju pelataran kubah ash-Shakhrah dengan melalui 22 anak tangga. 
 
4. Baikah Janubiyah Syarqiyah (Lengkung Tenggara)
Berada di sisi tenggara pelataran kubah ash-Shakhrah. Didirikan pada masa Fathimiyah tahun 412 H./1021 M. dan direnovasi pada masa Ayyubiyah tahun 608 H./1211 M. Terdiri dari dua tiang besar di masing-masing sisinya dan dua tiang berbentuk tabung silinder di tengahnya. Tingginya mencapai 6,5-7 meter. Ada 19 anak tangga untuk menuju baikah ini. 
Antara baikah tenggara dan baikah selatan terdapat batu yang diukir dengan bentuk mihrab pada pagar pelataran kubah ash-Shakhrah. Tingginya setinggi pagar. Tentunya mihrab batu ini sebagai tanda arah kiblat. Tidak diketahui tahun pembuatannya, tapi dapat diperkirakan batu itu dibangun pada masa Utsmani ketika pengubinan lantai pelataran kubah ash-Shakhrah. 
 
5. Baikah Janubiyah (Lengkung Selatan)
Berada di tengah sisi selatan pelataran kubah ash-Shakhrah. Dibangun pada masa Bani Umayyah dan beberapa kali direnovasi pada masa Abbasiyah, Fathimiyah dan Utsmaniyah. Renovasi terakhir oleh Urusan Wakaf Islam pada tahun 1402 H./1982 M. 
Terdiri dari tiga tiang berbentuk tabung silinder di tengahnya dan diapit oleh dua tiang besar di sisi kanan kirinya. Jumlah lengkungannya ada empat. Tinggi baikah 6,5 meter dengan jumlah anak tangga untuk menuju pelataran kubah ash-Shakhrah ada 20. 
Di sebelah selatan dari baikah ini terdapat jam matahari yang dapat membantu orang shalat untuk mengetahui kapan waktu shalat tiba. Jam matahari ini buatan Rusydi Imam, seorang insinyur dari Dewan Tinggi Islam, pada tahun 1907 M. 
 
6. Baikah Janubiyah Gharbiyah (Lengkung Barat Daya)
Berada di sisi barat laut dari pelataran kubah ash-Shakhrah. Didirikan pada tahun 877 H./1472 M. yaitu pada masa Sultan Al-Asyraf Qaitbay. Baikah ini adalah baikah terakhir yang dibangun di pelataran kubah ash-Shakhra. 
Terdiri dari dua tiang besar di kedua sisinya dan dua tiang kecil di tengahnya. Ada tiga lengkung dengan ketinggian baikah mencapai 7 meter. Jumlah tangganya ada 24 anak tangga. Di dinding utara dari baikah ini terdapat mihrab kecil yang dinamakan mihrab baikah barat daya. 
 
7. Baikah Gharbiyah (Lengkung Barat)
Berada di tengah sisi barat pelataran kubah ash-Shakhrah. Didirikan pada tahun 340 H./951 M. Terdiri dari dua tiang utama di sisi kanan kirinya dan tiga tiang berbentuk tabung silinder di tengahnya. Terdapat sejumlah anak tangga untuk menuju baikah ini, sekitar 24 anak tangga. Pernah direnovasi pada masa Fathimiyah, yaitu beberapa tahun setelah dibangunnya baikah ini. 
 
8. Baikah Syamaliyah Gharbiyah (Lengkung Barat Laut)
Berada di sisi barat laut pelataran kubah ash-Shakhrah. Didirikan pada masa Mameluk tahun 778 H./1376 M. Terdiri dari 2 tiang utama di sisi kanan kirinya dan tiga tiang berbentuk tabung silinder di tengahnya dengan 4 lengkung. Tinggi baikah mencapai 7 meter. Untuk menuju baikah ini harus melalui anak tangga yang berjumlah 23. 
 
Bersambung……
 
Disarikan dari buku “Ensiklopedia Mini Masjid Al-Aqsha” ASPAC for Palestine.

 

 
 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *