Kejutan dari Perlawanan Palestina, Perubahan Tatanan Kekuatan?

Perkembangan baru yang mengejutkan tentang teknologi militer dan teknik Gerakan Perlawanan Palestina (HAMAS) yang dalam informasi peluncuran pesawat tanpa awak dan pengeboman Tel Aviv dengan roket M 75, yang juga merusak stasiun televisi Israel.

Pada program ‘di balik berita’ aljazeera, diskusi mengulas seputar perkembangan tersebut serta capaian teknologi militer HAMAS, dan apa pengaruh senjata tersebut terhadap tatanan kekuatan di kedua pihak.

Diawali dengan pembicaraan dari juru bicara HAMAS, Sami Abu Zuhri, bahwa sejak awal penyerangan Israel terhadap Gaza, Al-Qassam mengancam akan memperlihatkan kejutan-kejutan setiap hari, dan Al-Qassam membuktikan itu sejak hari pertama. Abu Zuhri juga menegaskan bahwa sayap militer HAMAS tersebut memiliki banyak kejutan untuk musuh, setiap hari akan ada kejutan hingga musuh menyetop penyerangan.

Barael, editor koran Israel Haaretz menyatakan “Israel tidak kaget, dan tidak memahami dari mana produksi pesawat-pesawat tersebut apakah buatan lokal atau didatangkan dari luar melewati terowongan Gaza, namun sebaiknya kita bertanya dimana produk dan capaian HAMAS untuk menjaga warga mereka di Jalur Gaza yang diserang oleh Israel”

 

Tentang kejutan ini, Abu Zuhri menyatakan bahwa kejutan itu akan terkait dimensi keamanan dan intel dalam bentuk rekaman gambar penting seputar kondisi militer dan keamanan Israel, juga dimensi simbolik (isyarat), bahwa HAMAS untuk pertama kalinya mampu melepaskan pesawat tanpa awak di langit Israel. Dia juga menambahkan bahwa Israel berada pada kondisi sangat panik, tidak tahu apa yang harus diperbuat dan tidak menyangka dengan kemampuan HAMAS, sebagaimana masyarakat Israel dalam kondisi takut dan sebagain besar berlindung di shelter (hunian untuk berlindung) di bawah tanah.

 

Namun pendapat lain disampaikan Tzevi Barael, bahwa ia menganggap sepele kejutan yang dilakukan HAMAS, serta heran dengan pernyataan bahwa hal tersebut merupakan capaian HAMAS, dan ia menegaskan bahwa apa yang dilakukan HAMAS tidak berarti besar dalam mempengaruhi tatanan kekuatan di kawasan.

 

Sebaliknya, Profesor di bidang media Universitas Birzeit Nashat Abthash menyatakan bahwa serangan roket-roket HAMAS setiap hari membuat Israel panik. Sebelumnya mereka mengira bahwa HAMAS akan menyerah setelah melalui blokade bertahun-tahun, namun mereka dikagetkan dengan kondisi  yang tidak pernah terpikir sebelumnya. Abthash juga menambahkan bahwa pesawat tanpa awak yang menembus langit penjajah Israel sebagai tantangan riil dari HAMAS. (Aljazeera). (AY)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *