Kata Penutup Perkemahan Keluarga Al-Quds di Istanbul Turki

Bismillahirrahmanirrahim

Dengan Nama Allah Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang

Aliansi Lembaga Internasional untuk Pembebasan Al-Quds dan Palestina

Pernyataan Sikap Peserta Perkemahan Keluarga Al-Quds Ketiga

 

Pada saat terjadinya serbuan sengit dan bertubi-tubi dari beberapa kelompok pemukim ekstremis Yahudi terhadap Masjid Al-Aqsa, dan pada saat orang-orang pilihan dari bangsa revolusioner tengah menghadapi serangan sengit dari aliansi para tiran dan pengekornya, maka di kota Istanbul, selama dua hari, yakni hari Kamis dan Jumat dilaksanakanlah Perkemahan Keluarga Al-Quds ketiga yang mewakili dunia Islam dengan slogan “Kami akan kembali kepadamu wahai Al-Quds.” Acara ini diikuti oleh lebih dari 250 orang peserta yang mewakili organisasi-organisasi dan lembaga-lembaga yang berpartisipasi aktif mendukung pembebasan Al-Quds dan Palestina dari 17 negara yang mencakup dunia Arab dan Islam.

Acara pembukaan dihadiri secara resmi oleh para pejabat dan diliput media setempat. Pejabat yang hadir antara lain adalah penasihat senior Presiden Turki untuk Urusan Timur Tengah, yang mulia Bapak Irshad Harmozlo, dan Wakil Ketua Umum Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Turki, Prof. Dr. Numan Kurtulmuş.

Dalam kata sambutan dan presentasi yang sangat bagus, mereka berdua menegaskan tentang dukungan Turki yang berkesinambungan dan prinsipiil untuk permasalahan negara Palestina, dan mendengar tuntutan masyarakat dunia Arab untuk bebas dari cengkeraman tirani. Mereka berdua juga menekankan tentang perlunya persatuan umat Islam dalam menghadapi bahaya yang tengah merongrongnya pada momen yang sangat menentukan dalam sejarah ini.

Kegiatan yang ada selama Perkemahan Keluarga Al-Quds ini terdiri dari kuliah umum, presentasi dan diskusi mengenai perkembangan revolusi musim semi dunia Arab dan hal-hal yang menghalanginya berupa konspirasi yang terlihat sangat jelas menargetkan umat Islam untuk kembali ke era tirani dan unilateralisme (tindakan sepihak), di samping juga berusaha untuk menghancurkan proyek perlawanan dan pembebasan negara-negara Arab di setiap pusat kekuatan mereka di semua tempat.

Dengan perhatian penuh, para peserta Perkemahan Keluarga Al-Quds mendengarkan makalah dan presentasi dari pemateri tentang betapa besarnya makar jahat yang dilakukan oleh musuh-musuh umat Islam, yang mana mereka mempraktikkan kejahatan dan kekejian mereka di  lapangan Rabi’ah Al-Adawiyyah, An-Nahdhah, dan semua lapangan tempat para rakyat anti-kudeta berdemontrasi di Mesir. Di samping itu, kekuatan tiran juga mengampanyekan media tendensius di semua tempat serta melakukan serangan media secara provokatif terhadap para demonstran. Hal ini belum pernah terjadi sebelumnya pada bangsa Palestina, rakyat Palestina, perjuangan Palestina, dan orang-orang terbaiknya. Kekuatan tiran di Mesir telah menggunakan bahasa dan alasan yang sama seperti yang digunakan oleh Zionis penjajah untuk meliput agresi, kejahatan, dan rasisme mereka secara terang-terangan.

Selama dua hari berturut-turut, para peserta Perkemahan Keluarga Al-Quds mengikuti beberapa lokakarya dan pertemuan khusus. Dalam forum itu mereka saling bertukar pengalaman, laporan kegiatan, dan usulan khusus tentang rancangan proyek besar umat Islam yang tidak lain adalah proyek pembebasan Al-Aqsa dan Palestina. Pertemuan khusus ini juga diikuti oleh anggota serikat buruh, atlet, pelajar dan mahasiswa, anggota parlemen, dan para aktivis perempuan. Selain proyek pembebasan Al-Quds dan Palestina tersebut, pertemuan ini juga telah menyepakati beberapa program kerja yang dirancang secara terperinci untuk dilaksanakan selama beberapa minggu dan beberapa bulan kedepan.

Berkaitan dengan ini, pertemuan pertama Komite Eksekutif Aliansi Lembaga Internasional untuk Pembebasan Al-Quds dan Palestina telah berhasil menindaklanjuti semua kerja komite khusus regional secara detail. Komite  Eksekutif ini mencatat adanya kemajuan yang sangat berarti di semua program kerja yang telah disepakati. Dalam pertemuan ini juga telah disepakati waktu untuk mengadakan kegiatan-kegiatan Aliansi Lembaga Internasional untuk Pembebasan Al-Quds dan Palestina yang utama dan merekomendasikan beberapa usulan dan proposal yang akan diserahkan kepada Sekretariat Jenderal agar dapat memeriksa dan memilih yang paling cocok di antara yang ada.

Namun demikian, para peserta Perkemahan Keluarga Al-Quds ini sangat menyesalkan ketidakhadiran ketua umum Aliansi Lembaga Internasional untuk Pembebasan Al-Quds dan Palestina, yang mulia Syaikh Dr. Abdurrahman Al-Barr dalam pertemuan ini; karena beliau dilarang bepergian keluar Mesir. Penyebabnya, adalah karena sikap nasionalisme dan Islamis beliau yang mulia dalam menolak kudeta militer terhadap legitimasi Presiden Mesir yang terpilih dalam Pemilu tahun lalu. Di samping itu, beliau juga menolak pembantaian massa secara brutal yang dilakukan oleh para pengudeta di pelbagai kota di Mesir terhadap rakyat mereka sendiri yang tak bersenjata. Sungguh rakyat Mesir itu adalah para pahlawan bagi negaranya.

Pertemuan ini merupakan kesempatan untuk meluncurkan sebuah proyek Perkemahan Keluarga Al-Quds agar menjadi platform dalam menghidupkan kembali perasaan tentang pentingnya Baitul Maqdis dari sisi aqidah bagi segenap kaum muslimin, di samping menumbuhkan dan meningkatkan rasa tanggung jawab terhadap permasalahan Al-Quds dan Palestina melalui jalur intelektual dan produk-produk ilmu pengetahuan. Dalam pertemuan ini para peserta menyimpulkan untuk perlunya membentuk sebuah komite khusus yang menindaklanjuti dan mengawasi program-program kerja kognitif dan budaya, memantau perkembangan isu-isu terbaru terkait Baitul Maqdis dan memberi bekal kepada siapa saja yang berpartisipasi di dalamnya, memenuhi kebutuhan yang diperlukan dalam program-program yang dilaksanakan oleh Komite Pusat Aliansi Lembaga Internasional untuk Pembebasan Al-Quds dan komite khusus dalam sektor ini, serta menindaklanjuti pelaksanaan proyek forum ini di semua wilayah.

Insiden meninggalnya syaikh Ahmad Barqawi dari Tunisia yang disinggung selama acara Perkemahan Keluarga Al-Quds ini laksana stasiun keimanan dan jihad berharga yang menginspirasi banyak orang. Para peserta memuji syaikh atas usaha dan jihadnya yang hebat demi membebaskan Al-Quds dan Palestina. Para peserta juga menganggap bahwa mati syahidnya syaikh Ahmad Barqawi merupakan faktor pendorong yang kuat bagi mereka untuk membebaskan Al-Quds dan Palestina dengan mengikuti langkah-langkah beliau itu dan langkah pendahulu beliau seperti Izzuddin Al-Qassam, syaikh Ahmad Yasin, Dr. Abdul Aziz Ar-Rantisi, dan para syuhada lainnya yang telah menerangi jalan umat Islam untuk mengembalikan kejayaan, kepioniran, dan kepemimpinannya di seluruh dunia.

Para peserta Perkemahan Keluarga Al-Quds ketiga menutup acara mereka yang penuh berkah itu dengan mengeluarkan  pernyataan sikap sebagai berikut:

-Mengucapkan belasungkawa sedalam-dalamnya kepada rakyat Tunisia secara umum dan Gerakan An-Nahdhah serta keluarga syaikh Ahmad Barqawi secara khusus, begitu pula kepada semua aktivis pembebasan Palestina dan orang-orang yang mencintai Syaikh. Kami berdoa semoga Allah Ta’ala menerima semua amal kebaikan syaikh dan menempatkannya bersama-sama dengan para nabi, para pecinta kebenaran, orang-orang yang mati syahid dan orang-orang saleh di dalam surga. Mereka itulah teman yang sebaik-baiknya. Kami semua di forum ini telah memutuskan untuk menggunakan nama asy-syahid syaikh Ahmad Barqawi pada pertemuan selanjutnya.

-Mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada pemerintah dan rakyat Turki; karena telah senantiasa mengizinkan kegiatan-kegiatan untuk membebaskan Al-Quds dan Palestina diadakan di negara mereka ini. Kami juga sangat berterima kasih atas kehadiran penasihat senior Presiden Turki untuk Urusan Timur Tengah, dan Wakil Ketua Umum Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP) Turki pada ucara pembukaan forum ini. Tidak lupa, kami juga berterima kasih kepada Pusat Hubungan Arab-Turki dan semua individu yang tergabung di dalamnya atas partisipasi aktif mereka sehingga kegiatan ini berjalan dengan baik dan lancar.

-Memberikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada salah seorang aktivis perempuan pembebasan Palestina yang juga seorang mujahidah, saudari Amal Khalifah dari Republik Arab Mesir atas kerja-kerja besar yang dilakukannya dalam membebaskan Al-Quds dan Palestina. Kami berdoa kepada Allah Ta’ala agar mencatat semua usaha beliau sebagai amal kebaikan di sisi-Nya begitu pula dengan semua aktivis pembebasan Palestina yang lain. Kami juga berdoa semoga Allah menetapkan kita semua di antara orang-orang yang akan melaksanakan shalat di Masjid Al-Aqsa yang bebas dari cengkeraman Yahudi kelak.

-Mengutuk keras segala upaya Yahudisasi di wilayah tepi barat dan Al-Quds. Dengan ini kami mengajak semua umat Islam untuk melakukan konsolidasi umum guna melindungi kiblat pertama kita dan tempat mi’raj kekasih kita, Nabi besar Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dari semua serangan yang dilakukan oleh para pengecut ekstremis Zionis dari waktu ke waktu.

-Menolak dengan tegas semua perundingan sia-sia yang akan dilakukan oleh pihak Palestina dengan Zionis Yahudi. Menurut kami, keterlibatan otoritas Oslo dengan cara-cara seperti ini adalah pengkhianatan baru terhadap urusan umat Islam dan merupakan tindakan kriminal murni; karena mereka selalu mengawasi dan memonitor gerakan perlawanan bangsa Palestina, kafilah para syuhada, dan tawanan perang yang pemberani dan mulia.

-Menolak dengan tegas semua usaha untuk mengisolasi Gaza dari dunia internasional, menghambat gerakan perlawanan bangsa Palestina, dan menjadikannya target operasi militer. Kami sangat menyayangkan, upaya ini dilakukan oleh otoritas Oslo dan badan intelijen dari beberapa negara Arab yang bekerjasama dengan Zionis Yahudi guna memporak-porandakan pertahanan dan perlawanan rakyat Palestina di Gaza.

-Kami mendukung penuh gerakan revolusi bangsa Arab dalam menghadapi para tiran dan rezim militer. Kami tegaskan bahwa semua pengorbanan mereka untuk menuntut kebebasan itu sebenarnya adalah usaha mulia, dan jihad yang utama, serta pengorbanan yang besar untuk membebaskan Al-Quds dan Palestina. Sungguh, bangsa merdeka adalah bangsa yang berusaha mendapatkan kemenangan di semua lini kehidupan sehingga layak mendapat kehormatan untuk membebaskan masjid suci Al-Aqsa.

-Kami menekankan pentingnya penguatan hubungan antara negara-negara Arab dan Islam dengan negara Turki di segala bidang, sehingga dapat memudahkan umat Islam berjalan menuju kebangkitannya, mencapai kesempurnaannya, melayani kepentingan umum di semua negara Islam, dan merealisasikan konsekuensi ukhuwah Islamiyah yang kuat.

Di samping itu, para peserta pun menegaskan dukungan penuh mereka secara khusus terhadap rakyat Mesir yang mulia dalam revolusi damai yang mereka lakukan melawan rezim militer yang telah banyak menumpahkan darah rakyat Mesir yang tidak berdosa. Sungguh, para militer telah melakukan kudeta terhadap tokoh terbaik dan berharga bagi rakyat Mesir. Para pengudeta telah melakukan tindakan kriminal yang belum pernah dilakukan oleh siapapun dalam sejarah umat manusia.

Semua peserta Perkemahan Keluarga Al-Quds menganggap bahwa segala upaya untuk mendukung perjuangan rakyat Mesir dan semua rakyat di negeri arab dalam menghadapi para tiran adalah sebuah keharusan, kewajiban, dan merupakan prioritas utama. Semua peserta Perkemahan Keluarga Al-Quds pun berjanji untuk berlomba-lomba dalam merealisasikan hal ini sehingga kita semua dapat mempersiapkan tanah Palestina yang merdeka dalam waktu dekat dengan izin dan pertolongan Allah Ta’ala.

 

Alhamdulillahi Rabbil Alamin, Segala puji bagi Allah, Tuhan seluruh alam.

Istanbul, Jumat, 30 Syawwal 1434 H/6 September 2013

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *