Kaleidoskop Palestina – Maret 2014

Konfrontasi di Selatan Jenin, Puluhan Warga Luka
 
Jenin – 10 warga Palestina Ahad pagi (9/3) mengalami luka. Di antaranya sesak nafas akibat tersedak gas air mata yang dilemparkan oleh pasukan Zionis penjajah dalam bentrokan sengit di baldah Yabud, selatan Jenin.
 
 
Sumber yang berada di lokasi kejadian menegaskan, puluhan alat militer Israel menggerebek desa Yabud dan memprovokasi warga dengan mengolok-olok warga dengan pengeras suara. Warga Palestina terpancing dan terjadi bentrokan yang menyebabkan 10 warga Palestina sesak nafas karena Zionis melepaskan gas air mata.
 
Seorang pemuda Palestina Ahmad Taisir Hamarisyah (27) terluka akibat lemparan gas air mata secara langsung ke tubuhnya sehingga harus dilarikan ke rumah sakit di Jenin untuk menerima pengobatan.
 
Sumber menambahkan, pasukan Zionis penjajah memukuli dua waraga Palestina di perlintasan militer yang dibangun di gerbang desa Yabud. (palinfo)

 
 

 

——-
 
Ratusan Pemukim Yahudi Ikut Pawai Yahudisasi di Seputar Gerbang al Aqsha

 

 
Alquds – Ratusan pemukim pendatang Yahudi dan kelompok-kelompok Yahudi, Senin (3/3) petang, dipimpin sejumlah rabi Yahudi, ikut dalam pawai yahudisasi di seputar gerbang masjid al Aqsha. Mereka mengibarkan bendera sambil meneriakkan yel-yel “Bangun Kuil Segera”, mereka mengenakan baju dengan slogan yang sama dan gambar kuil yang mereka klaim akan dibangun di atas msjid al Aqsha.
 
 
Yayasan Wakaf al Aqsha menyebutkan bahwa pawai ini dimulai pukul tujuh malam di area al Barak (tembok ratapan) dan bertolak ke daerah pintu Qatanin – Kota Tua – mereka berjoget dan melakukan ritual Talmud di belakang pintu al Aqsha – dari luar. Pawai dilanjutkan ke jalan Elwad – kemudian jalan Mujahidin dan berakhir di pintu al Asbat, diselingi dengan joget dan teriakan yel-yel provokatif melalui pengeras suara.
 
Pawai ini dijaga ketat oleh pasukan penjajah yang telah menutup jalan-jalan tersebut dan mencegah warga al Quds mendekati jalur pawai.
 
Yayasan al Aqsha mengatakan, “Pawai ini dalam kerangka kegiatan organisasi-organisasi tersebut untuk menekan pengundangan langkah-langkah pembangunan kuil yang mereka klaim di atas reruntuhan al Aqsha. Juga untuk mengintensifkan penyerbuan ke masjid al Aqsha. Yayasan al Aqsha menyebut pawai ini sebagai provokatif dan yahudisasi. Buktinya, adanya gerakan aktivitas oleh berbagai sayap institusi Israel untuk terus meju dalam pembangunan kuil yang mereka klaim.
 
Yayasan al Aqsha menegaskan bahwa masjid al Aqsha adalah hak murni kaum muslimin sendiri, tidak akan hak bagi Yahudi sebutir pun tanah di dalamnya. Yayasan al Aqsha menegaskan bahwa kuil yang mereka klaim adalah batil dan tidak ada dalam sejarah. (palinfo)

 

——-

 

Rasyiq: Keputusan Larangan Kegiatan Palestina di Mesir Bersifat Politis

 

Anggota biro politik gerakan perlawanan Hamas, Ezat Rasyiq menentang keputusan pengadilan Mesir yang melarang semua kegiatan Hamas dan menyita kantor perwakilanya di Kairo. Ia menganggap keputusan tersebut bersifat politis yang menjadi sasaran adalah rakyat Palestina dan kelompok perlawanannya.
 
Sebelumnya, pengadilan urusan kasus mendesak di Kairo, Selasa (4/3) mengeluarkan keputusan yang melarang semua kegiatan Hamas dan menyita seluruh kantornya di Kairo.
 
Rasyiq sebelumnya telah mengkhawatirkan munculnya keputusan ini. Pihaknya juga telah mengajukan banding atas penyematan nama “teroris” kepada kelompok Hamas untuk dikaji ulang. Keputusan tersebut sama dengan membantu Zionis secara gratis yang jelas merugikan bangsa Palestina dan Arab serta Islam.
 
Penyebutan Hamas sebagai gerakan “teroris” menurut Rasyiq sangat berbahaya yang berakibat negatif sehingga membenarkan kebijakan Mesir selama ini memblokade Jalur Gaza, sementara di sisi lain, mereka membuka selebar-lebarnya perlintasanya dengan Zionis, untuk melancarkan serangannya ke Gaza serta membantu Zionis dalam menghabisi rakyat Palestina serta kasusnya di Timteng, ungkapnya. (infopalestina.com)
 
 
——-
 
 
 
Haniyah Puji Qatar yang Mendukung Palestina
 
Gaza – PM Palestina Ismail Haniyah memuji dukungan resmi yang diberikan negara Qatar untuk rakyat Palestina dan sikapnya yang memihak pada Gaza secara politik, dana dan media.
 
Hal tersebut disampaikan Haniyah dalam hubungan telepon dengan Syaikh Tamin bin Hamd Ali II pada hari Ahad (9/3). Dia menyatakan berterima kasih secera pribadi dan mewakili rakyat Palestina serta warga Gaza, kepada negara Qatar atas ikap orisinalnya serta uluran tangannya di berbagai bidang untuk mendukung rakyat Palestina dan bangsa Arab.
 
Dia menyatakan bahwa pemerintah Palestina masih melaksanakan proyek perumahan dan proyek pembangunan infrastruktur bantuan dari Qatar. Sikap dan dukungan Qatar ini, tegas Haniyah, menambah semangat juang rakyat Palestina khususnya di Jalur Gaza.
 
Haniyah mengatakan, “Meski kondisi sulit kami akan tetap dengan sikap teguh kami. Kami akan tetap dengan pertempuran kami melawan penjajah sampai kami mendirikan negara kami dengan ibukota al Quds, kembalinya para pengungsi Palestina ke rumah-rumah mereka dan pembebasan para tawanan Palestina dari penjara Zionis.”
 
Sementara itu Emir Tamim bin Hamd menegaskan bahwa Palestina ada isu sentral. Dia meyakinkan Haniyah bahwa Qatar akan tetap mendukung dan menyokong Jalur Gaza dan Palestina. “Tidak ada perubahan pada sikap Qatar terhadap isu Palestina dan dukungannya pada Jalur Gaza. Ini adalah prinsip yang tidak berubah,” tegasnya. 
 
Dia menegaskan bahwa sikap Qatar ini adalah “Prinsip di mana kami dididik atasnya dan tidak mungkin kami menyimpang darinya.” (palinfo)

 
——-
 
Abu Zuhri Apresiasi Sikap Libia
 
Gaza – Jurubicara Gerakan Perlawanan Islam Hamas Dr. Sami Abu Zuhri mengapresiasi pernyataan Menlu Libia Mohamed Abdel Aziz bahwa Palestina akan tetap menjadi isu sentral bangsa Arab.
 
Abu Zuhri menilai bahwa pernyataan menlu Libia tersebut merupakan pernyataan merespon ketindakseimbangan pada sebagian pihak yang menjadi penjajah Zionis, yang merupakan musuh, sebagai sahabat. Sementara perlawanan Palestina, yang merupakan sahabat, sebagai musuh.
 
Pernyataan Abu Zuhri ini mengomentari pernyataan Menlu Libia Mohamed Abdel Aziz, yang sebelumnya menegaskan dalam pertemuan para menlu Arab di kantor Liga Arab di Kairo, Ahad (9/3), bahwa Palestina akan tetap menjadi isu sentral bangsa Arab. (palinfo)

 
——-
 
Hakim Yordania Meninggal Ditembak Pasukan Israel Di Perlintasan Karamah
 
Amman – Seorang hakim Yordania meninggal ditembak pasukan Israel di perlintasan Karamah yang menghubungkan antara Tepi Barat dan Yordania, Senin (10/3).
 
Koresponden Pusat Informasi Palestina di Amman menyatakan, korban bernama Raed Alaudin Nafi Zaitir (40) bekerja sebagai hakim di pengadilan Amman.
 
Canel 10 Israel sebelumnya mengklaim bahwa pihak militer telah membunuh seorang warga Palestina yang berusaha merebut senjata dari mereka, dan paska peristiwa penembakan terjadi, perlintasan Karamah ditutup sampai saat ini.
 
Pihak keamanan Yordania dalam sambungan telephone menegaskan belum mendapatkan informasi terkait kasus ini, termasuk jika korban penembakan berasal dari pihak Palestina. (palinfo)

 
——-
 
Zionis Mulai Laksanakan Galian Terbesar di Selatan al Aqsha
 
Alquds : Yayasan Wakaf al Aqsha mengungkap bahwa penjajah Zionis sudah mulai melaksanakan tahap akhir penggalian di lokasi gerbang kampung Wadi Halwa, yang berjarak 100 meter di selatan masjid al Aqsha, sejauh 20 meter di selatan pagar bersejarah al Quds.
 
Yayasan al Aqsha menyatakan, luas total penggalian tersebut mencapai 6 ribu meter persegi dan kedalaman galian sebagiannya mencapai sekitar 20 meter.
 
Dalam laporannya Yayasan al Aqsha menegakan bahwa penjajah Zionis menghancurkan puluhan eksistensi peninggalan Islam dan Arab, yang membentang dari masa Umawiyah hingga Utsmaniyah. Di antaranya adalah pemakaman era Abbasiyah. Di samping penghancuran peninggalan klasik dari era Arab Kanaan. Galian ini menghubungkan jaringan terowongan yang digali oleh penjajah Zionis di bawah dan di sekitar masjid al Aqsha.
 
Yayasan al Aqsha mengatakan bahwa Otoritas Arkeologi Zionis yang melakukan aktivitas penggalian, dengan inisiatif dan pendanaan dari organisasi permukiman Yahudi Ilad, sebagai persekongkolan untuk membangun sentra Yahudi besar 7 tingkat, dengan keputusan dari pemerintah penjajah Zionis dan dukungan dari pemerintah kota penjajah Zionis di al Quds. Total luas bangunan mencapai sekitar 16 ribu meter persegi.
 
Yayasan al Aqsha menyatakan bahwa Otoritas Arkeologi Zionis menilai penggalian ini merupakan yang terbesar dan terpenting dalam tahun-tahun terakhir. Penjajah Zionis mulai melakukan penggalian ini melalui beberapa tahap. Tahap pertama dimulai pada akhir tahun 2002 dan awal tahun 2003 yang dilakukan secara terputus-putus. Namun mulai digesa dan berkelanjutan dilakukan sejak tahun 2007 hingga sekarang, yang setiap harinya melibatnya puluhan penggali. (palinfo)

 
——-
 
Zionis Tetapkan Pembangunan 1139 Unit Pemukiman Baru di Tepi Barat
 
Ramallah – Dinas pendudukan di pemerintah Zionis telah menyetujui rencana pembangunan 1139 unit hunian baru di pemukiman Yahudi Beteil, utara Ramallah dan pemukiman Ariel di utara Tepi Barat.
 
Harian ‘Israel’ Haaretz mengutip dari sumber menegaskan, sebanyak 300 unit pemukiman akan dibangun di pemukiman Beteil disamping 839 unit bangunan lainnya.
 
Harian menegaskan, Menteri Pendudukan Zionis Oire Arael sebelumnya sudah berjanji kepada warga Zionis untuk membangunan unit-unit tersebut. Arael adalah kader getol partai Jewish Home yang ekstrim.
 
Data baru ini terungkap di tengah meningkatnya ketegangan soal pembangunan pemukiman Yahudi yang meningkat hingga 123 persen di banding tahun lalu berdasarkan data sensus Zionis. (palinfo)
 
——-
 
Grandi: Kondisi Gaza Sangat Memprihatinkan, Perlintasan Harus Segera Dibuka
 
Komisaris Jenderal UNRWA, Filippo Grandi menuntut masyarakat internasional untuk segera menyelamatkan Jalur Gaza dan mencabut blokade, jika tidak dilakukan maka akan menyebabkan kondisi sangat memprihatinkan.
 
Dalam konferensi persnya di kantor UNRWA di Gaza sesaat sebelum meninggalkan jabatannya dan berakhir masa tugasnya sebagai Komisaris Jenderal, Grandi menyatakan, “Blokade yang menimpa Gaza merupakan blokade terbesar dalam sejarah modern, blokade ini sangat illegal dan harus segera diakhiri.”
 
Saya katakan kepada masyarakat internasional, jangan tinggalkan Gaza, karena saat ini Gaza sangat membutuhkan dukungan Anda lebih dari sebelumnya, jika blokade tidak diakhiri, maka kondisi Gaza akan sangat memprihatinkan.
 
Grandi menuntut pemerintah Mesir untuk menunaikan komitmennya segera membuka perlintasan Rafah, dan mengijinkan warga Gaza bepergian. Dengan tetap menghormati alasan keamanan, namun tidak mungkin mengisolasi warga Gaza di kawasan kecil ini, terutama bagi mereka yang sakit dan para mahasiswa yang hendak melanjutkan kuliah mereka, tegasnya.
 
Grandi melanjutkan, “Kami menghormati kebutuhan Mesir dan Israel untuk melindungi keamanan warganya, namun dunia jangan pernah lupa terhadap warga Gaza, karena keamanan mereka juga sama dengan keamanan warga lainnya,” pungkas Grandi. (infopalestina)

 
——-
 
KTT Kuwait Tolak Permukiman Tapi Tak Singgung Blokade Gaza
 
Para pemimpin Arab menegaskan, ilegalnya permukiman Zionis dan batalnya undang-undang mereka. para pemimpin ini meminta masyarakat internasional untuk menghentikan kegiatan permukiman Zionis tersebut dan mengecam segala bentuk pelanggaran yang dilakukan Zionis terhadap Masjid Al_Aqsha serta upayanya untuk mencabut kewenangan Jordania dari sana. Mereka juga menyerukan segeranya dilakukan kesepakatan rekonsiliasi internal Palestina.
 
 
Masalah Palestina adalah center masalah bagi bangsa Arab. Mereka menegaskan urgensinya upaya untuk mendirikan negara Palestina yang merdekan dengan ibu kotanya Al-Quds berdasarkan perbatasan Juni 1967.
 
KTT Kuwait ini berakhir Rabu (26/3) meminta Dewan Keamanan PBB bertanggung jawab untuk mengambil langkah-langkah semestinya dalam rangka menyelesaikan konflik Arab-Israel dengan semua perangkatnya sehigga tercapai perdamaian hakiki dan menyeluruh di kawasan.
 
Namun sampai akhir pernyataan sikap dari semua pemimpin Arab tersebut tidak ada isyarat apapun tentang blokade Gaza yang sudah berlangsung sejak delapan tahun lalu, berikut penderitaaan masyarakatnya akibat penutupan perlintasan Rafah Mesir-Gaza. (infopalestina)

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *